rumah kontainer Contoh surat jual beli rumah merupakan salah satu hal yang wajib kamu tahu untuk kebutuhan jual beli rumah tanpa perantara. 

Untuk diketahui, proses jual beli rumah bukan hanya sekadar proses negosiasi dan tawar menawar saja melainkan juga berkaitan dengan hukum administrasi yang berlaku. 

Tak hanya melibatkan nominal uang yang sangat banyak, perpindahan kepemilikan aset harus dilakukan untuk mempermudah klaim kepemilikan sebagai bagian dari contoh surat jual beli rumah.

Oleh sebab itu, ada beberapa contoh surat jual beli rumah yang perlu kamu ketahui sebagai bagian dari tertib administrasi berdasarkan asas perdata.

Untuk itu, simak beberapa hal yang perlu kamu ketahui beserta contoh surat jual beli rumah berikut ini.

Hal-hal yang perlu kamu ketahui mengenai prasyarat contoh surat jual beli rumah 

Bukan hanya sekadar transfer sesuai nominal dan menerima kwitansi, namun proses jual beli rumah juga mengedepankan asas kekeluargaan yang sangat kuat.

Ada beberapa hal berikut yang perlu kamu tahu sebagai berikut. 

1. Nama dan identitas pihak pertama dan pihak kedua 

Pencantuman nama identitas antara pihak pertama dan kedua merujuk pada transaksi jual beli yang sah antara kedua belah pihak.

Adapun, pihak pertama bertindak sebagai penjual dan pihak kedua sebagai pembeli. 

Baca Juga : 7 Hal yang Wajib Dilakukan Setelah Serah Terima Kunci Rumah. Jangan Rugi Belakangan!

2.  Identitas rumah 

Menunjukkan fakta atau identifikasi yang dimiliki oleh rumah tersebut, dengan merujuk sesuai dengan surat dan sertifikat rumah.

Selain sertifikat rumah, kamu pun juga harus mengetahui jenis sertifikat tanah baik dalam bentuk SHM maupun HGB.

3.  Harga 

Dalam banyak kesempatan, harga kerap menjadi keputusan yang sangat penting, baik harga tanah yang dijual, maupun luas bangunan. 

Kejelasan mengenai harga merujuk pada sebuah properti yang hendak diperjualbelikan. 

4.  Cara pembayaran 

Selain faktor harga, cara pembayaran kerap menjadi salah satu permasalahan akta jual beli.

Proses pembayaran bisa kamu lakukan dengan tunai keras, bertahap maupun KPR sesuai dengan tempo pelunasan.

Khusus untuk tunai bertahap, pihak pertama bisa memberikan ketentuan termasuk penalti apabila terjadi keterlambatan bayar di kemudian hari.

5.  Uang tanda jadi 

Tanda jadi merupakan bagian yang memperjelas dan mengesahkan status dimulainya proses penjualan.

Baik tunai maupun KPR, tanda jadi atau DP ditujukan sebagai pengikat dalam proses jual beli rumah.

Adapun, uang tanda jadi bisa hangus apabila terjadi pembatalan sepihak.

6.  Jaminan dan saksi 

Ditujukan untuk pihak pertama agar mengukuhkan dan memperjelas bahwa rumah dijual dimiliki sepenuhnya oleh yang bersangkutan.

Oleh sebab itu, ada baiknya jika proses negosiasi disaksikan oleh dua belah pihak, baik dari pihak pertama dan kedua.

7.  Penyerahan dan status kepemilikan 

Apabila proses administrasi maupun pelunasan, pihak pertama bisa menyerahkan sepenuhnya status kepemilikan pada pihak kedua sepenuhnya.

8.  Balik Nama Kepemilikan 

Untuk mencegah penyelesaian peradilan, balik nama sertifikat menjadi hal yang sangat penting. 

Terkait dengan hal ini, ada baiknya jika pihak pertama dan pihak kedua melakukan negosiasi untuk biaya balik nama.

Alangkah baiknya jika proses balik nama rumah dilakukan dalam masa transisi, sekalipun ada pemutihan, sehingga biaya menjadi lebih elastis. 

9.  Pajak dan IPL 

Biaya administrasi lainnya tidak hanya terkait dengan balik nama saja, melainkan juga terkait pajak dan IPL.

Terkait dengan hal ini, bukan tak mungkin kamu bisa mendapatkan bonus IPL bahkan setahun penuh, sekalipun PBB terbayarkan.

10.  Masa Berlaku Perjanjian

Hal ini mengatur apabila surat perjanjian di kemudian hari apabila pihak pertama meninggal dunia, maka surat tersebut bisa dialihkan pada ahli waris yang sah.

Selain itu, masa berlaku perjanjian juga merujuk pada penyelesaian yang belum tercantum sesuai dengan mufakat.

11.  Tanda tangan dan pengesahan

Apabila ketentuan sudah sesuai dengan rencana dan negosiasi, langkah terakhir adalah proses pengesahan.

Adapun, proses pengesahan dan administrasi harus ditandatangani dengan materai 6000.

Baca Juga : Langkah-Langkah Membuat Surat Perjanjian Sewa Ruko dan Contohnya

Contoh surat jual beli rumah tanpa perantara 

Untuk kamu yang sedang melakukan proses negosiasi jual beli rumah, contoh surat jual beli rumah ini bisa menjadi referensi penting supaya administrasi dapat terpenuhi dengan baik.

Simak contoh format berikut ini supaya kamu tidak salah menulisnya. 

SURAT PERJANJIAN JUAL BELI RUMAH Kami yang bertanda tangan di bawah ini: 

1. Nama : Mubarok     

    Tempat, Tgl Lahir: Jakarta, 29 Februari 1996

    Pekerjaan : Wiraswasta

    Alamat : Jl. Gunung Semeru No. 32, Jakarta Barat

    Nomor KTP : 31690202902960007

Dalam hal ini bertindak atas nama diri pribadi yang selanjutnya disebut sebagai Pihak Pertama (Penjual) 

2. Nama : Agus Wijaya

       Tempat, Tgl Lahir: Parigi, 17 Agustus 1988

       Pekerjaan : Aparatur Sipil Negara 

       Alamat : Perumahan Bojong Indah Blok J22, Cengkareng, Jakarta Barat

       Nomor KTP : 314221708880009

Dalam hal ini bertindak atas nama diri pribadi yang selanjutnya disebut sebagai Pihak Kedua (Pembeli) 

Pada hari ini 13 November 2020 , Pihak pertama dengan ini berjanji untuk menyatakan dan mengikatkan diri untuk menjual kepada pihak kedua dan pihak kedua juga berjanji menyatakan serta mengikatkan diri untuk membeli dari pihak pertama berupa: 

Sebidang Tanah dengan Hak Guna Bangunan yang diuraikan dalam nomor sertifikat tanah:

K93210032, yang berlokasi di alamat lengkap Perumahan Metro Permata Cluster Alea Blok K02. 

Dengan ukuran tanah: Panjang 220m2 (dua ratus dua puluh meter persegi), lebar 120m2 (seratus dua puluh meter persegi), luas tanah 300 m2 (tiga ratus meter persegi).  

Berikut bangunan rumah yang berdiri di atasnya seluas 250 m2 (dua ratus lima puluh meter persegi). 

Dengan batas-batas sebagai berikut:  

Sebelah Barat : berbatasan dengan kolam Renang

Sebelah Timur : berbatasan dengan  lahan kosong

Sebelah Utara : berbatasan dengan rumah Ketua RT 

Sebelah Selatan : berbatasan dengan pintu gerbang masuk

Kedua belah pihak bersepakat untuk mengadakan ikatan perjanjian jual – beli Rumah dimana syarat dan ketentuannya diatur dalam 11 (sebelas) pasal, seperti berikut di bawah ini:

Pasal 1 

HARGA Jual beli tanah dan rumah tersebut dilakukan dan disetujui oleh masing-masing pihak dengan ketentuan harga sebagai berikut:

1. Harga tanah per meter persegi Rp2,000,000,00 atau jumlah uang terbilang (Dua Juta  Rupiah), sehingga keseluruhan harga tanah tersebut adalah : Rp600,000,000,00 atau jumlah uang terbilang (enam ratus juta Rupiah). 

2. Harga bangunan rumah adalah Rp900,000,000,00 atau jumlah uang terbilang (Sembilan Ratus Juta Rupiah). 

3. Harga keseluruhan tanah dan bangunan rumah adalah Rp1,500,000,000,00 atau jumlah uang terbilang (Satu Milyar Lima Ratus Juta Rupiah). 

Pasal 2 

CARA PEMBAYARAN PIHAK KEDUA akan membayar kepada PIHAK PERTAMA atas tanah dan bangunan rumah yang dibelinya sebesar Rp1,500,000,000,00 atau jumlah uang terbilang (Satu Milyar Lima Ratus Juta Rupiah), secara tunai.

Adapun, transaksi selambat-lambatnya diselesaikan dua minggu setelah ditandatanganinya surat perjanjian ini. 

Pasal 3 

                                Uang Tanda Jadi                                   

1. PIHAK KEDUA akan memberikan uang tanda jadi sebesar Rp 500,0000,000,00 atau jumlah uang terbilang (Lima Ratus Juta Rupiah) kepada PIHAK PERTAMA dimana penyerahan uang tersebut dilakukan setelah penandatanganan Surat Perjanjian ini. 

2. Sisa pembayaran sebanyak Rp1,000,000,000,00 atau jumlah uang terbilang (Satu Milyar Rupiah) akan dibayarkan secara tunai keras dengan proses pembayaran selama lima bulan. 

Pasal 4 

JAMINAN DAN SAKSI 

Pihak Pertama menjamin sepenuhnya bahwa Tanah yang dijualnya adalah milik sah atau hak pihak pertama sendiri dan tidak ada orang atau pihak lain yang turut mempunyai hak, bebas dari sitaan, tidak tersangkut dalam suatu perkara atau sengketa, hak kepemilikannya tidak sedang dipindahkan atau sedang dijaminkan kepada orang atau pihak lain dengan cara bagaimanapun juga, dan tidak sedang atau telah dijual kepada orang atau pihak lain. 

Apabila PIHAK PERTAMA, Tidak memberikan atau menyertakan dan memperlihatkan sertifikat asli tanah hak milik tersebut selambat-lambatnya Tanggal 20 Desember 2020 kepada PIHAK KEDUA, 

Maka PIHAK PERTAMA bersedia menerima tuntutan dari PIHAK KEDUA untuk memperkarakan tuntutan ke pengadilan jika syarat (Sertifikat Asli) yang ditentukan tidak dipenuhi. 

Jaminan pihak pertama dikuatkan oleh dua orang yang turut menandatangani Surat Perjanjian ini selaku saksi.

1. Nama : Syarifah    

    Tempat, Tgl Lahir: Jakarta, 18 Januari 1993

    Pekerjaan : Swasta

    Alamat : Jl. Gunung Semeru No. 32, Jakarta Barat

    Nomor KTP : 31690201801930007  

Bertindak sebagai saksi I 

2. Nama : Li Jun Ping

       Tempat, Tgl Lahir: Dumai, 24 Agustus 1990

       Pekerjaan : Pegawai Swasta

       Alamat : Perumahan Bojong Indah Blok J22, Cengkareng, Jakarta Barat

       Nomor KTP : 314222408880007

Bertindak sebagai saksi II

Pasal 5 

PENYERAHAN

Pihak pertama berjanji serta mengikatkan diri untuk menyerahkan tanah berikut bangunan rumah tersebut di dalam keadaan kosong beserta kunci-kuncinya kepada pihak kedua selambat-lambatnya Kamis 26 November 2020.

Pasal 6 

STATUS KEPEMILIKAN Sejak ditandatanganinya Surat Perjanjian ini maka tanah dan bangunan rumah tersebut di atas beserta segala keuntungan maupun kerugiannya sepenuhnya menjadi hak milik Pihak Kedua.

Pasal 7 

PEMBALIKNAMAAN KEPEMILIKAN 

1. Pihak pertama wajib membantu pihak kedua dalam proses pembaliknamaan atas kepemilikan hak tanah dan bangunan rumah tersebut dalam hal pengurusan yang menyangkut instansi-instansi terkait, memberikan keterangan-keterangan serta menandatangani surat-surat yang bersangkutan serta melakukan segala hak yang ada hubungannya dengan pembaliknamaan serta perpindahan hak dari Pihak Pertama kepada Pihak Kedua. 

2. Segala macam biaya yang berhubungan dengan balik nama atas tanah dan bangunan rumah dari Pihak Pertama kepada Pihak Kedua dibebankan sepenuhnya kepada (Pihak Pertama/Pihak Kedua).

Pasal 8 

PAJAK, IURAN, DAN PUNGUTAN 

Kedua belah pihak bersepakat bahwa segala macam pajak, iuran, dan pungutan uang yang berhubungan dengan tanah dan bangunan rumah di atas: 

1. Sebelum hingga ditandatanganinya Surat Perjanjian ini maka segala macam pajak, iuran, dan pungutan yang berhubungan dengan dan dan bangunan rumah di atas masih tetap menjadi kewajiban dan tanggung jawab Pihak Pertama. 

2. Setelah ditandatanganinya perjanjian ini dan seterusnya semua hal tersebut di atas sepenuhnya menjadi kewajiban dan tanggung jawab Pihak Kedua. 

Pasal 9 

MASA BERLAKUNYA PERJANJIAN 

Perjanjian ini tidak berakhir karena meninggal dunianya pihak pertama, atau karena sebab apapun juga.

Dalam keadaan demikian maka para ahli waris atau pengganti pihak pertama wajib mentaati ketentuan yang tertulis dalam perjanjian ini dan pihak pertama mengikat diri untuk melakukan segala apa yang perlu guna melaksanakan ketentuan ini. 

Pasal 10 

HAL-HAL LAIN 

Hal-hal yang belum tercantum dalam perjanjian ini akan dibicarakan serta diselesaikan secara kekeluargaan melalui jalan musyawarah untuk mufakat oleh kedua belah pihak. 

Pasal 11 

PENYELESAIAN PERSELISIHAN 

Apabila Pihak Pertama melanggar kesepakatan yang tercantum dalam Pasal 4 ayat 3 tentang penyerahan dan melihatkan sertifikat asli kepada Pihak Kedua sebagaimana syarat peralihan hak / pembalikkan nama kepemilikan maka Pihak Pertama bersedia menerima tuntutan Pihak Kedua yaitu tuntutan ke pengadilan jika syarat (Sertifikat Asli) yang ditentukan tidak dipenuhi. 

Tentang perjanjian ini dan segala akibatnya kedua belah pihak memilih menyelesaikan perkara di Pengadilan Negeri Tangerang Kota. 

Demikianlah Surat Perjanjan ini dibuat dalam 2 (dua) rangkap yang bermaterai cukup dan mempunyai kekuatan hukum yang sama, ditandatangani kedua belah pihak di Jakarta, 20 November 2020, dalam keadaan sadar serta tanpa adanya paksaan atau tekanan dari pihak manapun.

             PIHAK PERTAMA,                                                           PIHAK KEDUA, 

( …………….……………………….. )                              ( …………….……………………….. ) 

Saksi-Saksi: 

SAKSI PERTAMA,                                                                            SAKSI KEDUA,         

( …………….……………………….. )                               ( …………….……………………….. )

Demikian contoh surat jual beli rumah yang perlu kamu ketahui untuk mempermudah proses administrasi kebutuhan rumah.

Untuk cari tahu tips menarik seputar properti, selengkapnya hanya di artikel.rumah123.com.

"Cari rumah dua tingkat dengan harga murah di Bekasi? Kamu bisa cek Prima Harapan Regency di sini selengkapnya." 

Bagikan:
18504 kali