OK
Dijual
Disewa
Properti Baru
Panduan

90 Contoh Kalimat Retoris Beserta Pengertian, Ciri-Ciri, dan Fungsinya

23 Oktober 2023 · 8 min read Author: Alya Zulfikar

contoh kalimat retoris

Sudahkah kamu tahu apa itu kalimat retoris dalam bahasa Indonesia? Kalau belum, simak pengertian, ciri-ciri, fungsi, dan contoh kalimat retoris melalui artikel ini, yuk!

Di dalam bahasa Indonesia, ada berbagai jenis kalimat yang perlu kamu pelajari.

Beberapa di antaranya adalah kalimat perintah, kalimat berita, kalimat tanya, kalimat seruan, kalimat majemuk, hingga kalimat yang menggunakan majas atau gaya bahasa.

Berbicara soal kalimat yang menggunakan gaya bahasa, kamu pasti pernah mendengar istilah kalimat retoris, ‘kan?

Kalimat retoris atau retorik adalah salah satu jenis kalimat yang cukup sering dijumpai, baik itu dalam bentuk ucapan maupun tulisan.

Melalui artikel ini, kita akan mengupas tuntas mengenai apa itu kalimat retoris.

Berikut ini penjelasan dan contoh kalimat retoris yang perlu kamu ketahui!

Apa Itu Kalimat Retoris?

apa itu kalimat retoris

pengertian kalimat retoris

Merujuk buku Bahasa Indonesia Tataran Semenjana untuk SMK dan MAK Kelas X yang disusun oleh Ahmad Iskak dan Yustinah, kalimat retoris adalah pertanyaan yang tidak memerlukan jawaban.

Kalimat ini biasanya digunakan oleh pengarang untuk memperindah gubahannya.

Menurut Nani Darmayanti dalam buku Bahasa Indonesia untuk Sekolah Menengah Kejuruan Tingkat Madia (Kelas XI), mengatakan bahwa kalimat retoris merupakan bagian dari majas penegasan.

Majas retoris adalah gaya bahasa yang menggunakan kata-kata dalam arti kiasan.

Jadi, kalimat retoris dapat didefinisikan sebagai kalimat tanya yang sama sekali tidak membutuhkan jawaban.

Ciri Ciri Kalimat Retoris

ciri ciri kalimat retoris

ciri ciri kalimat retoris

Agar lebih mudah dipahami, berikut ini ciri-ciri kalimat retoris yang perlu kamu ketahui.

Ciri ciri kalimat retoris:

  • Berupa penegasan dan pernyataan
  • Terkadang menggunakan kalimat tanya
  • Tidak memerlukan jawaban
  • Orang yang bertanya dan yang ditanya sama-sama sudah mengetahui jawabannya

Fungsi Kalimat Retoris

1. Fungsi Introspeksi

Kalimat retoris memiliki fungsi introspeksi berupa proses mengamati diri sendiri.

Proses ini merupakan proses mental yang disadari dan umumnya, dengan tujuan tertentu, berdasarkan pikiran serta perasaan.

2. Fungsi Sindiran

Fungsi sindirian kalimat retoris adalah untuk mengungkapkan rasa tidak setuju yang memiliki kesan bertentangan dengan lawan bicara.

Sindiran yang disampaikan berupa sindiran halus, baik itu secara langsung maupun tidak langsung.

3. Fungsi Memberi Nasihat

Fungsi nasihat kalimat retoris ditujukan untuk memberikan pelajaran yang baik sehingga dapat dijadikan bahan referensi atau alasan seseorang melakukan sesuatu.

4. Fungsi Pendukung

Fungsi kalimat retoris yang terakhir adalah sebagai pendukung untuk memberikan berbagai macam informasi, biak itu verbal maupun non-verbal.

Contoh Kalimat Retoris

contoh kalimat retoris

contoh kalimat retoris

  1. Apakah kamu ingin hidup dengan rasa takut selamanya?
  2. Bukankah sudah waktunya untuk memulai perubahan yang sebenarnya?
  3. Apakah ini yang kita inginkan untuk para generasi penerus?
  4. Apa yang akan terjadi jika kita tidak berbuat apa-apa?
  5. Mengapa kita masih membiarkan korupsi merajalela?
  6. Apakah kamu bisa membayangkan dunia tanpa teknologi?
  7. Inikah yang disebut dengan keadilan?
  8. Apakah kamu merasa hidupmu bahagia dan bermakna?
  9. Bisakah kita bersama-sama membangun dunia yang lebih baik?
  10. Apakah kamu sudah memilih jalan hidup yang tepat?
  11. Bukankah kebahagiaan yang sesungguhnya adalah ketika kita mampu berbagi dengan orang lain?
  12. Apakah kamu benar-benar ingin terus-menerus hidup dengan rasa penyesalan?
  13. Apakah kita benar-benar memperhatikan orang-orang di sekitar kita atau kita hanya peduli pada diri sendiri?
  14. Pantaskah kamu menyakiti hati orang-orang di sekitarmu?
  15. Tidakkah kamu takut akan azab Tuhan?
  16. Inikah yang kamu sebut dengan bekerja?
  17. Akankah kita sudi membiarkan negara kita dijajah?
  18. Apa kamu tidak lelah bekerja seharian?
  19. Apakah kita bisa hidup tanpa makan dan minum?
  20. Apakah kamu akan menyerah begitu saja?
  21. Apakah kebijaksanaan datang dengan usia atau pengalaman?
  22. Bagaimana mungkin kita dapat memahami alam semesta yang begitu luas ini?
  23. Mengapa kita sering kali takut untuk mengakui kesalahan kita?
  24. Apa artinya kebebasan jika kita tidak dapat menggunakannya dengan bijak?
  25. Apa artinya menjadi kaya jika kita miskin dalam kasih sayang?
  26. Apakah kebenaran benar-benar relatif?
  27. Mengapa kita terus menerus mengejar kebahagiaan, padahal itu selalu menghindari kita?
  28. Mengapa kita sering kali mengabaikan nasihat orang tua kita?
  29. Bisakah kita benar-benar memisahkan agama dari politik?
  30. Mengapa kita begitu mudah terpengaruh oleh opini orang lain?
  31. Mengapa kita selalu mencari jawaban, padahal mungkin yang kita butuhkan adalah pertanyaan yang lebih baik?
  32. Apakah cinta benar-benar bisa menyembuhkan segala luka?
  33. Apakah keadilan selalu buta?
  34. Apa yang akan kita tinggalkan bagi generasi berikutnya?
  35. Bagaimana mungkin kita bisa mencapai perdamaian dunia jika kita tidak bisa mencapai perdamaian dalam diri kita sendiri?
  36. Bagaimana mungkin kita bisa menilai seseorang hanya berdasarkan penampilannya?
  37. Apa artinya memiliki kekuatan jika kita tidak tahu cara menggunakannya dengan bijak?
  38. Apakah kita benar-benar berusaha untuk membuat dunia ini menjadi tempat yang lebih baik?
  39. Bagaimana kita bisa mengharapkan perdamaian di dunia jika kita tidak bisa hidup berdamai dengan tetangga kita?
  40. Apakah kebahagiaan selalu datang dari luar, ataukah itu berasal dari dalam diri kita sendiri?
  41. Bisakah kamu membayangkan dunia tanpa seni?
  42. Apa gunanya memiliki segalanya jika kita tidak memiliki kesehatan?
  43. Bagaimana kita bisa membangun masa depan yang cerah jika kita terus berpegang pada masa lalu?
  44. Mengapa kita sering kali takut untuk menghadapi perubahan?
  45. Apa yang akan kita lakukan jika kita tahu bahwa kita hanya memiliki satu hari lagi untuk hidup?
  46. Bisakah kita benar-benar mempercayai kata-kata politisi?
  47. Apa arti kehidupan jika kita tidak pernah mencari maknanya?
  48. Bisakah kita benar-benar mempercayai media sosial sebagai sumber informasi?
  49. Apakah uang adalah akar dari semua kejahatan?
  50. Bisakah kita benar-benar mengendalikan nasib kita sendiri?
  51. Bagaimana jika mimpi kita adalah sekilas dari realitas alternatif?
  52. Dapatkah kita benar-benar memahami kedalaman jiwa manusia?
  53. Apakah kita adalah arsitek dari takdir kita sendiri hanya sekadar penumpang?
  54. Apa jadinya dunia tanpa konsep waktu?
  55. Apakah kita mencari pengetahuan demi pengetahuan itu sendiri demi kekuatan yang dibawanya?
  56. Apakah kreativitas manusia ada batasnya tidak terbatas?
  57. Seberapa banyak hidup kita dibentuk oleh takdir, dan seberapa banyak oleh pilihan?
  58. Bagaimana jika setiap momen dalam hidup kita adalah titik balik?
  59. Dapatkah cinta ada tanpa kepercayaan apakah kepercayaan merupakan prasyarat untuk cinta?
  60. Apakah kita ditentukan oleh tindakan kita atau oleh niat kita?
  61. Apakah keindahan merupakan kualitas yang melekat hanya di mata yang melihatnya?
  62. Apakah sifat sejati dari realitas, dan dapatkah itu diketahui?
  63. Apakah kita hidup untuk bekerja bekerja untuk hidup?
  64. Apakah mengejar kebahagiaan adalah tujuan universal sebuah konstruksi budaya?
  65. Dapatkah seseorang benar-benar berubah apakah mereka selamanya terikat oleh masa lalunya?
  66. Apakah kita sendirian di alam semesta adakah makhluk cerdas lain di luar sana?
  67. Apakah kekuasaan itu korup apakah orang-orang yang korup mencari kekuasaan?
  68. Bagaimana jika ingatan kita tidak dapat diandalkan seperti yang kita pikirkan?
  69. Dapatkah kita melepaskan diri dari pengaruh pendidikan dan budaya kita?
  70. Apakah hidup adalah sebuah perjalanan, tujuan keduanya?
  71. Adakah pemandangan yang lebih indah daripada langit malam yang berbintang?
  72. Dapatkah kita benar-benar memahami kedalaman pikiran manusia?
  73. Bagaimana jika jalan yang jarang dilalui adalah jalan menuju petualangan terbesar kita?
  74. Apakah kita menghargai momen-momen sederhana yang membuat hidup ini layak untuk dijalani?
  75. Dapatkah kita benar-benar mengetahui esensi dari jiwa seseorang?
  76. Apakah cinta adalah kekuatan yang paling kuat di alam semesta?
  77. Apakah mimpi hanyalah sekilas pandang ke dunia paralel?
  78. Mungkinkah menemukan makna di dunia yang penuh dengan kekacauan?
  79. Apakah kata-kata kita memiliki kekuatan untuk mengubah jalannya sejarah?
  80. Bagaimana jika setiap akhir cerita hanyalah sebuah awal yang baru yang terselubung?
  81. Dapatkah kita memahami misteri kosmos dan asal-usul kehidupan?
  82. Apakah kita adalah arsitek dari takdir kita sendiri, atau apakah takdir itu sudah tertulis di bintang-bintang?
  83. Apakah mengejar kebahagiaan merupakan perjalanan tanpa akhir atau hanya sesaat?
  84. Apakah kita benar-benar menghargai nilai waktu hingga waktu itu berlalu begitu saja?
  85. Bagaimana jika setiap pilihan yang kita buat menciptakan riak dalam tatanan realitas?
  86. Apakah ada tujuan di balik setiap momen rasa sakit dan penderitaan?
  87. Dapatkah kita benar-benar melepaskan diri dari pengaruh masa lalu kita?
  88. Adakah kebenaran universal yang melampaui batas-batas budaya dan masyarakat?
  89. Apakah keinginan kita adalah kekuatan pendorong di balik pencapaian terbesar kita?
  90. Dapatkah kita memahami sepenuhnya potensi yang ada di dalam diri kita?

FAQ Contoh Kalimat Retoris

Apa saja contoh kalimat retoris?

  • Mengapa kita selalu mencari jawaban, padahal mungkin yang kita butuhkan adalah pertanyaan yang lebih baik?
  • Apakah cinta benar-benar bisa menyembuhkan segala luka?
  • Apakah keadilan selalu buta?
  • Apa yang akan kita tinggalkan bagi generasi berikutnya?
  • Bagaimana mungkin kita bisa mencapai perdamaian dunia jika kita tidak bisa mencapai perdamaian dalam diri kita sendiri?

Apa yang dimaksud retoris dan berikan contohnya?

Retoris adalah majas berupa pertanyaan yang tidak perlu dijawab karena jawabannya sudah terkandung dalam pertanyaan itu sendiri.

Berikut ini beberapa contoh majas retoris:

  • Apa kamu punya hati?
  • Apa kamu tidak punya hati nurani?
  • Sudah malam seperti ini, kamu baru saja pulang?
  • Apakah keadilan selalu buta?

Apa yang dimaksud dengan kalimat retoris?

Kalimat retoris adalah kalimat yang menggunakan majas retoris atau retorik, yakni suatu kalimat tanya yang sebenarnya mengandung makna pernyataan dan tidak memerlukan jawaban.

Apa saja pertanyaan retoris?

  • Apakah kita benar-benar menghargai nilai waktu atau apakah kita menganggapnya biasa saja?
  • Dapatkah kita benar-benar mengetahui kedalaman pikiran dan perasaan orang lain?
  • Apakah mungkin untuk memberi harga pada kebahagiaan orang yang kita cintai?
  • Apakah kita belajar lebih banyak dari kesuksesan kita, atau apakah kegagalan kita mengajarkan kita pelajaran yang lebih besar?
  • Dapatkah satu tindakan kebaikan benar-benar mengubah dunia?

***

Itulah penjelasan dan contoh kalimat retoris yang perlu kamu ketahui.

Simak  berbagai artikel informatif lainnya hanya di artikel.rumah123.com.

Ikuti Rumah123 di Google News agar tidak ketinggalan informasi terbaru.

Apabila sedang mencari hunian, temukan rekomendasi terbaiknya hanya di www.rumah123.com.

Menemukan hunian kini jadi lebih mudah karena kami selalu #AdaBuatKamu.

Referensi

  • Iskak, Ahmad dan Yustinah. (2006). Bahasa Indonesia Tataran Semenjana untuk SMK dan MAK Kelas X. Jakarta: Penerbit Erlangga
  • Darmayanti, Nani. (2007). Bahasa Indonesia untuk Sekolah Menengah Kejuruan Tingkat Madia (Kelas XI). Bandung: Grafindo Media Pratama

**gambar cover: shutterstock.com


Tag: , ,


alya

Content Writer

Berkarier di dunia kepenulisan sejak 2018 sebagai penulis lepas. Kini menjadi penulis di 99 Group dengan fokus seputar gaya hidup, properti, hingga teknologi. Gemar menulis puisi, memanah, dan mendaki gunung.
Selengkapnya

IKLAN

Tutup iklan
×

SCROLL UNTUK TERUS MEMBACA