video call BMC dengan Pak Ciputra

Para buruh migran di Hongkong yang sedang berbincang dengan Ciputra via Skype di Victoria Park pada penghujung 2015.

Semakin banyak jumlah wirausaha (entrepreneur) Indonesia, maka akan semakin mendukung kemajuan Indonesia. Hal ini diyakini betul oleh tokoh properti ternama Ciputra. Menurutnya, negara-negara maju memiliki persentase jumlah warganya yang jadi wirausaha jauh lebih tinggi ketimbang Indonesia. Hingga saat ini jumlah wirausaha Indonesia baru mencapai sekitar 2%.

Itu sebabnya, melalui Ciputra Group, Bapak Properti Indonesia Ciputra menyebarkan semangat kewirausahaan (entrepreneurship) di seluruh Indonesia. Niat baik Ciputra ini merupakan misi yang dijalankan Ciputra Group sejak sembilan tahun yang lalu.

Pada 2015, melalui UCEC (Universitas Ciputra Entrepreneurship Center) misi tersebut diterapkan melalui pelatihan, baik skala nasional maupun internasional. Pada program nasional, UCEC bekerja sama dengan berbagai macam kelompok menyebarkan kewirausahaan, antara lain dengan Nahdlatul Ulama (NU), Keuskupan Atmajaya, dan Wahid Institute.

Pada skala internasional, UCEC melatih Buruh Migran Hongkong asal Indonesia melalui program UCEC Sekolah Kehidupan. Kegiatan pelatihan yang dihadiri lebih dari 300 peserta ini membantu para buruh migran mewujudkan mimpinya segera kembali ke Indonesia dan membuka usahanya sendiri.

Berkat pelatihan tersebut, pada penghujung 2015 ini, Ciputra menerima penghargaan dari buruh migran Indonesia yang tergabung dalam Sekolah Kehidupan BMC (Buruh Migran Cerdas). Pada kesempatan ini, BMC yang kini sudah menjadi komunitas berbincang dengan Ciputra melalui Skype yang diadakan di Victoria Park, Hongkong.

"Indonesia membutuhkan 20 juta entrepreneur agar bisa menjadi negara yang maju dan sejahtera. Tidak harus dimulai dengan usaha yang besar, tetapi bisa dilakukan dari usaha kecil. Kembali ke Indonesia bukan hanya jadi pengusaha ya, tetapi juga melatih pengusaha baru di sekitaran," kata Ciputra berpesan seperti dikutip dari siaran persnya.

Entrepreneurship Camp

Kiprah UCEC di dunia internasional lebih dikenal sebagai Ciputra Foundation. UCEC ikut dalam Global Entrepreneurship Congress 2015 pada Maret lalu di Milan, Italia. Juga Start Up Nations Summit pada November di Monterrey, Meksiko.

Kedua perhelatan internasional itu dihadiri lebih dari 10.000 peserta internasional. UCEC tidak hanya diberikan kesempatan untuk memaparkan program yang diharapkan bisa menjadi contoh dan inspirasi bagi negara lainnya, namun juga diminta untuk menjadi peserta dalam berbagai diskusi panel.

Pada penghujung 2015 ini pula, tim UCEC bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri Indonesia menyelenggarakan Entrepreneurship Camp. Perhelatan ini untuk segenap penggiat start up dari negara Fiji di Pasifik Selatan.

Program yang diikuti oleh 15 pengusaha dari Fiji dan 15 pengusaha dari Indonesia ini berjalan sukses. Pada acara ini diperkenalkan konsep Entrepreneurship Ciputra Way dan model pendidikan kewirausahaan Ciputra yang berlandaskan tiga pilar yakni inspirasi, edukasi, dan inkubasi.

Melalui Global Entrepreneurship Week Indonesia, UCEC juga berperan sebagai penasihat pelaksana pekan kewirausahaan yang diselenggarakan oleh tim Sekolah Pembangunan Jaya. Perhelatan ini bersinergi dengan Universitas Pembangunan Jaya dan beberapa organisasi lainnya.

Acara di kawasan Bintaro Junction Mall tersebut disemarakkan oleh pawai kendaraan hias dan festival budaya. Banyak kalangan hadir untuk menikmatinya sambil memahami kreativitas dan inovasi dalam konteks Entrepreneurship Ciputra Way.

Bagikan:
1485 kali