transjakarta Ilustrasi Bus. Operator Transjakarta Akan Menambah Jam Operasional Untuk Mengantisipasi Penyebaran Virus Corona di Angkutan Umum (Foto: Rumah123.com/Freepik.com)

 

Operator Transjakarta memutuskan untuk menambah jam operasional dan rute. Selain itu, Transjakarta tidak menerima pembayaran tunai.

Penyebaran virus corona atau covid-19 semakin meluas di Indonesia. Jumlah orang yang positif terkena virus ini mencapai 227 orang pada Rabu (18/3/2020). 

Sebanyak 19 di antaranya meninggal dunia. Sementara itu, ada 11 orang yang dinyatakan sembuh. Tiga di antaranya merupakan mereka yang menjadi pasien awal. 

Sejumlah cara dilakukan untuk mencegah dan mengurangi penyebaran virus ini termasuk di angkutan umum. 

Laman berita online Katadata.co.id menyatakan operator BRT (Bus Rapid Transit) Transjakarta, PT Transjakarta memutuskan untuk menambah jam operasional dan rute mulai Selasa (17/3/2020). 

Sebelumnya, Transjakarta dan juga dua transportasi umum lainnya yaitu MRT (Mass Rapid Transit/Moda Raya Terpadu) Jakarta dan LRT (Light Rail Transit/Lintas Rel Terpadu) Jakarta memberlakukan pembatasan operasional pada Senin (16/3/2020). 

Awalnya, hal ini ditujukan agar tidak ada penumpang yang berdesakan saat berada di angkutan umum. 

Namun, yang terjadi adalah penumpukan jumlah calon penumpang di halte Transjakarta dan stasiun MRT Jakarta. 

Potensi penyebaran virus corona malah bisa terjadi lantaran adanya kerumunan orang dalam jumlah banyak. 

Baca juga: Transjakarta, MRT Jakarta, dan LRT Jakarta Kembali Beroperasi Normal

Transjakarta Menambah Jam Operasional dan Rute 

Operator Transjakarta menyatakan ada 123 rute untuk layanan reguler yang beroperasi mulai pukul 05.00 WIB (Waktu Indonesia Barat) hingga 22.00 WIB. 

Selanjutnya, ada 11 rute Layanan Angkutan Malam atau Amari yang berlangsung mulai pukul 22.00 WIB hingga 05.00. 

Jumlah rute Transjakarta yang beroperasi bakal mengalami penyesuaian. Rinciannya adalah sebagai berikut ini. 

Sebanyak 15 rute BRT dalam koridor, 25 rute angkutan umum terintegrasi di dalam kota, 4 rute RoyalTransi, 10 rute Transjabodetabek, dan 69 rute Mikrotrans. 

Baca juga: Jam Operasional Transjakarta, LRT Jakarta, dan MRT Jakarta Dibatasi

Transjakarta Memberlakukan Social Distancing 

Pengelola Transjakarta juga memberlakukan social distance atau social distancing di dalam bus. 

Social distancing adalah setiap orang menjaga jarak dengan lainnya. Sebaiknya, individu juga menghindari kerumunan. 

Langkah non medis ini dilakukan untuk mencegah penyebaran dan pemaparan virus corona dari satu orang ke orang lain. 

Social distance ini cukup efektif bila penyebaran virus melalui kontak cairan seperti bersin atau batuk atau kontak fisik. 

Tindakan social distancing di dalam bus Transjakarta ini membuat kapasitas angkut setiap bus tidak maksimal. 

Untuk bus gandeng, kapasitas penumpang dibatasi hanya 60 penumpang. Kapasitas bus besar dibatasi hanya 30 penumpang. 

Sedangkan untuk bus sedang dan RoyalTrans dibatasi hanya 15 penumpang. Untuk Mikrotrans hanya untuk enam penumpang. 

Pembatasan jumlah penumpang ini dilakukan untuk memastikan social distancing terjaga. Hal ini mencegah penumpukan penumpang terlalu lama di halte. 

Operator Transjakarta memastikan frekuensi dan jumlah bus yang beroperasi di setiap rute akan ditingkatkan hingga dua kali lipat dari frekuensi normal. 

Penambahan jumlah bus tentunya membuat volume penumpang yang naik di dalam satu bus dapat dikurangi. 

Pengelola Transjakarta juga berharap agar penumpang mau sabar mengantre di luar halte untuk menghindari berdesakan di dalam halte atau pun di dalam bus.

Calon penumpang yang mengantre akan diatur dengan jarak satu lengan. Ada jarak aman bagi setiap penumpang. 

Baca juga: KRL Commuter Line Hanya Sampai Stasiun Manggarai, Transjakarta Buka Rute Baru Ke Halte Tosari

Transjakarta Tidak Menerima Pembayaran Tunai 

Langkah lainnya yang dilakukan Transjakarta untuk mencegah penyebaran virus corona adalah meniadakan seluruh bentuk transaksi yang memakai uang tunai termasuk top up uang elektronik.

Transjakarta hanya melayani pembayaran non tunai alias menggunakan kartu elektronik bank mulai dari Kamis (19/3/2020). 

Situs berita online Detik.com mengutip pernyataan Kepala Divisi Sekretaris Korporasi dan Hubungan Masyarakat PT Transportasi Jakarta Nadia Diposanjoyo.

Nadia menyatakan Transjakarta menutup semua bentuk transaksi menggunakan uang tunai di seluruh halte Transjakarta untuk sementara waktu. 

Penumpang diharapkan memiliki saldo uang elektronik yang cukup di dalam kartunya. Jika tidak, penumpang bisa mengisinya di anjungan tunai mandiri bank atau minimarket terdekat. 

Baca juga: Transjakarta Telah Beroperasi Selama 16 Tahun, Simak Seperti Apa Asal Mulanya

Bagikan:
2726 kali