ganjil genap Ilustrasi. Polda Metro Jaya dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Memutuskan untuk Meniadakan Sistem Pembatasan Kendaraan Bermotor Berdasarkan Pelat Nomor Ganjil Genap Selama Dua Pekan Terkait Penyebaran Virus Corona Atau Covid-19 (Foto: Rumah123/Freepik.com)

 

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencabut sementara kebijakan ganjil genap. Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran virus covid-19 (corona). 

Jumlah pasien yang positif terjangkit virus corona atau covid-19 sudah mencapai 117 orang pada Ahad (15/3/2020). 

Sebanyak delapan pasien dinyatakan sembuh, sementara ada lima orang yang meninggal dunia. 

Meski hanya lima orang, namun fatality rate atau rasio kematian di Indonesia cukup tinggi yaitu 4,3 persen. 

Indonesia menempati posisi keempat setelah Filipina, Italia, dan Iran. Rasio memperbandingkan antara mereka yang terkena virus dan korban meninggal. 

Salah satu orang yang positif virus covid-19 adalah Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Hal ini sudah dibenarkan oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno. 

Pemerintah pusat dan juga pemerintah daerah melakukan sejumlah langkah antisipasi untuk mencegah penyebaran virus covid-19 ini. 

Langkah tersebut mulai dari meliburkan anak-anak sekolah, karyawan bekerja dari rumah atau work from home, dan lainnya. 

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya juga melakukan langkah pencegahan. 

Tindakan tersebut adalah mencabut sementara kebijakan pembatasan kendaraan bermotor berdasarkan pelat nomor ganjil genap di kawasan Jakarta selama dua pekan. 

Baca juga: 6 Cara Mencegah Penularan Virus Corona Saat di Angkutan Umum

Sistem Ganjil Genap Ditiadakan Selama Dua Minggu

Situs berita online Kompas.com melansir pernyataan Kepala Sub Direktorat Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya AKBP (Ajun Komisaris Besar Polisi) Fahri Siregar. 

Fahri menyatakan keputusan untuk mencabut sementara kebijakan ganjil genap tersebut dilakukan lantaran penyebaran virus covid-19 yang semakin meluas. 

Ganjil genap ditiadakan selama dua pekan. Pencabutan sementara ini diberlakukan mulai dari Senin (16/3/2020). 

Polda Metro Jaya akan melakukan antisipasi untuk mencegah kemacetan yang mungkin terjadi lantaran pencabutan sementara ganjil genap. 

Fahri menyatakan Polda Metro Jaya tidak akan menambah jumlah personel di lapangan dalam mengantisipasi kemacetan lantaran tidak berlakunya sistem ganjil genap. 

Jumlah petugas di lapangan dinyatakan sudah cukup untuk mengantisipasi kemacetan. Nantinya, petugas akan melakukan pengaturan lalu lintas dan juga rekayasa lalu lintas. 

Baca juga: 4 Dampak Penerapan Perluasan Ganjil Genap

Tidak Ada Penindakan Selama Ganjil Genap Dicabut Sementara 

Fahri juga melanjutkan bahwa kepolisian tidak akan melakukan tindakan penilangan selama aturan tersebut dicabut sementara. 

Selama ini, bagi mereka yang melanggar aturan ganjil genap akan mendapatkan surat tilang dari Polda Metro Jaya. 

Polisi melakukan penindakan secara langsung ataupun melalui tilang elektronik (ETLE/ electronic traffic law enforcement

Fahri menyatakan Polda Metro Jaya dan Pemprov DKI Jakarta akan melakukan evaluasi setelah pencabutan sementara selama dua pekan.

Baca juga: Jakarta Berlakukan Parkir Ganjil Genap untuk Jalan Gajah Mada dan Hayam Wuruk

Gubernur DKI Jakarta Mengimbau Warga Untuk Membatasi Aktivitas 

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga sempat memberikan himbauan kepada warga untuk membatasi aktivitas di luar rumah. 

Masyarakat dihimbau untuk tidak menghadiri acara yang dihadiri oleh orang banyak. Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran covid-19. 

Anies pun mengeluarkan kebijakan pembatasan penggunaan transportasi umum. Jadwal operasi sejumlah transportasi publik dibatasi. 

BRT (Bus Rapid Transit) Transjakarta, MRT (Mass Rapid Transit/Moda Raya Terpadu) Jakarta, dan LRT (Light Rail Transit/Lintas Rel Terpadu) Jakarta beroperasi sejak pukul 06.00 hingga 18.00 WIB (Waktu Indonesia Barat). 

Sejumlah langkah ini memang diberlakukan untuk mencegah penyebaran virus corona atau covid-19 lebih luas. 

Kerumunan orang memang berpotensi menyebarkan virus tersebut. Potensi penyebaran di transportasi umum juga besar. 

Untuk itu, kamu sebaiknya menghindari kerumunan orang. Jika tidak bisa, biasakan untuk mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer.

Baca juga: LRT Jakarta dan LRT Palembang Antisipasi Penyebaran Virus Corona

Bagikan:
756 kali