membeli rumah over kredit

Over kredit rumah kerap dijadikan pilihan dalam melakukan pembelian hunian. 

Secara harfiah, over kredit rumah adalah metode pembelian/penjualan rumah dengan memindahkan cicilan kredit kepemilikan rumah (KPR). 

Debitur lama (pemilik lama) akan mengalihkan cicilan KPR kepada debitur baru (pembeli).

Banyak orang menganggap rumah yang dijual over kredit kerap kali bermasalah. 

Padahal tak semua over kredit berarti memiliki masalah. 

Meski begitu, selalu ada untung dan rugi dalam membeli rumah secara over kredit. 

Dengan begitu, kamu jadi bisa mempertimbangkan  sebelum akhirnya over kredit rumah.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut untung dan rugi over kredit rumah:

Keuntungan Over Kredit Rumah

1. Terlepas dari Tanggung Jawab Cicilan

Keuntungan yang satu ini akan berlaku bagi penjual rumah sebab dirinya akan terbebas dari tanggung jawab cicilan rumah

Banyak penjual rumah yang kerap melakukan over kredit karena tak mampu melunasi biaya cicilan setiap bulannya. 

Cara ini dianggap lebih baik daripada rumah tersebut disita oleh bank.

Dengan begitu, penjual tak kehilangan banyak uang dari pembelian rumah sebelumnya.

2. Harga Rumah Cenderung Lebih Murah

over kredit rumah

Jika penjual rumah terbebas dari hutang, maka pembeli rumah cenderung akan mendapatkan hunian dengan harga yang lebih murah daripada di pasaran. 

Hal ini karena harga rumah yang ditetapkan penjual hanya didasarkan pada biaya uang muka, cicilan yang telah dibayar, dan biaya saat pengajuan KPR

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, rumah akan disita oleh bank jika pembeli awal tidak sanggup membayar cicilan per bulannya.

Untuk, itu pembeli akan memilih untuk over kredit dengan harga yang lebih murah daripada kehilangan rumah beserta cicilan yang telah disetorkan sebelumnya.

3. Rumah Siap Huni

Rumah over kredit adalah rumah yang telah lulus verifikasi pengajuan KPR. 

Syarat pengajuan KPR sendiri juga diketahui cukup ketat. 

Mulai dari akses yang mudah, tidak boleh berada di gang sempit, dan lain sebagainya.

Untuk itu, rumah over kredit cenderung lebih siap untuk dihuni dibandingkan rumah bekas lainnya. 

Dengan begitu, kamu tak perlu repot untuk mengurus pembangunan rumah lagi. 

Kerugian Over Kredit Rumah

1. Proses Rumit dan Memakan Waktu

Seperti pengajuan KPR, over kredit rumah juga membutuhkan proses yang rumit dan memakan banyak waktu. 

Ada beberapa prosedur yang biasanya harus dilalui sebelum alih kredit dapat dilakukan. 

Pada dasarnya, terdapat dua cara yang bisa ditempuh dalam melakukan over kredit rumah. 

Pertama melalui bank, sementara yang kedua melalui perantara notaris.

Banyak orang yang kerap menggunakan cara kedua karena dianggap lebih praktis. 

Meski begitu, kamu tetap harus berurusan dengan pihak bank ketika proses analisis kredit dilakukan. 

Oleh sebab itu, proses ini justru memakan waktu lebih lama. 

2. Kemungkinan Pengajuan Ditolak Lebih Tinggi

beli rumah

Berbeda dengan pengajuan KPR biasa, upaya pengajuan over kredit rumah memang lebih ketat dan lebih panjang. 

Sebab, pihak bank cenderung lebih selektif dalam memilih debitur baru atas rumah tersebut.

Hal itu karena pihak bank ingin memberikan persetujuan cicilan kepada debitur yang benar-benar mampu membayar cicilan hingga lunas. 

Untuk itulah, prosedur pengajuan cicilan dibuat lebih panjang dan mendetail. 

Selain itu,  analisis kredit juga dilaksanakan lebih ketat daripada sebelumnya. 

Tak heran, jika akhirnya banyak pembeli yang pengajuannya ditolak.

Meski begitu, banyak pula pembeli yang pengajuannya diterima jika memberikan bukti dan kelengkapan bahwa mereka sanggup menyelesaikan cicilan.

Itulah untung dan rugi over kredit rumah yang harus kamu ketahui sebagai bahan pertimbangan. 

Jangan lupa kunjungi artikel.rumah123.com untuk dapatkan artikel menarik lainnya seputar properti. 

Kamu juga bisa mencari properti yang sesuai kebutuhanmu seperti Bintaro Plaza Residences hanya di www.rumah123.com.

Bagikan:
1084 kali