ular kobra- rumah123.com Ular Kobra Dikenal Sebagai Salah Satu Ular dengan Bisa Mematikan. Jangan Lupa untuk Mengetahui Cara Menangani Gigitan Ular Kobra (Foto: Rumah123/Getty Images)

Kemunculan ular kobra terjadi di sejumlah tempat di Indonesia. Sebenarnya, seberapa mematikan bisa ular kobra yang juga dikenal sebagai ular sendok ini?

Warga menemukan anak ular kobra di sejumlah tempat. Beberapa kawasan tersebut adalah Citayam dan Depok di Jawa Barat, Ciracas di Jakarta Timur.

Lantas ada juga penemuan di Jember (Jawa Timur), Gunung Kidul (Daerah Istimewa Yogyakarta), dan juga Sukoharjo (Jawa Tengah). Jumlah anak ular kobra yang ditemukan antara belasan hingga puluhan.

Baca juga: Tips Mencegah Ular Kobra Masuk Ke Rumah, Plus Cara Menghadapinya

Ular yang ditemukan memang masih berupa anak ular kobra. Namun, ular jenis ini memang dikenal sebagai ular berbisa.

Anak ular kobra tetap berbahaya. Warga yang menemukan anak ular kobra pun memilih untuk mematikannya ketimbang menangkapnya.

Sebenarnya, seberapa mematikan bisa ular kobra? Situs berita online Kompas.com mengutip penjelasan seorang pakar toksonologi dan bisa ular, Dr dr Tri Maharani M.Si SP.

Bisa Ular Kobra yang Masuk ke Tubuh Dapat Menyebabkan Kematian

Ular kobra memiliki banyak spesies. Ular ini ada di kawasan Asia Selatan dan Asia Tenggara. Di Indonesia, ada Naja Sputatrix atau ular kobra Jawa dan juga Naja Sumatrana atau ular kobra Sumatera.

Tri menjelaskan bisa ular kobra secara dominan mengandung mycrotoxin, cardiotoxin, neurotoxin dan cytotoxin. Bisa ular kobra yang masuk ke dalam tubuh dapat menyebabkan kematian. Neurotoxin melumpuhkan saraf, cardiotoxin menyerang jantung, sedangkan cytotoxin merusak sel.

Hal yang menyebabkan kematian adalah kandungan cardiotoxin dan neurotoxin. Durasi waktu bisa ular dapat menyebabkan kematian ini bisa berbeda, tergantung dari jumlah bisa yang masuk ke dalam badan manusia.

Baca juga: Kenapa Ular Kobra Bisa Masuk Ke Permukiman Warga?

Jika jumlah cardiotoxin dan neurotoxin banyak maka orang yang digigit ular bisa meninggal dalam beberapa menit hingga hitungan jam. Kalau korban tidak mendapatkan serum anti bisa ular atau antivenom, dia akan mengalami kerusahkan sel.

Jaringan seperti otot pembuluh darah saraf dapat rusak dan mati. Bisa ini masuk ke tubuh dan menyebar melalui kelenjar getah bening.

Menangani Korban yang Digigit dan Terkena Bisa Ular Kobra

Ular kobra menjadi salah satu ular yang cukup dikenal di Indonesia. Ular ini dikenal dengan nama ular sendok karena ketika hendak mematuk, kepalanya melebar seperti bentuk ular.

Ular lainnya yang cukup dikenal adalah ular sanca alias ular piton. Ular sanca bukanlah ular berbisa. Ular sanca mematikan jika sudah melilit korbannya.

Bagi kamu yang tinggal di Indonesia, sudah seharusnya mengetahui cara menangani korban gigitan ular kobra. Ada sejumlah langkah yang dapat dilakukan.

Baca juga: Ini Dia Sejumlah Cara Mencegah Ular Masuk Rumah

Pertama, melaksanakan imobilisasi atau menjadikan bagian badan yang digigit ular kobra tidak bergerak. Korban harus segera dibawa ke rumah sakit.

Kedua, melaksanakan pertolongan berdasarkan panduan Badan Kesehatan Dunia, WHO (World Health Organization). Salah satunya memberikan anticholinesterase.

Ketiga, jangan pernah menghisap atau menyedot anggota tubuh yang terkena gigitan ular. Keempat, jangan mengeluarkan darah atau memijat bagian badan yang digigit ular.

Kelima, lakukan penanganan secara korban. Jadi tidak disarankan untuk memakai obat herbal. Keenam, jika gigitan bisa ular menimbulkan cacat, langkah berikutnya adalah latihan fisioterapi.

Baca juga: Apa Beda Ular Weling dengan Ular Welang?

Bagikan:
5230 kali