pajak bumi bangunan

Ketika memutuskan untuk memiliki hunian sendiri, artinya kamu juga bertanggung jawab akan Pajak Bumi dan Bangunan yang harus dibayar. Ini cara menghitung PBB yang benar!

Jika kamu sudah memiliki properti sendiri, pastinya sering mendengar dan mengetahui istilah PBB. 

PBB atau Pajak Bumi dan Bangunan merupakan salah satu jenis pajak langsung yang harus disetorkan kepada negara, atas hak tanah dan bangunan yang sudah ditempati. 

Artinya, bagi siapa saja yang sudah menikmati manfaat atas tanah dan bangunan yang ditempatinya. 

Membayar PBB hukumnya wajib setiap tahunnya, maksimal 6 bulan setelah diterimanya Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT). 

Untuk diketahui, PBB merupakan jenis pajak langsung sehingga harus disetorkan kepada negara dengan bentuk balas jasa tidak langsung.

Oleh sebab itu, kamu harus membayar PBB sebagai bagian dari tertib administrasi kepemilikan rumah.

Khusus untuk 2021, batas akhir pembayaran PBB akan terus berlangsung sampai dengan 21 Oktober sehingga kamu memiliki waktu yang lebih leluasa.

Tak hanya waktu yang lebih leluasa, kamu juga bisa mendapatkan keringanan PBB dengan syarat dan ketentuan berlaku.

Lantas, bagaimana cara menghitung PBB dan dasar pengenaan PBB? Simak pembahasannya bersama-sama!

Pengertian Pajak Bumi dan Bangunan 

Pajak Bumi dan Bangunan merupakan salah satu jenis Pajak Negara yang dikenakan terhadap bumi dan bangunan.

Dasar hukum yang digunakan dalam penentuan Pajak Bumi dan Bangunan tertuang dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1985 tentang PBB yang diubah dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1994.

Seiring berjalannya waktu, PBB di daerah pedesaan dan perkotaan menjadi salah satu jenis pendapatan daerah yang diatur dalam UU No.28 Tahun 2009 tentang Pajak dan Retribusi Daerah.

Mengingat PBB bersifat kebendaan, ada beberapa subjek pajak yang perlu kamu ketahui dalam cara menghitung PBB antara lain : 

1. Memiliki bukti kepemilikan sah atas bumi (tanah) 

2. Mendapatkan beragam manfaat atas bumi (tanah) yang dimiliki

3. Memiliki bangunan fisik

4. Memiliki hak dan kekuasaan atas bangunan

5. Memperoleh beragam manfaat atas aset bangunan

Pembayaran PBB dibayar setiap tahun baik ditanggung oleh perorangan maupun perusahaan yang mendapat keuntungan atas nilai ekonomi untuk tanah dan bangunan. 

Dasar Penentuan PBB

bayar pbb online Sumber: 99.co

Secara umum, penentuan pengenaan PBB dihitung dari Nilai Jual Objek Pajak atau yang biasa disebut dengan NJOP.

Dalam hal ini, NJOP merupakan harga pasar atau rata-rata acuan per meter persegi bagi transaksi tanah dan bangunan.

Adapun, besaran NJOP diatur oleh Kementerian Keuangan dan pada masing-masing daerah nilai besarannya juga berbeda-beda.

Tak ayal, jika besaran NJOP antar wilayah pastinya berbeda-beda terlebih apabila hunian rumah berada di kawasan elit maupun jalan raya.

Selanjutnya, dasar pengenaan cara menghitung PBB juga dikaitkan Nilai Jual Objek Tidak Kena Pajak (NJOPTKP). 

Berdasarkan NJOPTKP, suatu tanah dan bangunan bisa saja tidak dikenakan oleh pajak bumi dan bangunan yang diatur masing-masing wilayah dan daerah berbeda-beda.

Aturan menteri menyatakan jika besaran terendah NJOPTKP senilai Rp10 juta untuk setiap masing-masing wajib pajak.

Bagaimana Cara Menghitung PBB dengan Mudah?

Seringkali, orang-orang merasa dipusingkan saat akan membayar pajak, tak terkecuali saat membayar PBB. 

Ada beberapa hal penting dalam menentukan jumlah pajak yang harus dibayar, yakni Nilai Jual Objek Pajak (NJOP), Nilai Jual Objek Tidak Kena Pajak (NJOPTKP), Nilai Jual Kena Pajak (NJKP).

Secara umum, dasar perhitungan pajak PBB adalah 0,5 persen dikali dengan NJKP (Nilai Jual Kena Pajak) sesuai ketentuan Pasal 5 UU PBB.

Rumus perhitungan pajak PBB = tarif 0,5% x NJKP 

Berdasarkan Pasal 6 ayat (3) UU PBB, NJKP ditetapkan paling rendah 20% dan paling tinggi 100% dari NJOP.

Untuk PBB P-3, yang masuk pada sektor perkebunan, kehutanan, dan pertambangan (P3) sebesar 40% dari Nilai Jual Objek Pajak (NJOP).

Sektor lainnya, NJKP ditetapkan sebesar 40% apabila NJOP mencapai Rp1 miliar atau lebih bila objek pajak lainnya memiliki NJOP.

Perhitungan PBB P-3 atau PBB lainnya yang dikelola oleh pemerintah pusat juga diberikan Nilai Jual Objek Tidak Kena Pajak (NJOPTKP) dengan ketetapan Rp2 juta.

Adapun, besaran NJOP dan NJOPTKP ditetapkan tiga tahun sekali oleh Menteri Keuangan. 

Khusus untuk daerah tertentu, dapat dilakukan setiap tahun sesuai perkembangan wilayah tersebut.

Rumus cara menghitung PBB adalah berikut ini. 

PBB 

= Tarif x Dasar Pengenaan Pajak 

= Tarif x NJKP 

= Tarif x (40% x (NJOP - NJOPTKP))* 

*persentase NJKP 40% untuk PBB - P3 

Cara Hitung PBB Rumah Sederhana

20140723persyaratan-balik-nama-sppt-pbb Sumber: Tribunnews

Andi memiliki rumah di daerah Pejompongan, Jakarta Pusat dengan luas tanah 144 m2 dan luas bangunan 121 m2.

Diketahui jika harga tanah per m2 adalah Rp18 juta, dan harga bangunan Rp7 juta per m2. 

Pertama, kamu harus hitung nilai total tanah dan bangunannya :

Tanah: 144 m2 x Rp18.000.000 = Rp2.592.000.000

Bangunan: 121 m2 x Rp7.000.000 = Rp847.000.000

Kemudian, hitung nilai NJOP dengan menjumlahkan nilai tanah dan bangunan

NJOP: Rp2.592.000.000 + Rp847.000.000 = Rp3.439.000.000

Terakhir, hitung besaran PBB

NJKP: 20% x Rp3.439.000.000 = Rp687.800.000

PBB : 0,5% x Rp687.800.000 = Rp 3.439.000

Dari hasil perhitungan diatas, didapatkan besaran pajak yang harus dibayar oleh Andi senilai Rp3.439.000 per tahun. 

Perhitungan diatas bersifat tidak mengikat dengan penyesuaian pada Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) sesuai lokasi tempat tinggal. 

Jika hunian yang kamu tempati adalah lahan tanah dengan nilai jual dibawah Rp1 miliar, maka tidak dikenakan NJOP.  

Contoh Perhitungan PBB apabila Terkena Denda 

Selain mengetahui perhitungan PBB, kamu juga harus tau cara menghitung PBB apabila terkena denda karena keterlambatan bayar.

Dalam hal ini, kamu akan menerima Surat Pemberitahuan Pajak Terutang yang wajib dibayar saat melunasi pajak terutang dengan nominal 2% dari tunggakan pajak.

Denda akan terakumulasi dengan cara menghitung PBB tahunan sesuai waktu keterlambatan yakni sekurang kurangnya 24 bulan atau 2 tahun.

Adapun, berikut ini merupakan langkah-langkah cara menghitung denda PBB secara mudah dengan asumsi keterlambatan selama 1 tahun 6 bulan : 

Denda : 2,000,000 x 2% x 18 bulan : Rp720,000 

Nominal tersebut baru dalam bentuk denda, maka kamu diwajibkan membayar PBB beserta dendanya dengan perhitungan antara lain : 

Rp2,000,000 + Rp2,000,000 + Rp720,000 : Rp4,720,000

Semakin lama kamu membayar PBB, maka jumlah tunggakan yang kamu bayarkan hingga dua tahun akan semakin besar.

Pastikan kamu membayar PBB tepat waktu.

Cara Memeriksa Tagihan PBB Online

pajak-bumi-dan-bangunan

1. Tagihan PBB, berupa SPPT biasanya dapat biasanya dapat diambil di kecamatan maupun kelurahan. 

2. SPPT sudah bisa diambil masing-masing Ketua RT setempat, karena pihak kecamatan atau kelurahan karena sudah didistribusikan langsung. 

3. Selain distribusi SPPT dalam bentuk fisik, kamu pun kini sudah bisa mengecek secara online tagihan pembayaran PBB, baik tahun ini maupun tahun-tahun sebelumnya secara lengkap, termasuk PBB terutang. 

4. PBB online juga dapat membantu kamu saat membeli bangunan, sehingga tidak terjadi masalah sengketa dengan pemilik bangunan sebelumnya.

5. Berikut ini merupakan daftar aplikasi dan situs untuk cek PBB online antara lain:

A. Jakarta: Aplikasi pajak online DKI Jakarta atau situs https://bprd.jakarta.go.id/pencarian-sppt-pbb/

B. Kota Depok :  aplikasi e-PBB Kota Depok dan situs  http://pbb-bphtb.depok.go.id/

6. Tidak hanya sekadar mengetahui tagihan pajak saja, kamu juga bisa melihat besaran total NJOP dan NJKP secara faktual dan terperinci.

7. Jika internet kamu sedang bermasalah, kamu juga bisa mengirim SMS dengan format sebagai berikut : NOP (spasi) Nomor Objek Pajak pada SPPT, kemudian kirim ke 0812101070.

Setelah menghitung PBB dengan cara yang mudah, pastikan jika kamu juga sudah membayar PBB untuk periode fiskal tahun ini. 

Membayar PBB bukan hanya sekadar kewajiban, melainkan juga memberi rasa tenang terhadap hunian rumah yang kita tempati. 

Jadi, ketika sudah tiba waktunya, jangan lupa untuk menunaikan kewajiban tersebut ya!

Simak artikel-artikel lain seputar legalitas rumah hanya di artikel.rumah123.com.

"Ayo, jadikan investasi properti terbaik di Kota Harapan Indah selengkapnya."

Bagikan:
2698 kali