Ketika memutuskan untuk memiliki hunian sendiri, artinya kamu juga bertanggung jawab akan Pajak Bumi dan Bangunan yang harus dibayar. Ini cara menghitung PBB yang benar!

pajak bumi bangunan

Jika kamu sudah memiliki properti sendiri, pastinya sering mendengar dan mengetahui istilah PBB. 

PBB atau Pajak Bumi dan Bangunan merupakan salah satu jenis pajak langsung yang harus disetorkan kepada negara, atas hak tanah dan bangunan yang sudah ditempati. 

Artinya, bagi siapa saja yang sudah menikmati manfaat atas tanah dan bangunan yang ditempatinya. 

Membayar PBB hukumnya wajib setiap tahunnya, maksimal 6 bulan setelah diterimanya Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT). 

Bagaimana cara menghitung PBB dengan mudah?

Seringkali, orang-orang merasa dipusingkan saat akan membayar pajak, tak terkecuali saat membayar PBB secara langsung. 

Lantas, bagaimanakah cara menghitung PBB dengan tepat?

Untuk rumus dasar perhitungan pajak PBB adalah:

0.5 dikali dengan NJKP (Nilai Jual Kena Pajak).

Jadi, jika kamu memiliki properti lebih dari satu dengan nilai pajak tertentu, kamu pun harus menyisihkan sebagian uang untuk membayar PBB tahunan. 

Contoh perhitungan PBB sederhana

Andi memiliki rumah di daerah Pejompongan, Jakarta Pusat dengan luas tanah 144 m2 dan luas bangunan 121 m2.

Diketahui jika harga tanah per m2 adalah Rp18 juta, dan harga bangunan Rp7 juta per m2. 

Pertama, kamu harus hitung nilai total tanah dan bangunannya :

Tanah: 144 m2 x Rp18.000.000 = Rp2.592.000.000

Bangunan: 121 m2 x Rp7.000.000 = Rp847.000.000

Kemudian, hitung nilai NJOP dengan menjumlahkan nilai tanah dan bangunan

NJOP: Rp2.592.000.000 + Rp847.000.000 = Rp3.439.000.000

Terakhir, hitung besaran PBB

NJKP: 20% x Rp3.439.000.000 = Rp687.800.000

PBB : 0,5% x Rp687.800.000 = Rp 3.439.000

Dari hasil perhitungan diatas, didapatkan besaran pajak yang harus dibayar oleh Andi senilai Rp3.439.000 per tahun. 

Perhitungan diatas bersifat tidak mengikat dengan penyesuaian pada Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) sesuai lokasi tempat tinggal. 

Jika hunian yang kamu tempati adalah lahan tanah dengan nilai jual dibawah Rp1 miliar, maka tidak dikenakan NJOP.  

Baca juga: Mengurus Sertifikat Tanah Gampang Kok! Ini Panduan Lengkapnya

Cara Memeriksa Tagihan PBB Online

- Tagihan PBB, berupa SPPT biasanya dapat biasanya dapat diambil di kecamatan maupun kelurahan. 

- Namun, untuk mempercepat birokrasi, kini SPPT sudah bisa diambil masing-masing Ketua RT setempat, karena pihak kecamatan atau kelurahan tersebut telah menyerahkannya melalui Ketua RW lalu didistribusikan kepada Ketua RT. 

- Selain distribusi SPPT dalam bentuk fisik, kamu pun kini sudah bisa mengecek secara online tagihan pembayaran PBB, baik tahun ini maupun tahun-tahun sebelumnya secara lengkap, termasuk PBB terutang. 

- Tak hanya memeriksa tagihan, PBB online juga dapat membantu kamu saat membeli bangunan, sehingga tidak terjadi masalah sengketa dengan pemilik bangunan sebelumnya.

- Saat ini, ada beberapa wilayah yang sudah mempunyai aplikasi pengecekan PBB online  maupun situs Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) per masing-masing wilayah kabupaten atau kota.

- Wilayah tersebut meliputi : Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang Selatan, Bekasi, Semarang, dan lainnya.

- Berikut ini merupakan daftar aplikasi dan situs untuk cek PBB online di:

1. Jakarta: Aplikasi pajak online DKI Jakarta atau situs https://bprd.jakarta.go.id/pencarian-sppt-pbb/

2. Bogor, Tangsel, Kota Bekasi, Semarang: Aplikasi IPBB per wilayah

3. Kota Depok :  aplikasi e-PBB Kota Depok dan situs  http://pbb-bphtb.depok.go.id/

- Pada situs tersebut, masukan Nomor Objek Pajak (NOP), setelah dimasukan, kamu tinggal memilih tagihan PBB yang akan dilihat dan muncul semua data historis, termasuk nama wajib pajak. 

- Tidak hanya sekadar mengetahui tagihan pajak saja, kamu juga bisa melihat besaran total NJOP dan NJKP secara faktual dan terperinci.

- Jika internet kamu sedang bermasalah, kamu juga bisa mengirim SMS dengan format sebagai berikut : NOP (spasi) Nomor Objek Pajak pada SPPT, kemudian kirim ke 0812101070.

Setelah menghitung PBB dengan cara yang mudah, pastikan jika kamu juga sudah membayar PBB untuk periode fiskal tahun ini. 

Membayar PBB bukan hanya sekadar kewajiban, melainkan juga memberi rasa tenang terhadap hunian rumah yang kita tempati. 

Jadi, ketika sudah tiba waktunya, jangan lupa untuk menunaikan kewajiban tersebut ya!

Simak artikel-artikel lain seputar legalitas rumah hanya di artikel.rumah123.com.

Bagikan:
791 kali