cara menggunakan linkedin - Rumah123.com Dengan cara menggunaksakan LinkedIn yang tepat, kamu bisa mudah mencari kerja - Rumah123.com

“Susah cari kerja tuh!” 

Eits, siapa bilang? Dibandingkan jaman dahulu, kini semua dimudahkan berkat adanya teknologi. Kamu tak perlu lagi mencari kerja dari pintu ke pintu.

Sebab, sudah ada banyak platform teknologi khusus untuk mencari kerja. Para recruiter juga sudah memanfaatkan media sosial untuk mencari calon karyawan. 

Salah satunya platform yang sering digunakan adalah LinkedIn. Sebenarnya, apa sih LinkedIn itu?

Fungsi dari LinkedIn

Jika dijelaskan secara singkat, LinkedIn adalah media sosial untuk urusan profesional. Jika di media sosial lain seperti Instagram atau Facebook kamu mengunggah foto maupun video seputar kehidupan sehari-hari. 

Maka LinkedIn adalah tempat untuk mengunggah informasi seputar riwayat pendidikan pengalaman kerja, pengalaman organisasi, dan apapun yang berkaitan dengan karier. 

LinkedIn bisa dibilang adalah CV online. Sebab, informasi yang ada di CV juga bisa dimasukkan ke dalam LinkedIn. 

Menariknya, LinkedIn memiliki fitur pencarian kerja di dalamnya. Sehingga sejumlah perusahaan yang punya akun LinkedIn resmi bisa memberikan informasi lowongan kerja, baik melalui halaman mereka atau melalui fitur pencarian kerja.

Cara membuat akun LinkedIn pun kurang lebih sama seperti membuat akun media sosial lain. Kamu akan diminta untuk mengisi profilmu dengan data diri, dan informasi-informasi terkait karier. 

Baca juga: 4 Ide Bisnis Sampingan Karyawan di Akhir Pekan, Lumayan Buat Nambah Cuan!

Mengisi profil LinkedIn agar lebih mudah ditemukan recruiter

Dari sekian banyak profil LinkedIn di luar sana, tentu kamu harus melakukan sesuatu agar recruiter tempatmu melamar kerja bisa tertarik dengan profilmu.

Ada sejumlah cara yang bisa diterapkan untuk membuat profilmu lebih menarik ketimbang yang lain. Ini dia sejumlah tips-nya!

Header 

Header menjadi hal pertama yang dilihat oleh orang lain yang membuka profilmu. Fungsinya bisa menjadi media yang menggambarkan siapa dirimu. 

Misalnya pekerjaanmu adalah desainer grafis. Kamu bisa memasang hasil karyamu di sana. Atau jika kamu adalah orang yang gemar melakukan kegiatan sosial, bisa memasang foto ketika menjadi sukarelawan. 

Dengan satu gambar pada header, kamu bisa menunjukkan siapa dirimu dengan mudah.

Foto profil

Pernah melihat foto profil LinkedIn berupa pas foto dengan latar warna biru atau merah? Atau justru, kamu memasang foto seperti itu pada profilmu? Sebaiknya, hindari foto seperti ini. 

Dengan memasang pas foto, recruiter akan menilai bahwa kamu adalah orang yang kaku. Pasang foto yang terlihat profesional, tapi tak perlu sebegitu formal. Pastikan foto yang kamu pasang adalah foto dirimu sendiri, bukan foto grup.

Proporsinya pun juga tak kalah penting. Lebih baik jika wajahmu bisa langsung terlihat tanpa membuat orang harus membuka profilmu dulu.

Headline

Di sini, kamu diminta untuk menginformasikan tentang apa yang kamu lakukan. Kamu bisa mengisinya dengan profesimu saat ini. Misalnya seperti “Content Writer di Rumah123.com”. 

Untuk para fresh graduate, bisa juga mengisi “Fresh Graduate” kemudian dilanjutkan dengan nama universitas. Jangan lupa untuk masukkan domisilimu. 

Ketika mencari kandidat, recruiter akan memfilter area sesuai dengan area mereka. Profilmu menjadi lebih mudah ditemukan jika terdapat informasi domisili. 

Summary

Pada bagian ini, jelaskan dalam satu paragraf mengenai dirimu. Apa yang sedang kamu kerjakan sekarang, minat kariermu, dan pencapaian membanggakan yang pernah diraih sepanjang kariermu.

Ingat, buat seringkas dan sejelas mungkin. Terlalu panjang atau terlalu singkat justru tak baik.

Experience

Isi bagian ini dengan pengalaman beserta masa kerja. Berikan deskripsi lengkap tentang tanggung jawab sehari-hari dan peranmu di kantor.

Education

Isi dengan pendidikan, masa belajar, beserta Indeks Prestasi Kumulatifmu. 

Skills & Endorsement

Dalam bagian ini, masukkan skillset yang kamu miliki. Tapi perlu diingat, jangan memasukkan yang tak benar-benar kamu bisa lakukan. 

Untuk endorsement, minta orang lain yang ahli di bidangnya untuk mengendorse kamu di skill tersebut. 

Recommendation

Minta dosen, rekan kerja atau bos untuk memberikan ulasan mereka selama bekerja denganmu. 

Baca juga: 5 Inspirasi Ruang Kerja Minimalis, Jadi Makin Fokus deh Kerja dari Rumah!

Cara menggunakan LinkedIn untuk mencari kerja

Setelah menyusun profil dengan cara di atas, sekarang saatnya mencari kerja melalui LinkedIn. Ini dia beberapa cara menggunakan LinkedIn untuk mencari kerja!

Menggunakan fitur “Jobs”

Isi “minat kerja” di halaman profilmu supaya nantinya hasil dari pencarian di fitur “Jobs” akan sesuai dengan keinginanmu. 

Lalu setelah itu, telusuri fitur “Jobs”, yang berisi lowongan dari perusahaan. Kamu bisa menggunakan fitur “Easy Apply”, di mana cukup dengan satu klik, kamu bisa melamar kerja. 

Tanpa menggunakan fitur “Jobs”

1. Pastikan kamu sudah memiliki lebih dari 500 koneksi di LinkedIn. Sebisa mungkin, perbanyak orang dari HR Recruitment

2. Jika belum, buka tab Search dan ketik kata kunci rekrutmen/recruitment/talent acquisition/recruiter/hr officer/hr manager/recruitment manager

3. Setelah tekoneksi dengan banyak orang yang berprofesi sebagai HRD, buka tab Search

4. Ketik kata kunci "membutuhkan","recruitment","looking for","hiring"

5. Kamu akan melihat para recruiter memposting lowongan kerja di profil mereka

6. Pilih yang sesuai minatmu, lalu apply untuk posisi tersebut.

Bagikan:
1393 kali