cara mengelola sampah

Masih banyak masyarakat yang kerap membakar sampah plastik bersamaan dengan sampah lainnya. 

Padahal cara tersebut tidak aman bagi kesehatan dan lingkungan di sekitar karena akan menghasilkan asap putih yang beracun bagi manusia. 

Untuk itu, kamu sebaiknya mengetahui cara mengelola sampah rumah tangga yang tepat. 

Hal itu tak hanya akan membuat keluarga di rumah jadi lebih sehat, namun juga bisa meminimalisir dampak negatif sampah terhadap lingkungan. 

Jika kamu masih bingung dalam pengelolaan sampah rumah tangga, yuk simak lima cara mengelola sampah yang bisa bermanfaat yang dilansir dari CNN berikut ini:

Pisahkan Sampah Sesuai Jenisnya

Cara mengelola sampah yang yang pertama adalah dengan memisahkan sesuai dengan jenisnya. 

Secara garis besar sampah bisa dibagi menjadi dua jenis, yaitu sampah organik dan anorganik.

Maka, akan lebih baik jika kamu menyiapkan dua tempat sampah yang berbeda di rumah untuk kedua jenis sampah tersebut. 

Sampah organik adalah sampah yang berasal dari alam, seperti sisa makanan atau daun. 

Dengan kata lain, semua sampah yang dapat terurai dengan mudah adalah sampah organik.

Sementara sampah plastik, karet, kaca dan kaleng masuk ke dalam kategori sampah anorganik. 

Sampah anorganik sebaiknya dibuang di tempat yang memiliki alat pelebur plastik atau alat daur ulang.

Buat Sampah Organik Jadi Pupuk

mengelola pupuk kompos

Sampah rumah tangga organik dapat diolah menjadi pupuk kompos yang bisa digunakan untuk berkebun di taman rumah. 

Namun, jika kamu tak suka berkebun atau kurang menyukai aroma yang ditimbulkan, maka kamu bisa menyumbangkannya kepada teman atau kerabat. 

Terlebih lagi jika mereka hobi berkebun, maka itu akan membantu menyuburkan koleksi tanaman mereka. 

Dengan begitu, kamu tetap bisa mengelola sampah organik dengan baik.

Daur Ulang Sampah Elektronik

Sampah elektronik biasanya akan memerlukan penanganan khusus karena berbahaya bagi lingkungan. 

Untuk itu, sebaiknya pisahkan sampah-sampah berbahaya untuk dibawa ke pusat daur ulang. 

Petugas pusat daur ulang pasti mengetahui cara untuk mendaur ulang sampah berbahaya agar tidak merusak lingkungan.

Untuk barang-barang elektronik yang sudah rusak alias menjadi sampah, kamu dapat mengembalikannya ke perusahaan yang memproduksinya. 

Beberapa perusahaan elektronik menerima barang elektronik bekas untuk mereka daur ulang kembali menjadi produk elektronik baru.

Kamu juga bisa membuang sampah elektronik ke tempat sampah electronic waste atau e-waste yang sudah banyak disediakan pemerintah setempat.

Daur Ulang Sampah Anorganik 

sampah

Cara mengelola sampah anorganik lainnya adalah dengan mendaur ulang sampah tersebut dan menggunakannya kembali untuk fungsi yang berbeda. 

Sebagian sampah anorganik dapat didaur ulang, seperti kertas, kardus, botol kaca, botol plastik, atau kaleng. 

Kamu dapat memeriksa logo daur ulang pada kemasan makanan atau minuman yang telah dibeli. 

Jika terdapat logo daur ulang, maka kemasan makanan tersebut dapat didaur ulang. 

Kamu bisa membawa sampah-sampah anorganik tersebut ke pusat daur ulang sampah terdekat atau juga bisa memberikannya kepada pemulung.

Reduce, Reuse and Recycle

Budayakan gaya hidup reduce, reuse and recycle atau biasa dikenal dengan 3R. 

Biasakan untuk mengurangi pemakaian plastik atau bahan-bahan lain yang sulit terurai. 

Kemudian,jangan lupa memanfaatkan barang bekas agar bisa digunakan kembali. 

Misalnya dengan memanfaatkan botol plastik bekas untuk dijadikan pot tanaman. 

Selain itu, masih banyak lagi barang bekas yang bisa digunakan kembali dengan ide kreatifmu. 

Itulah lima cara mengelola sampah rumah tangga yang bisa kamu aplikasikan di rumah untuk meminimalisir dampak negatif terhadap lingkungan. 

Jangan lupa kunjungi artikel.rumah123.com untuk dapatkan artikel menarik lainnya seputar properti. 

Kamu juga bisa mencari properti yang sesuai kebutuhanmu seperti Casa de Parco hanya di www.rumah123.com.

Bagikan:
399 kali