tanaman pare

Pare menjadi salah satu jenis sayur yang digemari masyarakat Indonesia.

Pare atau paria memiliki nama ilmiah Momordica charantia, yang dikenal sebagai tanaman dengan buah panjang, ujung runcing, serta permukaan kulit yang bergerigi.

Umumnya, sayuran yang satu ini memang memiliki rasa pahit. 

Namun jika diolah dengan benar, maka rasa pahit itu memberikan rasa nikmat saat disantap. 

Tak jarang, banyak yang kemudian menanamnya sendiri di rumah dengan menggunakan pot. 

Tertarik untuk menanam pare juga di rumahmu? Yuk simak cara menanam pare di dalam pot beserta manfaatnya di bawah ini:

Manfaat Pare Bagi Kesehatan

Meski memiliki rasa pahit, tanaman ini ternyata dikenal dengan berbagai manfaatnya. 

Tak hanya dapat digunakan untuk bahan masakan, pare juga bermanfaat bagi kesehatan, di antaranya adalah:

- Penyembuhan untuk orang sakit otot

- Penyembuhan penyakit kencing manis atau diabetes melitus

- Kesehatan pernafasan

- Menyembuhkan kanker

- Daunnya dapat digunakan untuk menyembuhkan wasir

- Membantu menyembuhkan miopi atau rabun jauh

Cara Menanam Pare Menggunakan Pot

menanam pare di rumah

Alat dan Bahan yang Diperlukan

- Buah pare yang sudah matang

- Pot ukuran sedang

- Cetok

- Air

- Media tanam

- Bambu

- Kawat dan tali

Cara Menanam Pare

1. Belah buah pare yang sudah matang dan berwarna hijau kekuningan, dan ambil bijinya yang berwarna kemerahan. 

2. Siapkan media tanam, baik yang sudah jadi maupun dibuat sendiri. Jika kamu ingin membuatnya sendiri, campurkan tanah dengan pupuk kompos dengan perbandingan 3:1 dan campurkan keduanya secara merata. 

3. Masukkan media tanam yang telah dibuat ke dalam pot berukuran sedang. 

4. Buat lubang sekitar 3-5 cm di media tanam yang telah dibuat untuk lubang tanam biji pare. 

5. Masukkan biji pare ke dalam lubang tanam tersebut dan tutup kembali dengan media tanam. 

6. Lakukan penyiraman tanaman secukupnya dan tempatkan pot di area yang tidak terlalu panas namun terkena sinar matahari. 

7. Biarkan selama satu minggu tanpa melakukan penyiraman. 

8. Setelah berusia satu minggu setelah masa tanam, lakukan penyiraman secara secukupnya. Namun, hati-hati saat melakukan penyiraman, pastikan bahwa penyiraman tidak merusak batang tanaman yang masih sangat lunak.

9. Setelah tanaman pare tumbuh sekitar 15 cm, lakukan penyiraman setiap hari. 

10. Jika tanaman pare mulai tumbuh, kamu harus memberinya pasokan air karena tanaman ini cenderung menyukai tanah yang lembab.

11. Setelah tinggi batang mencapai 25 cm, siapkan sandaran yang terbuat dari kayu, kawat, dan tali. Sandaran ini berfungsi sebagai penopang dan tempat merambatnya tanaman pare.

12. Tanaman pare yang tumbuh lebih tinggi harus diberi topangan untuk mendukung rambatannya.

13. Tanaman pare mulai berbunga saat tanaman berusia kira-kira tiga bulan setelah masa tanam dalam rentang waktu kurang lebih 1-2 minggu setelah berbunga.

14. Saat tanaman berbuah, tanaman pare akan lebih rentan terhadap serangan penyakit dan hama. Hama yang biasanya menyerang adalah ulat, kumbang, kepik, lembing, lalat buah, siput, yang dapat menyebabkan penyakit seperti embun tepung, antraktosa, layu daun, dan layu batang. Kamu bisa menggunakan pestisida untuk membasmi hama tersebut. 

15. Lakukan pemanenan pada buah pare yang belum terlalu matang dan memiliki warna yang masih hijau. Sebab, banyak orang yang menyukai pare yang masih setengah matang untuk dikonsumsi karena teksturnya yang lebih renyah. 

16. Proses pemanenan masih dapat dilakukan hingga tiga bulan setelah masa panen pertama.

Mudah bukan cara menanam pare menggunakan pot di rumah? Yuk, coba praktikkan!

Jangan lupa kunjungi artikel.rumah123.com untuk dapatkan artikel menarik lainnya seputar properti. 

Kamu juga bisa mencari properti yang sesuai kebutuhanmu seperti Pavia Village hanya di www.rumah123.com.

Bagikan:
2753 kali