Jahe memiliki banyak sekali fungsi untuk kehidupan sehari-hari. Daripada membelinya terus-terusan, aplikasikan cara menanam jahe dengan mudah ini di rumah!

cara menanam jahe

Siapa yang tak kenal jahe?

Tanaman herbal yang kaya serat dan manfaat ini merupakan jenis apotek hidup yang punya banyak manfaat untuk kesehatan. 

Penggunaannya pun cukup beragam, bisa dijadikan tanaman herbal, hingga bumbu dapur yang dapat meningkatkan rasa makanan secara alami. 

Saat pandemi Covid-19, jahe menjadi salah satu tanaman herbal yang kerap dikonsumsi sebagai upaya pencegahan virus tersebut. 

Harganya pun sempat melambung tinggi ketika virus corona pertama kali masuk ke Indonesia.

Mengingat manfaatnya yang sangat beragam untuk kehidupan sehari-hari, tak ada salahnya untuk cari tahu cara menanam jahe di rumah. 

Lantas, seperti apa cara menanam jahe di rumah? Mari cari tahu bersama-sama! 

Mengenal varietas jahe yang akan ditanam di rumah

Perlu diingat, ada beberapa jenis varietas jahe yang perlu kamu ketahui sebelum menanamnya. 

Masing-masing jenis varietas jahe tersebut memiliki khasiat yang baik, khususnya jika kamu sedang memulai hidup organik. 

Adapun, varietas jahe tersebut dapat dideskripsikan sebagai berikut. 

- Jahe gajah (jahe putih besar)

Jahe gajah memiliki rimpang berukuran besar dan gemuk dibandingkan varietas lain. 

Jenis jahe ini paling disukai oleh banyak orang, mengingat rasanya yang tidak terlalu pedas di tenggorokan.

Jahe gajah sering disebut jahe badak (Jawa Barat), jahe ganyong (Kuningan), dan jahe kapur (Jawa Timur). 

- Jahe emprit (jahe putih kecil)

Umbi jahe jenis emprit ini umumnya berukuran kecil dan cenderung berlapis-lapis. 

Varietas jahe emprit umumnya dipanen ketika usia bibit jahe sudah tua. 

Rasa jahe emprit ini cenderung sedikit lebih pedas ketimbang jahe gajah karena menghasilkan minyak atsiri yang lebih tinggi. 

Ada juga yang menyebut jika jahe emprit sebagai jahe sunti. 

- Jahe merah

Umumnya, ukuran rimpang jahe merah lebih kecil jika dibandingkan jahe emprit. 

Umbinya pun berukuran kecil berlapis, beraroma tajam, warnanya kemerah-merahan sampai jingga muda dengan diameter sekitar 4-4,5cm.

Dibanding jahe gajah dan jahe emprit, rasa jahe merah cenderung paling pedas. 

Tak ayal jika jahe merah sering digunakan sebagai obat herbal yang sangat berkhasiat. 

Baca juga: Keunggulan Budidaya Sayuran Hidroponik & 10 Jenis yang Mudah Ditanam

Cara menanam jahe dengan baik dan benar

Setelah kamu mengetahui jenis varietas tanaman jahe yang akan ditanam di rumah.

Ada beberapa tahapan menanam jahe di rumah yang dapat dideskripsikan sebagai berikut.

Memilih bibit jahe yang akan ditanam

1. Sebelum menanam jahe di rumah, pilihlah bibit jahe yang bisa kamu temukan langsung dari kebun atau area pertanian yang sehat, jangan membelinya di pasar. 

2. Pastikan bibit jahe sudah berusia tua (sekitar 9-12 bulan), rimpang mulus, tidak ada bagian yang cacat atau busuk dan warnanya mengilat. 

3. Siram dengan air secukupnya, dan biarkan hingga tumbuh mata tunas.

4. Setelah disiram, simpan di tempat yang sejuk, kurang lebih 1-1,5 bulan, jangan sampai bibit mengering.

Penyemaian atau penunasan bibit jahe

1. Setelah memilih bibit yang tepat, proses selanjutnya adalah memotong rimpang jahe dengan tangan, masing-masing 3-5 mata tunas. 

2. Rendam rimpang jahe ke dalam larutan fungisida sekitar 1 menit, lalu didinginkan kembali. 

3. Siapkan kotak kayu, masukkan abu gosok atau sekam padi di bagian dasarnya. 

4. Letakkan satu lapis bibit di atasnya, taburi dengan sekam dan tanam bibit kembali, demikian seterusnya. 

5. Setelah 2-4 minggu, akan tumbuh tunas yang artinya siap ditanam.

Baca juga: Budidaya Tanaman Sayuran Dalam Pot, Solusi Hijau di Rumah Minimalis 

Menyiapkan media tanam 

Untuk diperhatikan, ada dua jenis media tanam yang harus kamu ketahui sebagai berikut:

Menanam jahe di pot

1. Siapkan media tanam dan pot bunga berukuran minimal 30x35 cm 2. Campurkan tanah, sekam, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1.

Aduk hingga merata dan masukkan ke dalam pot hingga ¼ bagian.

Secara teknis penanaman jahe di pot dengan polybag kurang lebih hampir sama persis seperti di atas.  

Menanam jahe di karung

1. Siapkan karung beras, tekuk setengah bagian karung paling atas ke bagian dalam. 2. Campurkan tanah, sekam, dan pupuk dengan perbandingan 2:1:1, sisakan ruang kosong setidaknya 10cm. 

Teknik menanam jahe di rumah

Setelah mengetahui kedua jenis media tanam tersebut, berikut ini merupakan teknik menanam jahe dengan baik dan benar:

1. Buatlah lubang tanaman dengan kedalaman sekitar 3-7,5cm dan berikan ruang sebesar 3-5cm.  2. Masukkan bibit jahe ke setiap lubang tanam dengan posisi rebah dan tunas menghadap ke atas.                                                    Tutupi tanah tersebut dan padatkan, namun tidak boleh sampai menutup tunasnya. 3. Siram air untuk melembapkan tanah dengan secukupnya, sebab jika berlebihan jahe tersebut bisa membusuk.  4. Letakkan di tempat yang tidak terkena langsung oleh sinar matahari. 5. Amati dan tunggu selama satu minggu, apabila tunas tidak tumbuh, periksa kembali bibitnya. 6. Apabila bibit jahe membusuk, maka harus diganti dengan yang baru.

Tips merawat dan memelihara tanaman jahe

Supaya tanaman jahe tersebut bermanfaat dengan baik dan menghasilkan jumlah yang banyak, maka perawatan dan pemeliharaan tanaman jahe juga harus diperhatikan. 

Adapun, proses perawatan dan pemeliharaan dapat dideskripsikan sebagai berikut. 

- Penyiraman

Lakukan penyiraman 1-2 kali sehari pada sore hari, sesuai dengan kondisi tanah.

Proses penyiraman juga dapat mempermudah proses panen.

Jika bibitnya sudah mulai subur, kamu bisa menyiram tanaman jahe 3 hari sebelum panen untuk mempermudah pengambilan umbi. 

- Penyulaman

Dalam waktu 2-3 minggu setelah penanaman, lakukanlah penyulaman atau penggantian bibit tanaman yang mati maupun tumbuh abnormal. 

Hal ini dilakukan bertujuan untuk memaksimalkan hasil panen. 

- Pemupukan

Setelah pemupukan pertama saat berusia satu bulan, pemupukan tanaman jahe dilakukan selama dua bulan sekali. 

Pupuk yang digunakan bisa dengan jenis pupuk kandang.

Proses pemupukan tanaman jahe dilakukan sebanyak tiga kali sebelum masa panen. 

- Pembersihan gulma

Pembersihan gulma dan rumput liar yang berada di sekitar tanaman jahe dilakukan sekitar 2-3 minggu sekali agar unsur hara tidak terambil oleh tanaman pengganggu lain. 

- Penggemburan 

Tanaman jahe pasti memerlukan sirkulasi udara dan irigasi yang baik. 

Oleh sebab itu, media tanam sebaiknya selalu dalam kondisi gembur.

Penggemburan dapat dilakukan ketika umur tanaman jahe sudah memiliki 3-4 batang semu yang telah tumbuh. 

Lakukan sebanyak 2-3 kali tergantung kondisi tanah yang ditanam.

Setelah menanam, tanaman jahe siap panen

Setelah proses penanaman tersebut, kemudian memasuki tahap panen. 

Jika kamu ingin menanam jahe untuk kebutuhan bumbu dapur dan meningkatkan kesehatan tubuh, maka kamu sudah bisa memanen jahe dengan usia empat bulan dengan mematahkan rimpang sesuai kebutuhan. 

Sementara, jika kamu berencana menjual jahe tersebut, maka usia panen tersebut berkisar antara 10-12 bulan. 

Proses panen sangat disarankan pada musim kemarau, hal ini bertujuan supaya tanaman jahe tersebut tetap memiliki kualitas yang baik dan siap dikonsumsi. 

Dapat disimpulkan jika menanam jahe bisa menjadi aktivitas menarik untuk bercocok tanam mulai dari rumah. 

Selain mengisi waktu, menanam jahe juga merupakan bagian dari memulai hidup sehat nan organik. 

Mau tau cara budidaya tanaman lainnya dari rumah?

Yuk cari tahu di artikel.rumah123.com selengkapnya.

Bagikan:
4999 kali