Hampir setiap jenis masakan mengandung ayam. Daripada cuma mengonsumsinya, bagaimana jika kamu mulai ternak ayam? Caranya ternyata mudah!

Selain budidaya ikan, ternak ayam merupakan jenis usaha bisnis sederhana namun memiliki prospek jangka panjang yang sangat menguntungkan. 

Ini dikarenakan daging ayam merupakan salah satu jenis pangan yang hampir setiap hari dikonsumsi oleh banyak orang di seluruh Indonesia. 

Tak hanya sekadar jenis pangan, hampir seluruh restoran baik restoran cepat saji maupun lokal pasti menjual hasil olahan ayam. 

Meski demikian, ternyata masih banyak orang yang bingung untuk merintis usaha ini, terlebih belum mengetahui seluk beluknya. 

Jika kamu berminat memiliki usaha ternak ayam, kamu pun bisa mengetahuinya dengan mudah sebagai berikut.

Mulai merintis ternak ayam dengan langkah-langkah berikut

Terjun dalam usaha ternak ayam bukan perkara yang mudah, oleh sebab itu kamu pun harus memperhatikan beberapa hal supaya sukses dan untung besar. 

1. Mempersiapkan lahan peternakan ayam

ternak ayam

Pertama kali yang harus kamu lakukan adalah menyediakan lahan peternakan ayam terlebih dahulu. 

Luas ukuran peternakan pun harus kamu perhatikan sesuai dengan kebutuhan dan jumlah ayam yang akan diternak, supaya mereka dapat bergerak dengan leluasa. 

Ini bertujuan supaya pergerakan ayam tidak bergesekan satu sama lain bahkan berdesak-desakan di dalam. 

Umumnya, lahan peternakan ayam yang ideal adalah setiap 1m2 untuk 8-12 ekor ayam.

Pastikan lahan peternakan ayam juga jauh dari pemukiman warga untuk mengurangi risiko penyakit unggas. 

Oleh sebab itu, ternak ayam di rumah sangat tidak disarankan di rumah.

2. Buat kandang sesuai jenis ayam yang akan diternak 

ternak ayam

Setelah mengetahui kebutuhan lahan ternak, tahap selanjutnya adalah mempersiapkan kandangnya. 

Ada tiga jenis kandang yang sangat umum yakni sistem REN, sistem postal, dan baterai.

Kandang jenis REN berbentuk kandang terbuka tanpa atap dengan pagar pada bagian kandang. 

Namun kandang tersebut tidak semua terbuka, ada juga sebagian yang tertutup juga.

Jenis kandang tersebut sangat cocok untuk ternak ayam kampung, karena memudahkan pergerakan mereka di ruang terbuka. 

Kemudian ada sistem postal, yakni kandang tertutup tanpa sekat yang diberikan sekam padi.

Jenis kandang tersebut umumnya sangat cocok untuk ternak ayam potong. 

Dan jenis terakhir adalah kandang baterai dengan karakter bertingkat.

Kandang baterai ini umumnya digunakan untuk ayam-ayam petelur untuk menetaskan telurnya. 

Untuk materialnya bisa terbuat dari kayu maupun aluminium dengan biaya antara Rp5 sampai Rp10 juta tergantung dengan kebutuhan.

3. Membeli bibit ayam yang berkualitas 

ternak ayam

Untuk menjadi juragan ayam pasti kamu pun harus memiliki ayamnya terlebih dahulu. 

Oleh sebab itu, kamu pun bisa membeli bibit DOC ayam yang berkualitas baik. 

DOC adalah anakan ayam yang baru lahir dan umurnya dibawah 10 hari, pastikan untuk memilih DOC yang sehat dan bebas penyakit.

Sebab, kualitas indukan sangat berpengaruh terhadap kualitas anakan ayam. 

Jika berkenan, sebaiknya DOC diberi vaksin dahulu agar terbebas dari penyakit dan stress lainnya. 

DOC bisa kamu peroleh pada merek industri ayam terkenal Japfa dan Charoen Pokphand.

Berdasarkan situs laman e-Commerce, harga DOC mulai dari Rp350 ribuan.

4. Pakan ayam

ternak ayam

Salah satu penentu keberhasilan ternak dan budidaya salah satunya bersumber dari pakan yang baik. 

Kualitas pakan yang baik akan menghasilkan kualitas ternak yang sehat dan unggul.

Adapun jenis pakan ternak yang bisa dijadikan preferensi adalah biji jagung, pelet, dedak, dan pur. 

Umumnya, pakan tersebut bisa kamu temukan di toko unggas, koperasi peternakan maupun pasar burung dengan harga mulai dari Rp9,500. 

Selain diberikan pakan, pastikan ayam juga diberi vitamin yang layak. 

5. Siapkan perlengkapan lainnya yang dibutuhkan

ternak ayam

Terakhir, kamu harus menyiapkan perlengkapan pendukung lainnya seperti listrik, irigasi, minuman dan lainnya. 

Prioritas penting lainnya adalah kesiapan orang yang mengurus ternak dan memberikan pakan sampai membersihkan kandang.

Apabila kamu mampu mengurusnya sendiri pasti akan lebih murah, namun jika kamu mengalami kesulitan rasanya tidak salah untuk merekrut tenaga berpengalaman.

Baca juga: Profitnya Besar, Ini Cara Budidaya Belut di Rumah dengan Mudah!

Ternak ayam petelur 

Telur ayam merupakan salah satu komoditas pangan yang dikonsumsi sehari-hari karena memiliki kandungan protein yang baik untuk kesehatan tubuh. 

Minat masyarakat yang tinggi pun menjadikan usaha telur ayam menjadi bisnis yang menjanjikan. 

Risikonya pun juga minim, sehingga sangat layak menjadi usaha yang menguntungkan. 

Perkiraannya setiap 100 ekor ayam petelur menghasilkan 6 kg telur ayam per hari. 

Umumnya, harga 1kg telur ayam berkisar antara 20-25 ribu berdasarkan lokasi dan pasar swalayan, jika per hari maka keuntungan yang dihasilkan sekitar Rp150 ribu.

Keuntungan lainnya jika ayam sudah tak lagi bertelur, ayam tersebut juga bisa menjadi ayam potong yang layak untuk dikonsumsi. 

Baca juga: Cara Mudah Budidaya Ikan Lele di Rumah, Modal Minim Bisa Jadi Jutawan!

Ternak ayam kampung atau ayam broiler, mana yang lebih untung? 

Ada dua jenis ayam yang kerap dikonsumsi oleh masyarakat, yakni daging ayam broiler dan juga ayam kampung. 

Keduanya masing-masing memiliki karakteristik yang cukup berbeda, namun bagi banyak orang ayam kampung lebih baik mengingat serat dan proteinnya yang banyak.

Tak hanya dari seratnya, ayam kampung juga sering digunakan sebagai menu diet. 

Harus diakui jika kamu mengutamakan jumlah produksi ayam, maka ayam broiler menjadi pilihan yang baik.

Sebab, ayam broiler merupakan jenis pangan yang sering dibeli oleh banyak orang, khususnya untuk warung pecel dan lainnya. 

Tak hanya itu saja, proses perawatannya pun mudah dan siap dipanen dalam waktu yang cepat antara 1-2 bulan.

Sementara, jika kamu memilih ternak ayam kampung keuntungannya cenderung lebih melimpah ruah, mengingat harga ayam kampung cenderung lebih mahal.

Meski demikian, proses dan perawatan ayam kampung membutuhkan waktu yang lebih lama,  bahkan panennya bisa mencapai lima bulanan. 

Pada intinya kedua jenis ayam tersebut memiliki keuntungan yang sangat menarik, sehingga layak untuk di ternak baik ayam kampung dan ayam broiler.

Menjual hasil ternak ayam 

Ada beberapa pendekatan dalam menjual hasil produksi ayam, yakni dengan menjualnya secara utuh maupun dalam satuan potong. 

Jika kamu ingin menjualnya secara utuh, tak ada salahnya untuk pergi ke pasar dan dijual ke tengkulak.

Sementara, jika ingin dijual dalam satuan potong, kamu pun harus memiliki karyawan yang ahli dalam ayam potong.

Umumnya, ayam dalam satuan potong cenderung lebih dipilih dan memiliki nilai yang lebih kuat untuk dijual. 

Selain menjual dalam kondisi hidup maupun ayam potong, bukan tak mungkin usaha ternak kamu menjadi supplier untuk restoran cepat saji.  

Berdasarkan harga, untuk ayam broiler dalam satuan ekor berkisar antara Rp25 ribu sampai dengan Rp40 ribu per kilogram.

Untuk ayam kampung dalam satuan ekor berkisar antara Rp40 ribu sampai dengan Rp85 ribu per kilogram. 

Dapat disimpulkan jika usaha ayam merupakan salah satu bisnis yang menguntungkan, mengingat kebutuhannya pun juga sangat tinggi.

Yuk, cari tahu peluang usaha menarik sebagai passive income dari rumah selengkapnya di artikel.rumah123.com.

Bagikan:
20770 kali