electrolux attack- rumah123 Produsen Peralatan Rumah Tangga Electrolux dan Produsen Deterjen Attack Bekerja Sama untuk Peduli dalam Merawat Pakaian. Kedua Perusahaan Melakukan Kampanye Menerima Pakaian Layak Pakai yang Kemudian Dicuci dengan Menggunakan Produk Electrolux dan Attak. Pakaian Didonasikan ke Anak Yatim Piatu (Foto: Rumah123/Electrolux Attack)

Sampah pakaian menjadi salah satu limbah yang paling banyak di dunia. Saatnya untuk mulai merawat baju dan melakukan daur ulang pakaian.

Laman Edgexpo.com melansir sejumlah fakta dan data mengenai industri tekstil. Industri tekstil dan pakaian merupakan industri yang paling menghasilkan limbah di dunia setelah industri perminyakan. Industri tekstil ini juga berkontribusi terhadap 10 persen emisi gas buang.

Ini terkait dengan produksi pembuatan pakaian dan rantai distribusinya. Data ini diungkapkan oleh United Nations Climate Change News.

Baca juga: Kok Ga Ada Tempat Sampah di MRT Sih, Mau Tahu Kenapa

Fakta dan data terkait industri tekstil lainnya tidak kalah mengerikan. Hampir 20 persen limbah air berasal dari industri fashion.

Perkebunan katun ikut berkontribusi dalam penggunaan 24 persen insektisida dan pemakaian 11 persen pestisida. Bandingkan kalau perkebunan katun di seluruh dunia hanya menghabiskan lahan seluas tiga persen dari seluruh lahan perkebunan.

Sebanyak 20.000 liter air digunakan untuk memproduksi 1 kilogram katun. Jumlah ini setara dengan satu buah kaus (t-shirt) dan sepasang jins.

Baca juga: Leonardo DiCaprio Ngomong Apa Sih Soal Sampah di Bantar Gebang

Untuk membuat satu kaus dan sepasang jins, air yang diperlukan mencapai 5.000 galon air (setara dengan 18.927 liter air). Jika melihat ribuan kaus atau celana jins yang dipasarkan, berapa jumlah limbah airnya?

Industri tekstil merupakan industri tiga besar yang menghabiskan air di China. Ada limbah air sebanyak 2,5 miliar ton setiap tahunnya. Di Hong Kong, ada 253 ton yang dibuang di tempat pembuangan akhir setiap hari.

Setiap orang membuang sepatu dan pakaian dengan rata-rata 7 kilogram (kg) per tahun. Sebanyak 85 persen limbah pakaian dibuang begitu saja ke tempat pembuangan akhir.

Baca juga: Speaker Keren Ini Terbuat dari 100 Persen Sampah Plastik Lho

Padahal 95 persen limbah tekstil di tempat pembuangan akhir ini bisa didaur ulang. Penggunaan pakaian daur ulang bisa mengurangi limbah air. Selain itu, 70 persen populasi dunia juga menggunakan pakaian bekas.

Electrolux dan Attack Berkolaborasi untuk Peduli dalam Merawat Pakaian

Produsen peralatan rumah tangga Electrolux dan produsen deterjen Attack bekerja sama untuk mengajak masyarakat lebih peduli dalam merawat pakaian. Perawatan pakaian menjadi langkah awal untuk lebih peduli dengan bumi.

Electrolux memperkenalkan produk mesin cuci Electrolux Ultimate Care 900 EWF1141AEWA. Mesin cuci ini bisa mencuci lebih optimal serta membantu mempertahankan warna pakaian.

Attack memperkenalkan deterjen Attack dan pewangi lembut Attack Fresh Up. Produk ini bisa membuat pakaian menjadi lebih lembut, wangi, dan segar.

Baca juga: Wah, Seluruh Interior dan Eksterior Toko Ini Ditutupi Wallpaper Bermotif Sampah Plastik

Kerja sama ini menghasilkan #PerfectDuoPeduli. Kedua perusahaan menyelenggarakan acara di Gandaria City Mall, Jakarta Selatan pada 6-8 Desember 2019.

Acara ini menghadirkan Presiden Direktur Electrolux Indonesia Iffan Suryanto, Vice President Marketing Kao Indonesia Susilowati, public figure Ayudia Bing Slamet dan keluarga, serta co-founder Komunitas Setali Intan Anggita Pertiwie.

Aktivitas ini ingin mengajak masyarakat untuk merawat pakaian sehingga bisa awet. Masyakarat juga diajak untuk mengurangi limbah pakaian, mau mendaur ulang pakaian, dan masih banyak lagi hal yang dilakukan untuk mengurangi limbah pakaian.

Baca juga: Perangi Sampah Plastik, Volvo Kembangkan Produk Mirip Pohon Bakau

#PerfectDuoPeduli ini mengadakan kampanye berupa pengumpulan 4.800 pakaian layak pakai dalam 48 hari. Ribuan pakaian ini akan dicuci dengan menggunakan mesin cuci Electrolux, memakai deterjen Attack serta pewangi Attack Fresh Up.

Selanjutnya, pakaian layak pakai yang sudah dicuci ini akan didonasikan kepada sejumlah panti asuhan. Pakaian ditampilkan layaknya pop up store sehingga memberikan sensasi belanja bagi anak-anak panti asuhan.

Bagikan: 518 kali