appraisal rumah

Terdapat sejumlah hal yang membuat nilai appraisal rumah menjadi jatuh. Sebelum mengajukan KPR, sebaiknya kamu mengetahui terlebih dahulu penyebab dan solusinya tersebut!

Appraisal adalah proses penaksiran harga properti oleh bank

Dalam pengajuan kredit rumah, rata-rata bank hanya akan membiayai KPR sebagian, sisanya harus dibayar sendiri oleh pembeli.

Nilai pembiayaan tersebut terdapat proses yang bernama appraisal.

Appraisal adalah proses survei penilaian terhadap rumah yang akan dijadikan jaminan produk KPR.

Semakin bagus nilai appraisal KPR-nya, semakin tinggi pinjaman yang didapatkan untuk membeli rumah.

Cara bank menghitung appraisal rumah

Saat mengajukan kredit ke bank, ada dua cara yang digunakan bank untuk menghitung appraisal rumah, yaitu dengan pendekatan harga pasar serta penentuan nilai taksir hunian.

- Pendekatan harga pasar

Bank akan membandingkan hunian yang kamu incar dengan tiga sampel rumah yang memiliki spesifikasi serupa.

Rumah-rumah tersebut biasanya berasal dari satu wilayah yang sama, sehingga nilai NJOP dari rumah tersebut tidak akan berbeda.

Spesifikasi banguan yang dinilai dalam proses ini, meliputi:

1. Luas tanah

2. Luas bangunan

3. Kualitas lantai

4. Kualitas bangunan

5. Prospek lokasi

- Pendekatan nilai taksir rumah

Pendekatan satu ini sangat sering digunakan oleh bank.

Caranya dengan melakukan survei ke lokasi rumah, lalu menanyakan harga kisaran tanah di wilayah tersebut kepada ketua RT/RW ataupun tetangga sekitar.

Bank juga akan mempertimbangkan spesifikasi, lokasi dan kualitas bangunan.

Nantinya, harga yang ditaksir merupakan jumlah dari total harga tanah dan total harga bangunan.

Penyebab appraisal rumah rendah dan cara agar bank memberi harga tinggi

Mendapatkan nilai appraisal tinggi merupakan harapan semua debitur, karena semakin tinggi appraisal rumah semakin besar pula pinjaman yang diberikan bank.

Namun perlu diketahui bahwa tak semua orang bisa mendapatkan penilaian appraisal yang tinggi.

Bahkan tak jarang yang mendapatkan appraisal rendah. 

Terdapat sejumlah hal yang membuat nilai appraisal KPR menjadi jatuh.

Sebelum mengajukan KPR, sebaiknya kamu mengetahui terlebih dahulu penyebabnya!

1. Kawasan rumah tidak bebas banjir

alat anti banjir

Jika rumah yang akan dipilih berada di dataran rendah dan menjadi daerah langganan banjir, maka sebaiknya kamu mempertimbangkan kembali pilihan rumahmu.

Sebab, rumah yang rawan banjir otomatis tak akan bertahan lama.

Bank tidak akan menginginkan jaminan yang rentan rusak, sehingga kemungkinannya hanya dua; pengajuanmu ditolak, atau nilai appraisal rendah.

Solusi:

Ketahui dulu penyebab dari banjir yang kerap datang di kawasan tersebut.

Apabila banjir disebabkan karena kawasan tersebut termasuk dataran rendah, maka sebaiknya pertimbangkan untuk memilih rumah lain.

Jika kamu memang kepalang suka dengan rumah tersebut, pastikan di permukiman rumah terdapat tanggul yang bisa menahan banjir. 

2. Akses rumah terbatas

Akses rumah yang terbatas sempitnya jalan masuk ke rumah, bisa membuat nilai appraisal rumah turun.

Hal ini dikarenakan bank akan mempertimbangkan nilai jual kembali rumah yang akan jadi jaminan.

Rumah yang aksesnya terbatas, otomatis nilai jualnya akan lebih rendah. 

Solusi: 

Lakukan diskusi dengan tetangga untuk melakukan pelebaran jalan. Siapa tahu mereka setuju jika halaman rumah memang dipangkas agar akses jalan semakin mudah. 

3. Dekat dengan sungai

rumah dekat kali

Pemerintah memiliki ketentuan bahwa daerah yang berjarak 15 meter dari sungai harus steril dari bangunan.

Sebab, bangunan dekat sungai dapat mengurangi volume ruang saluran dan memberikan potensi buruk pada warga di sekitarnya.

Belum lagi jika perilaku masyarakat yang tinggal di sekitar sungai buruk.

Karena hal inilah, bank memilih untuk tidak mengabulkan pengajuan KPR, atau merendahkan nilai appraisal-nya, jika rumah yang dipilih berada di dekat sungai. 

Solusi:

Sebaiknya kamu tidak memilih rumah yang dekat dengan sungai karena terdapat larangan di mana daerah ini tidak boleh diisi bangunan pada pengelolaan daerah aliran sungai (DAS). 

4. Dekat dengan tempat pembuangan sampah

Selain sungai, rumah yang dekat dengan tempat pembuangan sampah juga membuat nilai aset berkurang lantaran bau tak sedap yang akan muncul.

Apabila rumah yang dipilih jaraknya hanya 1 kilometer dari TPS, dapat dipastikan bahwa nilai appraisal akan rendah.

Sebab, bank tidak mau menanggung rumah yang susah dijual kembali karena masalah ini. 

Solusi:

Tentunya kamu tak mau kan punya hunian yang bau?

Untuk itu, sebaiknya kamu memilih rumah lain jika mengalami kondisi ini.

Selain bisa mendapatkan appraisal lebih tinggi, kamu juga bisa lebih nyaman untuk menghuni rumah pribadimu nanti.

Itu dia beberapa tips agar appraisal rumah oleh bank menjadi tinggi.

Umumnya, proses appraisal rumah baru tidak akan serumit appraisal rumah bekas, karena bank sudah bekerja sama dengan pengembang untuk menyediakan opsi pembiayaan KPR.

Apabila kamu gagal mendapatkan appraisal tinggi, maka mencari rumah baru dengan kerja sama bank bisa menjadi solusinya.

Bagi yang sedang dalam proses pembelian rumah, semoga kamu dimudahkan!

Jangan lupa, beli rumah dengan harga sesuai bujetmu hanya di Rumah123!

Bagikan:
12040 kali