Budidaya anggrek di Indonesia memiliki prospek bisnis yang cukup besar. Sekitar 25 persen anggrek dunia dengan 700 spesies berada di Indonesia.  budidaya anggrek

Budidaya anggrek di Indonesia memiliki potensi dan prospek bisnis yang cukup besar

Melansir Bibitonline.com, sekitar 25 persen tanaman anggrek dunia dengan jumlah 700 spesies anggrek berada di Indonesia. 

Tak hanya itu, bahkan sekitar 90 persen induk-induk silangan anggrek yang paling digemari dan dikomersilkan berasal dari Indonesia.

Melihat potensinya yang besar, tak heran kalau banyak orang yang tertarik untuk membudidayakannya

Namun, budidaya anggrek membutuhkan waktu yang kesabaran karena bunga ini membutuhkan waktu yang agak lama untuk berbunga. 

Tertarik untuk membudidayakan anggrek? Simak dulu beberapa tipsnya agar budidaya anggrekmu subur dan cepat berbunga. 

Tips Budidaya Anggrek

Untuk melakukan budidaya tanaman hias anggrek, setidaknya ada tiga hal yang harus diperhatikan seperti yang dilansir dari CekAja.com berikut ini:

1. Sinar Matahari

Anggrek harus ditanam di tempat yang terdapat sinar matahari dengan intensitas cukup. 

Selain itu, suhu tempat penanaman harus berada di kisaran 14 derajat sampai 36 derajat Celcius. 

Hal ini penting untuk membantu pertumbuhan anggrek itu sendiri. 

Namun, setiap jenis anggrek mempunyai kadar sinar matahari yang berbeda satu dengan yang lain. 

Misalnya, jenis anggrek Vanda, Renanthera dan Arachnis membutuhkan sinar matahari langsung. 

Sementara anggrek yang berjenis Ancedium, Dendrobium dan Cattleya membutuhkan sinar matahari tak langsung. 

Sedangkan jenis Phaphiopedilum dan Phalaenopsis cenderung akan lebih cocok ditanam di halaman rumah yang teduh.

2. Ketinggian

Tak hanya sinar matahari, ketinggian daratan dari tempat budidaya tanaman hias anggrek juga harus dipertimbangkan. 

Jenis anggrek Vanda dan Arachnis sebaiknya ditanam di ketinggian 500 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Sementara, anggrek Dendrobium, Oncidium atau Cattleya sebaiknya ditanam pada ketinggian 500 sampai 1000 mdpl. 

Pertumbuhan Akar dan Batang

Dalam proses pertumbuhan, akar anggrek biasanya muncul ke permukaan tanah atau pot. 

Hal itu menandakan tanaman anggrek tumbuh dengan baik dan membutuhkan pot yang lebih besar. 

Sementara batang anggrek yang hidup menempel di batang pohon lain atau hidup di pot juga bisa saja roboh karena beban dari bunga yang tumbuh melengkung ke bawah. 

Kamu bisa mengantisipasi hal ini dengan menyangga batang di tiang bambu kecil.

Baca Juga: Tak Perlu Pakai Racun, Ini 9 Jenis Tanaman Pengusir Tikus dari Rumah

Cara Budidaya Anggrek

Jika sudah mengetahui apa saja yang harus diperhatikan, kini saatnya kamu belajar cara budidaya anggrek.

Tanam Bibit Anggrek

Langkah pertama yang harus dilakukan dalam budidaya anggrek adalah dengan menyiapkan bibitnya. 

Kamu bisa membelinya mulai dari kisaran harga Rp17.500 per 10 bibit dengan umur bibit 3-5 bulan. 

Bibit ini bisa ditempatkan di pot kecil berukuran botol air mineral ukuran sedang.

Namun, kamu juga bisa menggunakan bibit berumur satu tahun yang sudah memiliki daun dan akar. 

Jika memilih bibit ini, kamu hanya perlu menanam bibit selama tiga bulan, lalu pindahkan ke pot kecil berdiameter 6 cm sampai 12 cm. 

Lalu, tiga bulan berikutnya, pindahkan lagi ke pot besar untuk dilakukan budidaya anggrek.

Pemindahan Bibit Anggrek

Setelah menanam bibit, kamu harus memindahkanya saat sudah berkembang ke media tanamnya. 

ntuk anggrek Epiphyt, bibit yang sudah mulai berkembang dipindahkan ke batang pohon yang rindang dan cukup disinari matahari.

Sedangkan untuk anggrek Terrestris, kamu bisa memindahkan ke pot yang berukuran agak besar. 

Pot yang digunakan sebaiknya berbahan tanah liat dengan beberapa lubang di bawahnya untuk membantu proses drainase air.

Kemudian, media tanam tanaman anggrek terdiri dari campuran beberapa komponen. 

Mulai dari pecahan batu bata atau genteng, batang pakis, serutan atau potongan kayu, sabut kelapa, dan arang kayu.

Pemeliharaan Anggrek

Sementara proses pemeliharaan budidaya anggrek cukup dengan menyiramnya sebanyak dua kali sehari dengan air bersih. 

Jika berada di musim penghujan, akan lebih baik jika anggrek dipindahkan ke tempat yang memiliki atap agar tak terguyur hujan terus menerus. 

Sebab hal itu bisa memicu pembusukan akar anggrek.

Tanaman hias anggrek sebenarnya juga tak bisa sembarangan diberikan pupuk. 

Jika kamu ingin mempercepat pertumbuhan anggrek, pastikan kamu menyesuaikan jenis bibit anggrek dengan  jenis pupuk yang cocok.

Baca Juga: 11 Tanaman yang Cocok untuk Vertical Garden, Jangan Sampai Salah!

Pendewasaan Anggrek

Jika kamu sudah merawatnya dengan baik, maka tinggal tunggu saja hingga tanaman hias anggrek menjadi dewasa dan berbunga lebat. 

Untuk berbunga, biasanya anggrek akan membutuhkan waktu yang cukup lama. 

Rata-rata waktunya mulai dari satu hingga 6 tahun. 

Untuk itu, biasanya budidaya anggrek sering kali dijadikan usaha sampingan.

Itulah cara dan tips yang bisa kamu praktekkan jika tertarik dengan prospek bisnis dari budidaya anggrek ini. 

Jangan lupa kunjungi artikel.rumah123.com untuk dapatkan artikel menarik lainnya seputar properti. 

Kamu juga bisa mencari properti yang sesuai kebutuhanmu seperti Gading Serpong Township hanya di www.rumah123.com.

Bagikan:
6649 kali