Festival Properti Indonesia 2017 (Rumah123/Dharma Wijayanto)

Lagi cari properti impian kamu? Kamu lagi cari apa? Apartemen di Jakarta atau rumah tapak (landed house) di Bekasi, Tangerang, Depok, atau Bogor? Atau kamu berinvestasi properti di Bali atau Bandung?

Mungkin kamu sudah terbiasa menggunakan dunia maya dalam mencari banyak hal. Ya, iyalah sekarang pesan ojek dan makanan saja bisa online, apalagi mencari properti ya.

Baca juga: Bingung Mau Renovasi Rumah? Tenang, Ada Solusi Rumah123

Kamu juga bisa mengintensifkan pencarian kamu melalui pameran properti. Kamu bisa mendapatkan penjelasan dari tenaga pemasaran dan penjualan perusahaan pengembang.

Sebenarnya, kamu bisa mendapatkan informasi hunian saat penyelenggaraan Festival Properti Indonesia 2017 di Mal Kota Kasablanka pada pekan lalu. Pameran ini diselenggarakan oleh situs properti nomor 1 di Indonesia, Rumah123 yang merupakan bagian dari REA Group Australia.

Baca juga: Pesan Buat Kaum Milenial: Beli Rumah Aja Dulu, Up Grade Kemudian!

Country General Manager Rumah123, Ignatius Untung menyatakan kalau pameran properti masih efektif dalam pemasaran dan penjualan hunian.

“Efektif tentunya. Pembelian rumah memang di-disrupt oleh online property. Ya, karena lebih mudah mencarinya karena bisa filter apa yang mau dicari,” ujar Untung kepada Rumah123.

Baca juga: Ngapain Kost Kalau Bisa Beli Properti? Makanya Datang ke FPI 2017

“Orang juga mendatangi pameran, mereka melihat ke lokasi, mendatangi marketing gallery sebelum membeli,” kata Untung lagi.

Orang masih merasa perlu melihat brosur hunian dan penjelasan lengkap dari tenaga pemasaran dan penjualan perusahaan pengembang. Mereka akan menyeleksi beragam pilihan yang ada.

Baca juga: Mau Liburan? Pengen Beli Hunian? Kamu Bisa Dapatkan Keduanya di FPI 2017

Setelah itu, konsumen meluangkan waktu untuk melihat lokasi perumahan. Tentunya untuk melihat bagaimana proyek dibangun dan dikembangkan.

Nah, kalau ada pameran properti atau Festival Properti Indonesia kembali diselenggarakan oleh Rumah123, kamu jangan sampai ketinggalan ya. Kalau ketinggalan melulu, kapan kamu mulai punya hunian?

Bagikan: 1053 kali