budidaya jangkrik

Jangkrik merupakan salah satu serangga yang permintaannya tak akan pernah surut.

Pasalnya, jangkrik memiliki segudang manfaat.

Budidaya jangkrik pun terbilang mudah dan murah, baik itu skala besar maupun skala kecil.

Untuk pemula yang mau memulai bisnis budidaya, serangga satu ini bisa menjadi opsi yang tepat.

Omzet yang dihasilkan juga tak main-main.

Dilansir dari Jpnn.com, seorang warga NTB bernama I Wayan Putrana sukses menjadi pengusaha jangkrik beromzet sekitar Rp 30 juta per bulan.

Ia menjual sekitar 20 kilogram lebih jangkrik setiap harinya.

Menarik sekali bukan?

Untuk kamu yang tertarik melakukan budidaya ini, Rumah123 akan memberikan langkah-langkahnya dengan lengkap.

Namun sebelum itu, simak dulu yuk keuntungannya berikut ini!

Keuntungan ternak jangkrik

1. Untuk konsumsi pribadi

Tahukah kamu bahwa jangkrik memiliki segudang manfaat?

Jangkrik sangat bagus untuk kesehatan karena mengandung banyak protein tanpa banyak lemak dan kalori.

Bahkan, jangkrik mengandung lebih banyak protein per gigitan (per kepadatan) daripada yang bisa diberikan daging sapi atau ayam per gigitan.

Untuk kamu yang sedang diet, bisa rutin mengonsumsi ini sebagai sumber protein rendah lemak.

Lantaran jarang dijual di pasar terbuka, kamu bisa budidaya jangkrik kecil-kecilan di rumah agar mudah untuk mengonsumsinya.

2. Dijual sebagai pakan burung, reptil, dan umpan ikan

Bukan hanya mampu memberi protein pada manusia, kandungan protein pada jangkrik juga bisa didapatkan oleh burung dan reptil.

Selain itu, jangkrik juga kerap digunakan sebagai umpan ikan.

Ada banyak pembeli potensial yang bisa kamu incar dengan budidaya jangkrik.

Artinya, peluang suksesnya bisnis ini juga semakin besar!

Cara budidaya jangkrik (langkah-langkah lengkapnya)

Sebagai pemula, kamu cukup budidaya jangkrik dalam skala kecil agar bisa melihat apakah kamu nyaman dengan budidaya ini atau tidak.

Jika kamu memiliki lahan kosong di belakang rumah, manfaatkan lahan tersebut untuk berbudidaya jangkrik.

Berikut langkah-langkah yang bisa kamu ikuti:

1. Mempersiapkan alat dan bahan berikut ini:

- Jangkrik hidup (pastikan terdapat jangkrik jantan dan betina)

- Dua wadah makanan yang sangat kecil dengan tutupnya

- Dua wadah makanan ukuran sedang dengan tutup

- Dua tempat penyimpanan domestik dengan tutup

- Lampu dengan bohlam 150w (berfungsi sebagai unit pemanas)

- Termometer kecil

- Kain atau spons bersih

- Gulungan skrining jendela aluminium

- Karton telur untuk tempat jangkrik bersembunyi

- Serabut kelapa, vermikulit atau perlit

- Buah-buahan organik, sayuran dan sayuran berdaun hijau

 - Lem panas atau lakban

2. Membuat kandang jangkrik

budidaya jangkrik Sumber: Crickster.com

Langkah selanjutnya adalah membuat kandang jangkrik.

Buatlah jendela dengan sekat aluminium pada wadah pembiakan besar.

Caranya, buka tutup wadah plastik besar dan potong separuh tutupnya, rekatkan skrining jendela aluminium di atasnya.

Letakkan beberapa karton telur di dalamnya agar jangkrik bersembunyi.

Lalu buatlah jendela besar pada wadah yang lebih kecil.

Ambil wadah kecil dan buat lubang besar, gunakan lem tembak untuk memasang kaca jendela pada tutupnya.

Pasang unit lampu agar serangga tetap hangat.

Letakkan lampu di atas wadah dan pastikan suhu di dalam wadah antara 85 ° -90 ° F (29,4 -32,2 ° C).

Hindari suhu di atas 95 ° (35 ° C) dan di bawah 80 ° F (26,7 ° C).

Pastikan kandang tersebut mendapatkan tingkat kelembapan yang tepat.

Sebab, kelembapan adalah salah satu faktor penentu baik buruknya hasil budidaya nantinya

Wadah harus memiliki tingkat kelembapan relatif berikut:

- Wadah pembiakan (besar) - Kurang dari 50%

- Wadah pemeliharaan (sedang) - 80-90%

- Wadah bertelur (kecil) harus mendekati 100%

Bersihkan wadah sekali seminggu.

Untuk melakukannya, pindahkan seluruh set-up ke tempat sampah plastik kedua, bersihkan wadah dan keringkan semuanya.

3. Beri makan dan minum yang cukup untuk jangkrik

Kurangi kanibalisme dengan menyediakan makanan dan air yang cukup setiap saat.

Pastikan pola makan mereka beragam dan mereka mendapat cukup protein.

Rendam selembar kain bersih dan letakkan di atas penutup plastik.

Gantilah kain setiap 2-3 hari sekali untuk menghindari mikroorganisme seperti bakteri atau jamur.

Kamu bisa memberi makan jangkrik dengan sayuran, buah-buahan, sayuran hijau, atau sisa daging.

Semakin beragam pola makan mereka, semakin baik hasil yang akan kamu dapatkan.

4. Siapkan wadah utuk jangkrik bertelur

budidaya jangkrik Sumber: Crickster.com

Masukkan beberapa serat sabut kelapa ke dalam wadah makanan ukuran kecil dan tutup atasnya.

Hal itu akan melindungi bayi jangkrik yang baru menetas dari jangkrik dewasa.

Perlu diingat, jangkrik bertelur di lingkungan yang lembap.

Pastikan untuk menyemprotkan air pada serat sabut kelapa setiap kali permukaannya mengering (sekali sehari atau lebih).

5. Siapkan wadah pemeliharaan (rearing container)

budidaya jangkrik Sumber: Crickster.com

Setelah sekitar satu atau dua minggu, jangkrik akan mulai menetas.

Tempatkan wadah bertelur di wadah pemeliharaan dan buka tutupnya sebagian.

Cara ini akan mencegah wadah kehilangan air, dan juga membuat bayi jangkrik bisa keluar dari wadah untuk kemudian diberi makan olehmu.

6. Panen jangkrik

Untuk memanen jangkrik, letakkan dua tempat sampah plastik di samping satu sama lain dan pindahkan jangkrik sebanyak yang dibutuhkan ke tempat sampah lainnya.

Cara termudah adalah dengan mengangkat karton telur tempat jangkrik yang menempel lalu menggoncangkannya di wadah lain.

Bagaimana?

Tidak sulit bukan untuk budidaya jangkrik di rumah?

Langsung saja, praktikan segera apabila ada lahan tak terpakai di rumahmu!

Simak juga artikel lainnya seputar budidaya di rumah hanya di artikel.rumah123.com!

Bagikan:
2270 kali