sumber: Hobby Farms

Budidaya ayam petelur semakin dilirik oleh banyak orang karena berbagai keunggulannya dibandingkan ayam pedaging. Mau coba?

Mengapa ternak ayam khusus petelur begitu diminati?

Penyababnya adalah, pemilik usaha tidak perlu repot lagi untuk mencari bibit setiap kali masa panen tiba. 

Ayam petelur dapat menghasilkan telur berulang kali sebelum membeli bibit ayam lagi. 

Berbeda dengan jenis ayam pedaging yang disembelih saat masa panen tiba.

Hal inilah yang menjadi alasan mengapa beternak ayam petelur lebih banyak dipilih oleh pebisnis. 

Tak hanya itu, budidaya ini juga menjanjikan keuntungan yang berlipat ganda. 

Permintaan pasar Indonesia akan produk telur pun seakan tidak pernah turun. 

Sebab, komoditas ini dapat digunakan untuk beragam hal, terutama dalam membuat beragam masakan. 

Cara Ternak Ayam Petelur untuk Pemula

Tertarik budidaya ayam petelur?

Yuk, simak caranya yang dilansir dari berbagai sumber di bawah ini:

1. Siapkan Kandang Sesuai Usia 

kandang ayam sumber: Backyard Chicken Coops

Kandang menjadi media yang harus diperhatikan untuk ayam petelur. 

Sebab, kamu harus menyesuaikannya dengan umur ayam. 

Selain itu, perhatikan juga kondisi ayam dan lingkungannya. 

Untuk anak ayam berusia 0 hari hingga enam minggu, pastikan kandang dan peralatan yang digunakan harus steril. 

Sebagai penghangat, beri lampu 60 watt yang disesuaikan dengan lingkungannya. 

Suhu kandang anak ayam berkisar antara 30ºC-32ºC. 

Suhu ini harus stabil agar tidak menimbulkan ketidaknyamanan atau stress pada anak ayam.

Sementara, untuk kandang ayam dewasa dalam masa bertelur tentu akan berbeda. 

Ada beberapa pembeda dari keduanya, seperti temperatur kandang, luas kandang, konstruksi kandang, hingga peralatan yang ada didalamnya.

Temperatur kandang yang sesuai untuk ayam ras petelur dewasa adalah 32,2oC-35oC, dengan kelembaban berkisar antara 60-70%. 

Penerangan atau pemanasan kandang disesuaikan dengan kondisi lingkungan.

Baca Juga: 12 Jenis Ayam Hias yang Bisa Dipelihara dan Menghasilkan Cuan di Rumah

Usahakan kondisi kandang mendapat cukup sinar matahari pagi dan tidak melawan arah mata angin. 

Sirkulasi udaranya pun harus baik, jangan membuat kandang pada permukaan lahan yang berbukit.

Sebab, hal itu bisa menghalangi sirkulasi udara dan tidak sesuai dengan aliran air jika mendapat guyuran hujan.

Begitu juga dengan konstruksi kandang pada ternak ayam petelur yang harus kuat, bersih, dan tahan lama.

2. Pemilihan Bibit Ayam Petelur

Setelah menyiapkan kandang, kamu juga harus memilih bibit ayam yang berkualitas. 

Untuk bibit ayam petelur sendiri terdapat dua jenis, yaitu ayam ras petelur putih dan ayam petelur coklat.

Ayam dengan ras petelur coklat memiliki ukuran yang sedikit lebih besar dibandingkan ayam petelur putih. 

Meski begitu, kedua telur tersebut tetap memiliki kandungan nutrisi yang sama. 

Pastikan kamu tidak memilih bibit anak ayam yang cacat. 

Selain itu, bulu harus menutup rata dengan pertumbuhan yang normal, serta berasal dari indukan unggul atau penjual yang terpercaya. 

Namun, lain halnya jika kamu berniat membeli bibit dalam rangka budidaya ternak ayam petelur dari anakan.

Perhatikan apakah anak ayam tersebut berasal dari induk yang sehat atau tidak.

Berikut ciri-ciri anakan yang baik, yaitu:

  • Bulu yang menutup dengan rata dan halus
  • Tidak ada cacat pada tubuh anak ayam
  • Nafsu makan yang baik
  • Ukuran badan normal dengan berat badan ideal
  • Tidak ada feses atau kotoran pada bagian duburnya

3. Pemberian Pakan

pakan ayam ternak

Langkah selanjutnya dalam budidaya ternak ayam petelur yaitu pemberian pakan. 

Pastikan kamu menggunakan pakan ayam yang berkualitas dan mengandung protein, karbohidrat, mineral, kalsium, serta vitamin. 

Hal itu akan berguna untuk memenuhi kebutuhan sang ayam. 

Kamu bisa memberikan pakan kepada ayam dalam bentuk konsentrat, dedak, dan jagung yang telah digiling.

Jika ayam kurang mendapatkan pakan, hasil produksi cenderung tidak maksimal. 

Untuk itu, jenis pakan yang kamu berikan akan sangat mempengaruhi keberhasilan bisnis budidaya ternak ayam petelur milikmu. 

Namun, jangan pula memberikan pakan yang berlebih karena bisa membuat ayam mengalami penumpukan lemak dan menurunkan produksi telur.

4. Perawatan Kesehatan

Perawatan Kesehatan ayam petelur bisa dibilang susah-susah gampang. 

Caranya dengan memberikan vaksin dan vitamin secara rutin untuk menjaga kekebalan tubuh ayam. 

Pastikan juga kamu menjaga kebersihan kandang ayam dan tidak membiarkan kotoran menumpuk di dalamnya. 

Lakukan pembersihan secara berkala dengan disinfektan guna menjaga kandang agar lebih steril. 

Baca Juga: Cara Memulai Bisnis Ternak Ayam dengan Mudah. Siap Jadi Juragan?

5. Telur Siap Dipanen

telur ayam sumber: The Spruce

Telur akan mulai dihasilkan oleh ayam setelah memasuki usia empat bulan. 

Biasanya, ayam akan menghasilkan telur setiap harinya. 

Setelah memanenya, pastikan kamu tidak langsung menjualnya di pasaran. 

Sebab, kamu harus menyortir dan memisahkan antara telur yang berkualitas baik dan abnormal. 

Sebab, telur abnormal biasanya memiliki ukuran yang lebih besar, lebih kecil, serta mempunyai bentuk yang unik, seperti lonjong atau gepeng. 

Pastikan kamu hanya menjual telur-telur yang berkualitas di pasaran. 

Itulah beberapa hal yang perlu kamu perhatikan dalam budidaya ayam petelur agar tidak mengalami kematian. 

Jangan lupa kunjungi artikel.rumah123.com untuk dapatkan artikel menarik lainnya seputar properti. 

Kamu juga bisa mencari properti yang sesuai kebutuhanmu seperti Kyo Society hanya di www.rumah123.com.

Bagikan:
3267 kali