Ilustrasi Foto: Rumah123/iStock
 

Penjualan rumah menurun, ini kalau kita merujuk hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR) yang dilakukan Bank Indonesia (BI) baru-baru ini. Menurut BI, penjualan properti residensial pada Triwulan I/2018 tumbuh 10,55%, sedangkan pada Triwulan II/2018 hanya 0,08%.

"Penjualan properti residensial menunjukan penurunan khususnya pada rumah menengah dan besar," kata Direktur Departemen Statistik BI, Gantiah Wuryandani, seperti dikutip detik.com, Kamis (9-8-2018).

Penurunan penjualan properti residensial rumah tipe besar yakni 4%, rumah tipe menengah turun paling besar 17,29%. Tapi, bagusnya penjualan rumah tipe kecil naik 11%.

Baca juga: Lebih Baik Rumah Kecil, Asal…

Menurut Gantiah, peningkatan signifikan penjualan rumah tipe kecil karena Kementerian PUPR meningkatkan rumah tipe ini melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), “Sehingga mendorong daya beli masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) jadi meningkat," katanya.

Tingginya suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan masih adanya batasan Down Payment (DP) KPR, disinyalir jadi penyebab penurunan penjualan properti residensial pada Triwulan II/2018.

"Ternyata sebagian besar kelompok bank meningkatkan suku bunga. Bank persero hampir sama. Tapi, bank swasta nasional justru menurunkan suku bunga," kata Gantiah.

Baca juga: Kecil, tapi Rumah Sendiri, Masalahnya di Mana?

Suku bunga KPR terendah ada di bank persero yakni sebesar 9,30% per tahun, dan tertinggi adal di BPD (Bank Pembangunan Daerah) yakni 12,25% per tahun.

Karena mau gak mau banyak bank meningkatkan suku bunga, maka kamu ambil tipe rumah yang kecil aja. Meksipun harganya meningkat sejalan dengan peningkatan suku bunga bank, tapi masih bisa terjangkau karena harganya belum tinggi. Selain itu, penjualan rumah tipe kecil tetap oke kok, malah mengalami peningkatan. Jadi, kalau kamu mau jual kembali pun masih banyak peminatnya.

Bagikan: 758 kali