Foto: Rumah123/Getty
 

Logikanya, sebulan puasa mestinya pengeluaran berkurang bukan? Kan gak ada makan siang dan merokok saat siang. Tapi, kenapa  yang terjadi mlaah pengeluaran lebih besar daripada bulan-bulan biasa? Pernah gak melihat atau malah kamu sendiri yang mengalami kehebohan belanja di bulan puasa? Justru karena puasa, ada yang berpikir saat berbuka atau sahur harus tersedia makanan dan minuman yang enak-enak dan beragam. Apalagi harus dari restoran yang harganya tentu saja lebih mahal. Alhasil, pos pengeluaran kamu kebobolan.

Kalau dipikir-pikir, belanja heboh itu sebenarnya lebih karena kebutuhan atau keinginan? Coba deh kamu jawab sendiri. Menurut Financial Advisor, Kurnia Sukmanagara, saat acara Ngobrol Santai tentang Trik Mengelola Uang Belanja di Bulan Puasa & THR, di Maggarai, Jakarta Selatan, Minggu (20-5-2018), zaman sekarang ini gaya hidup kebanyakan orang Indonesia itu tinggi. Secara gak sadar, sering terjadi over-budget. Apa lagi kini ada media sosial yang seringkali mendorong kita untuk memposting gaya hidup demi gengsi. Yang penting posting dululah, soal pengeluaran jebol ya belakangan aja.

Baca juga: Belanja Pinter Tanpa Otak Muter-Muter!

Emang gimana sih cara mengatur pengeluaran selama bulan puasa agar lebih bisa irit? Berikut ini beberapa tips dari Kurnia:

Pastikan ada penghematan sebesar sepertiga dari budget makan.

Di bulan lain, umumnya kamu makan sebanyak 3 kali dalam sehari. Umpamanya sekali makan sebesar Rp20.000, jadi dalam sehari budget makan adalah Rp60.000. Nah, selama Ramadan, kamu harus memastikan bahwa sepertiga dari Rp60.000 tersebut dapat disimpan untuk investasi (beli rumah). Jadi, selama bulan puasa berarti kamu bisa menyisihkan Rp20.000 x 30 hari = Rp600.000. Nah, lumayaan banget kan?

Pastikan kamu mengontrol pengeluaran.

Gimana ngontrol pengeluaran? Harus bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Semisal beli makanan yang enak dan banyak-banyak. Makanan enak apa aja dibeli, tapi kebuang karena baru makan separuhnya aja udah kekenyangan, y agak? Harusnya, jangan sampelah ada makanan kebuang. Jadi, jangan rakus beli makanan dan minuman saat berbuka, secukupnya aja.

Baca juga: Puasa Belanja Setahun Bisa Bikin Kamu Jujur pada Kebutuhan

Tingkatkan kesadaran mengatur anggaran yang efektif dan efisien.

Mengatur anggaran yang efektif dan efisien sebenarnya gak berlaku cuma di bulan Ramadan, ini juga kamu harus lakukan di bulan-buan lain. Pahami mana kebutuhan, mana keinginan. Kunci mengatur pengeluaran yakni mulai dari pengeluaran yang mendesak harus dibayar, yakni tagihan listrik (PLN), air (PAM). Setelah itu, sisihkan buat investasi (beli rumah). Baru deh yang terakhir pengeluaran buat makanan.

Lho kok pengeluaran buat makanan malah yang terakhir? Bukannya kalau gak makan kita bisa mati? Itu kalau kita stop makan. Di sini maksudnya bukan berhenti makan, tapi menyesuaikan pos pengeluaran makan dengan sisa pendapatan. Dengan begitu, kamu punya gaya hidup yang disesuaikan dengan anggaran.

Baca juga: 7 Cara Ngirit Abis Agar Duit Ngumpul Buat Beli Rumah!

Kalau kamu belanja pake kartu kredit, begitu ada uang tunai atau sudah gajian, langsung pisahkan buat bayar tagihannya. Bayar lunas semua tagihan kartu kredit, jangan bayar minimum payment-nya aja. Jangan juga telat bayar, karena dendanya besar!

Tegakkan pilar financial planning.

Kesatu, kelola cash flow (arus kas).

Kedua, kalau berutang: utang yang positif yakni untuk punya aset.

Ketiga, punya dana darurat (emergency fund) yang likuid, mudah dicairkan atau dikonversi.

Keempat, punya proteksi yang cukup: asuransi pendidikan anak, asuransi kesehatan, dan lain-lain.

Bagikan: 1079 kali