toko kelontong - rumah123.com Bisnis toko kelontong memang menjanjikan lantaran produk yang dijual tak kenal musim dan selalu dibutuhkan banyak orang (Rumah123.com/Getty Images)

Dengan berbisnis toko kelontong, kamu tak perlu mengeluarkan dana yang besar sebagai modal. Ditambah lagi keuntungannya lumayan!

Toko kelontong atau toko sembako adalah salah satu jenis bisnis yang banyak peminatnya sedari dulu.

Bukan tanpa alasan, bisnis ini memang menjanjikan lantaran produk yang dijual tak kenal musim dan selalu dibutuhkan banyak orang.

Walaupun saat ini kehadiran supermarket ritel semakin menjamur, eksistensi toko kelontong tak pernah redup. 

Nyatanya di permukiman, khususnya di daerah pinggiran atau pedesaan, masih banyak orang yang tak selalu belanja di supermarket.

Mereka lebih memilih untuk pergi ke toko sembako untuk membeli kebutuhan harian.

Jika kamu berencana menjalankan usaha dari rumah, tak ada salahnya untuk buka toko kelontong. 

Dari segi modal, bisa dibilang tak begitu besar.

Tapi jika dijalani dengan tepat, keuntungannya bisa maksimal.

Nah, langsung saja, untuk kamu yang mau buka toko kelontong, ini perkiraan modal dan keuntungannya!

Baca juga: 4 Cara Paling Gampang Memulai Bisnis Online untuk Pemula

Modal membuka toko kelontong di rumah

Modal awal:

Barang yang dijual di dalam toko kelontong biasanya beragam.

Mulai dari kebutuhan pokok (beras, minyak, terigu, telur, mie instan, sabun, sampo, deterjen, kopi, susu, rokok, dan sebagainya), dan makanan ringan.

Inilah perkiraan modal usaha sembako di rumah yang dibutuhkan. 

- Rak, etalase, meja, kursi: Rp1.500.000

- Persediaan barang dagangan: Rp2.000.000

Total: Rp3.500.000

Biaya operasional: 

Selain produk dagangan, kamu juga akan membutuhkan biaya operasional bulanan seperti biaya listrik, air, dan tambahan dagangan yang sudah habis. Seperti ini rinciannya:

- Belanja barang yang habis: Rp1.500.000

- Biaya listrik, air, dll: Rp500.000

Total: Rp2.000.000

Total modal: Rp3.500.000+Rp2.000.000 = Rp5.500.000

Asumsi pendapatan dan keuntungan per bulan

Pendapatan:

Asumsikan pemasukan per hari sebesar Rp200.000. Jumlah ini kemudian dikalikan selama 30 hari.

Total pemasukan dalam satu bulan sebesar Rp6.000.000.

Dengan perhitungan di atas, artinya kamu bisa balik modal di bulan pertama penjualan dengan keuntungan bersih sebesar Rp500.000.

Baca juga: Banoffee Pie Hingga Salmon Mentai, Ini 5 Bisnis Kuliner Kekinian dengan Omzet Menjanjikan

Keuntungan:

Keuntungan dihitung dari pengurangan pendapatan per bulan dikurang biaya operasional bulanan. Artinya:

Rp6.000.000 - Rp2.000.000 = Rp4.000.000

Perhitungan yang sebenarnya akan tergantung pada barang yang dibeli dan keuntungan harian.

Semakin banyak barang yang dijual, tentu semakin besar keuntungan yang bisa didapatkan. 

Untuk mendapatkan keuntungan toko kelontong yang maksimal, kamu bisa menyusun strategi pemasaran.

Misalnya dengan memasang spanduk di depan toko, memberikan promosi berupa diskon atau produk gratis untuk pembelian sekian rupiah, atau mempromosikan tokomu di acara kumpul tetangga.

Ide barang yang bisa dijual di warung sembako-mu di rumah

modal toko kelontong - rumah123.com

Sesuai namanya, tentu sembako alias kebutuhan pokok menjadi barang dagangan yang wajib ada di tokomu.

Tapi di luar bahan makanan, kamu bisa lho menambahkan varian produk untuk dijual.

Misalnya seperti alat tulis, gas elpiji, atau air galon.

Atau bahkan kamu juga bisa menyediakan jasa isi pulsa, token listrik, atau pembayaran PDAM.

Dijamin, barang-barang tersebut banyak yang membutuhkan.

Hitung-hitung menambah pemasukan!

Kekurangan membuka toko warung sembako di rumah

Memang, banyak keuntungan warung sembako jika kamu menjalaninya di rumah.

Namun di tengah keuntungan tersebut, ada pula kekurangannya.

Tak bisa dipungkiri, keuntungan yang akan didapatkan dari membuka usaha warung kelontong ini tidaklah besar, apalagi saat kamu baru pertama kali memulai.

Hal ini karena pelangganmu hanyalah warga yang tinggal di daerah rumahmu saja.

Privasi yang didapatkan pun sedikit berkurang  karena banyak orang yang mendatangi rumahmu.

Belum lagi jika toko sedang ramai, sehingga sangat mungkin anggota keluarga merasa keberisikan.

Bagaimana?

Berniat untuk membangun toko kelontong di rumah?

Jangan lupa untuk membuat perhitungannya secara matang ya supaya bisnismu berjalan lancar!

Bagikan:
53777 kali