cara menghitung biaya sewa rumah Bagi Kamu yang Ingin Menyewa Rumah, Ada Sejumlah Tips dan Cara Menghitung Biaya Sewa Rumah (Foto: Rumah123.com/Freepik.com)

 

Bagi mereka yang menyewa rumah, ada sejumlah cara menghitung biaya sewa rumah. Ada sejumlah biaya yang perlu dipersiapkan. Apa saja ya? 

Idealnya memang kamu harus membeli rumah atau apartemen, namun ada kalanya kamu memang lebih baik menyewa. 

Harga rumah atau properti memang terus merangkak naik dari tahun ke tahun. Hal ini menjadi alasan utama kamu harus memiliki rumah. 

Kenaikan harga rumah tidak sebanding dengan rata-rata kenaikan gaji para pegawai. Coba hitung saja pendapatan kamu. 

Namun, ada kalanya kamu harus lebih memilih menyewa rumah atau apartemen, tinggal di kamar kost, dan lainnya. 

Bagi kamu yang bekerja berpindah-pindah dari satu ke kota lainnya, maka menyewa rumah menjadi pilihan. 

Kamu yang bekerja di bank nasional atau perusahaan konsumsi seperti makanan, rokok, dan lainnya pasti merasakan mutasi secara rutin. 

Pilihannya memang menyewa rumah ketimbang membeli karena kamu akan dimutasi lagi dalam dua tiga tahun. 

Atau kamu sedang meneruskan pendidikan pascasarjana, kamu tentu tidak membeli rumah melainkan hanya menyewa. 

Sebagai penyewa, kamu harus membayar sejumlah biaya selain biaya sewa rumah baik bulanan atau tahunan. 

1. Biaya Sewa Rumah 

Ada pilihan untuk membayar biaya sewa rumah mulai dari tahunan atau pun bulanan. Biasanya pilihannya memang dua. 

Namun, ada juga meminta bayaran tiga bulan atau enam bulan sekali kalau penyewa merasa keberatan dengan sewa per tahun. 

Atau pemilik juga enggan menerima pembayaran bulanan lantaran malas untuk menagihnya setiap bulan. 

Pastikan kamu telah menyisihkan uang sewa rumah sehingga tidak menunggak dan diusir oleh pemilik. 

2. Biaya Perawatan Rumah 

Jika kamu menyewa sebuah rumah, pastikan kamu telah menyisihkan biaya perawatan rumah secara rutin. 

Penyewa bisa saja meminta pemilik untuk melakukan perbaikan jika kerusakan memang cukup parah. 

Atau penyewa dan pemilik berpatungan untuk memperbaiki rumah yang rusak. Hal ini tergantung kesepakatan kedua belah pihak. 

Namun, kalau kerusakan hanya kecil atau terjadi karena ulah penyewa, maka penyewa harus memperbaikinya sendiri. 

3. Biaya Tagihan Bulanan 

Saat menyewa rumah, pastinya kamu akan membayar tagihan listrik dan tagihan air setiap bulannya. 

Jangan lupa untuk membayarnya tepat waktu karena biaya dendanya juga besar setiap bulannya.

Sejumlah rumah masih memiliki sambungan nomor telepon tetap. Mau tidak mau, kamu harus membayar tagihan bulanannya. 

Sejumlah rumah lainnya juga telah memasang listrik memakai token, maka kamu hanya perlu mengisi token. 

4. Biaya Pemeliharaan Lingkungan 

Jika tinggal di sebuah klaster, maka kamu harus membayar biaya pemeliharaan lingkungan seperti kebersihan dan keamanan. 

Ada petugas kebersihan yang mengangkut sampah setiap satu atau dua hari sekali agar lingkungan tetap bersih. 

Ada petugas keamanan yang berjaga selama 24 jam untuk memantau keamanan lingkungan sehingga kamu merasa nyaman. 

Kalau pun kamu tidak tinggal di dalam klaster, kamu biasanya harus membayar uang kebersihan dan uang keamanan kepada Ketua RT (Rukun Tetangga). 

5. Biaya Sewa Garasi 

Belum tentu rumah yang disewa memiliki garasi sementara kamu memiliki mobil. Alhasil, kamu harus menyewa garasi. 

Mau tidak mau, kamu harus mencari garasi dekat rumah agar memudahkan mobilitas dan aktivitas. 

Biaya ini menjadi biaya tambahan kecuali kamu memilih tidak memiliki mobil atau memarkir mobil sembarangan. 

6. Biaya Jaminan Sewa 

Kalau menyewa rumah full furnish, biasanya pemilik rumah akan memasukkan biaya jaminan sewa. 

Biaya ini untuk melindungi perabot yang ada di rumah. Tentunya ada potensi kerusakan lantaran dipakai. 

Kalau ada kerusakan, maka pemilik rumah bisa mengambil uang jaminan sewa ini sebelum penyewa pergi.

Baca juga: Kelebihan dan Kekurangan Sewa Apartemen Full Furnish Bagi Pemilik?

Bagikan:
689 kali