jalan berbayar- rumah123.com BPTJ Berencana Menerapkan Sistem Jalan Berbayar di Depok, Tangerang, dan Bekasi. Jalan yang Menerapkan Sistem Ini Merupakan Jalan yang Menuju ke Jakarta (Foto: Rumah123/Getty Images)

BPTJ berencana untuk menerapkan sistem jalan berbayar di Depok, Bekasi, dan Tangerang, Tiga wilayah ini ikut menyumbangkan kemacetan di Jakarta.

Pemerintah terus mencari solusi untuk mengatasi kemacetan di Jakarta. Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) akan menerapkan sistem jalan berbayar atau electronic road pricing (ERP) di luar Jakarta.

Situs berita online Kompas.com melansir bahwa BPTJ bakal menerapkannya di tiga lokasi jalan yang menjadi penghubung ke Jakarta. Tiga jalan itu adalah Jalan Margonda di Depok, Jalan Daan Mogot di Tangerang, dan Jalan Kali Malang di Bekasi.

Baca juga: Sistem Jalan Berbayar Diberlakukan Pada 25 Jalan yang Menerapkan Ganjil Genap

Rencana penerapan ini dilaksanakan untuk mengatasi masalah kemacetan di Jakarta. Kemacetan oleh kendaraan pribadi ini berasal dari daerah penyangga seperti Depok, Bekasi, dan Tangerang.

Kepala Hubungan Masyarakat BPTJ Budi Raharjo memaparkan sumber kemacetan di Jakarta ternyata banyak berasal dari kawasan penyangga ibu kota. Untuk menanggulangi kemacetan tersebut, BPTJ berencana menerapkan sistem jalan berbayar.

Budi melanjutkan sistem jalan berbayar ini terdiri dari dua lingkup. Jalan arteri di Jakarta masuk lingkup Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Jalan nasional menuju Jakarta menjadi lingkup BPTJ.

Tingkat Pergerakan Kendaraan di Jabodetabek Meningkat Sangat Pesat

Budi menyatakan angka pergerakan kendaraan di kawasan Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi) memang meningkat sangat pesat. Angkanya bisa naik dua kali lipat dalam tiga tahun saja.

Pada 2014, jumlahnya masih 44 juta dalam satu hari. Pada 2018, jumlahnya sudah mencapai 88 juta per hari. Kenaikannya memang luar biasa.

Angka tersebut merupakan jumlah keseluruhan dari seluruh jenis moda transportasi. Hal ini mencakup mobil pribadi, sepeda motor, angkutan umum, dan lainnya. Dari skala perbandingan, kendaraan pribadi masih mendominasi.

Baca juga: Jakarta Akan Menerapkan Jalan Berbayar Atau ERP Pada 2021

Pergerakan jumlah pelaju atau komuter memang cukup besar. Hal ini bisa dilihat dengan tingginya tingkat kemacetan dari hari ke hari. Upaya untuk menerapkan sistem jalan berbayar di kawasan penyangga harus dilakukan.

Sebelum menerapkan jalan berbayar, BPTJ akan melakukan pembahasan lebih lanjut dan kajian. Salah satu hal yang harus dibahas terkait skema hukum.

Mencari Hunian yang Terkoneksi Transportasi Massal

Bagi kamu yang berencana untuk mencari hunian di kawasan penyangga seperti Depok, Bekasi, Tangerang, Bogor, Cikarang, dan lainnya, kamu harus mencari properti yang terkoneksi dengan transportasi massal.

KRL (Kereta Rel Listrik) Commuter Line sudah menjangkau kawasan seperti Maja, Nambo, Cikarang, dan lainnya. Selain itu, ada juga LRT (Light Rail Transit/Lintas Rel Terpadu) Jabodebek (Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi). Saat ini, LRT Jabodebek sedang menyelesaikan tiga lintas yaitu Cibubur-Cawang, Bekasi Timur-Cawang, dan Dukuh Atas-Kuningan-Cawang.

BRT (Bus Rapid Transit) Transjakarta juga sudah memiliki rute ke Bekasi, Depok, dan Tangerang. Sementara MRT (Mass Rapid Transit/Moda Raya Terpadu) Jakarta baru memiliki satu rute. Nantinya, MRT Jakarta akan terus dikembangkan.

Baca juga: Kehadiran MRT Jakarta Membuat Keinginan Membeli Kendaraan Menurun

Bagikan: 834 kali