Bos Facebook, Mark Zuckerberg Menghabiskan Masa Kecilnya di Kawasan Sub Urban New York (Rumah123/Cnet)

Kamu pasti mengenal Mark Zuckerberg, co-founder, chairman, sekaligus chief executive officer (CEO) Facebook, meskipun kamu tidak menggunakan produknya. Mau tahu di mana dia menghabiskan masa kecilnya?

Kaum milenial biasanya tergila-gila dengan Instagram atau Twitter, sementara Facebook lebih akrab buat Gen X. Namun, sosok Zuckerberg pastinya sudah diketahui.

Baca juga: Lagi Bete? Pengen Cari Inspirasi? Langsung Aja Masuk Kapsul Kaum Urban

Zuckerberg lahir di White Plains, New York, Amerika Serikat pada 14 Mei 1984. Dia menghabiskan masa kecilnya di rumah orang tuanya. Zuckerberg memiliki tiga saudara perempuan.

Mereka tinggal di Dobbs Ferry yang merupakan desa kecil di kawasan Westchester County. Area ini berjarak sekitar 22 km dari New York. Kalau menggunakan mobil, hanya perlu waktu 30 menit.

Baca juga:  Milenial Pilih Tinggal di Kawasan Sub Urban, Nah Begini Dong!

Dobbs Ferry memang tergolong kecil. Bayangkan kalau penduduknya hanya 11.000 jiwa pada 2016 lalu. Mungkin selevel dengan kecamatan di Depok, Bogor, Bekasi, atau Tangerang kali ya.

Sekitar 10% penduduknya tidak memiliki mobil. Mereka mengandalkan transportasi publik, naik sepeda, atau malah berjalan kaki.

Baca juga:  Kawasan Sub Urban Lebih Hidup Karena Pengaruh Milenial, Beneran Lho

Ayahnya, Edward Zuckerberg merupakan dokter gigi. Sementara ibunya, Karen Zuckerberg adalah psikiater. Mereka membeli rumah tersebut pada 1981 dan masih tinggal di sana hingga 2012.

Sejak remaja, Zuckerberg sudah tertarik dengan program komputer. Dia sempat membuat layanan komunikasi instan antara rumah dengan ruang praktik ayahnya.

Baca juga:  Yang Bilang Sub Urban Ga Asik Jadi Tempat Tinggal Itu Gak Gaul!

Dia menamakan aplikasi ini dengan nama ZuckNet. Setelah itu, dia mulai mengembangkan diri dalam belajar bahasa program komputer. Kelak dia mulai membuat, membangun, dan mengembangkan aplikasi Facebook.

Nah, buat kamu yang sedang cari rumah atau hunian, kenapa nggak terpikir untuk tinggal di kawasan sub urban. Okelah, area ini mungkin jauh dari tempat kamu bekerja di Jakarta. Namun, kalau ada akses transportasi umum, kenapa nggak?

Biasanya kawasan sub urban masih tidak terlalu ramai, tidak bising, dan masih banyak pohon. Bayangkan kalau kamu memiliki rumah dengan suasana seperti ini?

Bagikan: 522 kali