Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meninjau pembangunan 4 proyek Rusun di Aljazair yang dibangun oleh PT WIKA. di Algiers (Ibu Kota Aljazair), Senin (24-9-2018). Foto: Rumah123/Dok. Biro Komunikasi Publik-Kementerian PUPR.

 

PT Wijaya Karya membangun empat proyek rumah susun (Rusun) di Aljazair dengan total nilai Rp2,1 triliun dan melibatkan 480 pekerja.

Proyek pertama, pembangunan 1.700 unit Logement (Rusun) yang terdiri atas 70 blok, per blok ada 25 unit bangunan 5 lantai. Proyek bernilai Rp629 miliar ini dimulai pada September 2017 dan ditargetkan selesai dalam 24 bulan. Saat ini progresnya telah mencapai 20%.

Proyek kedua, pembangunan 2.250 Logement di Ain Defla dan Khemis Miliana di Provinsi Ain Defla. Nilai proyek sebesar Rp851 miliar yang dimulai September 2017 dan waktu penyelesaian 28 bulan.

Proyek ketiga, pembangunan 400 Logements di Kourifa dengan nilai Rp155 miliar yang dimulai sejak Mei 2017 selama 18 bulan.

Proyek keempat, pembangunan 1.000 Logements di Souidania senilai Rp390 miliar selama 26 bulan sejak Maret 2017.

Baca juga: Punya Nyali Buat Pindah ke Kota dengan Biaya Hidup Termurah di Dunia?

“Kebanggaan bagi Kementerian PUPR melihat kiprah PT Wijaya Karya (PT WIKA) di Aljazair, sebagai rujukan pembangunan infrastruktur di negara ini. Untuk teknis pekerjaan, kualitas pekerjaan tidak perlu diragukan. You are in the right hand, you can sleep well,” kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono kepada pemilik pekerjaan saat meninjau di Algiers (Ibu Kota Aljazair), Senin (24-9-2018), sesuai keterangan tertulis Biro Komunikasi Publik-Kementerian PUPR.

 
Proyek Rusun di Aljazair yang dibangun PT WIKA. Foto: Rumah123/Dok. Biro Komunikasi Publik-Kementerian PUPR
 

Menteri Basuki mengunjungi lokasi proyek PT WIKA yang membangun 1.700 unit Logement di Baraki dan El Harrach, Provinsi Alger. Dalam kunjungan lapangan ini, Menteri Basuki menyampaikan bahwa PT WIKA telah menunjukkan hasil kerja yang baik. Dia berharap seluruh pekerja di lokasi proyek selalu menunjukkan kinerja terbaiknya.

Sebelumnya, Menteri Basuki menemui Menteri Perumahan, Permukiman dan Perkotaan Aljazair, Abdelwahid Temmar. Pertemuan ini selain membahas progres kerja sama di bidang infrastruktur yang sedang berlangsung, juga kesepakatan meningkatkan kerja sama melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) baru. Ada penambahan ruang lingkup kerja sama teknik dalam pengembangan rumah tahan gempa.

Kesempatan ini juga dimanfaatkan untuk menjajaki potensi keterlibatan BUMN Karya pada proyek infrastruktur lainnya di Aljazair, terutama PT WIKA yang telah merintis ekspor jasa konstruksi di Aljazair. Pertemuan ini juga dihadiri oleh Duta Besar RI untuk Aljazair, Safira Machrusah, dan Direktur Utama PT WIKA, Tumiyana.

Bagikan: 1769 kali