bogor- rumah123.com Suasana Kota Bogor yang Penuh Angkutan Perkotaan. Wali Kota Bogor, Bima Arya Akan Mengubah Bogor yang Identik dengan Angkot Menjadi Kota yang Memiliki Transportasi Massal Seperti LRT (Light Rail Transit/Lintas Rel Terpadu) dan Trem (Foto: Rumah123/Getty Images)

Wali Kota Bogor Bima Arya ingin mengubah stigma kota Bogor yang penuh angkot menjadi kota yang memiliki transportasi modern seperti LRT dan trem.

Bagi yang pernah ke Bogor atau memang tinggal di Bogor, pastinya paham mengenai Bogor yang dicap sebagai kota angkot (angkutan perkotaan). Kota ini memiliki ribuan angkot yang memadati jalan-jalan.

Kemacetan karena angkot menjadi hal biasa di Bogor. Hal inilah yang ingin dihapus oleh Wali Kota Bogor Bima Arya. Bima menjabat wali kota untuk periode kedua, 2019-2024.

Baca juga: LRT Jakarta Resmi Terintegrasi dengan Transjakarta Koridor 4

Situs berita online CNBC Indonesia.com melansir bahwa jumlah angkot di Bogor mencapai 3.000 unit kendaraan. Namun, jumlahnya telah menyusut menjadi 600 menyusul maraknya ojek online dan taksi online.

Bima ingin mengurangi jumlah angkot di Bogor dengan mengkonversi menjadi transportasi massal seperti LRT (Light Rail Transit/Lintas Rel Terpadu). Proses ini akan dilakukan secara bertahap.

Sebelum membangun infrastruktur LRT, Pemerintah Kota Bogor akan mengganti angkot dengan minibus. Bima menyatakan akan melakukannya dengan proses konversi.

Baca juga: Ada Proyek LRT Jabodebek, Jalan Rasuna Said Diberlakukan Rekayasa Lalu Lintas 10 Bulan

Angkutan perkotaan akan dihilangkan secara bertahap di tengah kota. Nantinya, angkot akan diganti dengan bus kecil.

Dalam lima tahun ke depan atau pada 2024, Bima menyakinkan kalau jumlah angkot di pusat kota Bogor akan berkurang seiring beroperasinya LRT. Rencananya, Pemkot Bogor akan menjalin kerja sama dengan pihak swasta dalam mengembangkan LRT.

Namun, politisi PAN (Partai Amanat Nasional) ini masih belum mengungkapkan siapa pihak yang akan diajak bekerja sama untuk membangun LRT di Bogor. Bima menyatakan Pemkot Bogor masih menyusun konsep pembangunan LRT.

Terminal Baranangsiang Akan Menjadi Stasiun Terakhir LRT Jabodebek

Sejumlah media memang sudah memberitakan bahwa Terminal Baranangsiang akan stasiun akhir LRT Jabodebek (Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi). Terminal Baranangsiang ini terkenal semrawut dan akan direvitalisasi.

Terminal ini sudah ada sejak lama dan memang kumuh. Nantinya, Terminal Baranangsiang bakal disulap menjadi kawasan Transit Oriented Development (TOD).

Situs berita online Berita Satu.com melansir pernyataan Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono bahwa revitalisasi Terminal Baranangsiang akan dimulai pada akhir 2019.

Saat ini, LRT Jabodebek baru membangun tiga trase yaitu Cibubur – Cawang, Bekasi Timur – Cawang, dan juga Cawang – Dukuh Atas. Dalam waktu dekat, rute Cibubur – Bogor akan mulai dbangun.

Ada rencana kalau LRT tidak lagi menggunakan jalur melayang seperti di beberapa tempat, namun akan menggunakan rel yang berada di tanah seperti halnya kereta rel listrik (KRL) Commuter Line.

Bogor Akan Memiliki Trem Hibah dari Belanda

Situs berita online Tempo.co menyatakan bahwa Pemkot Bogor akan bekerja sama dengan perusahaan asal Prancis untuk mengkaji rencana memakai trem sebagai moda transportasi massal setelah LRT terkoneksi hingga Terminal Baranangsiang.

Belum lama ini, Bogor mendapatkan hibah trem dari Pemerintah Belanda. Bogor menjadi salah satu kota yang dipercaya menerima hibah. Trem bisa digunakan untuk penumpang wisata dan juga moda penghubung ke LRT.

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie Rachim menyatakan perusahaan Prancis ini telah memberikan rekomendasi bahwa trem cocok untuk digunakan di Bogor. Trem menjadi transportasi yang sangat murah dan sangat efektif dalam menjangkau beberapa lokasi di Bogor.

Dedie menyatakan ada delapan titik yang rencananya akan dibangun stasium trem yaitu Terminal Baranangsiang, Suryakencana, Mall BTM (Bogor Trade Mall), Paledang, Stasiun Bogor, Balai Kota Bogor, Sempur, Lippo Kebun Raya, dan Rumah Sakit PMI.

Rencananya, trem ini juga akan terkoneksi dengan KRL Commuter Line di Stasiun Bogor. Nantinya, seluruh moda transportasi massal akan saling terhubung satu sama lain.

Baca juga: Terminal Baranangsiang Akan Direvitalisasi dan Dijadikan Stasiun Akhir LRT Jabodebek

Baca juga: Tol Desari Bakal Diperpanjang Hingga Bogor, Asyik Juga Tinggal di Kota Penyangga

Bagikan: 2625 kali