OK
Dijual
Disewa
Properti Baru
Panduan

Bisnis Rumah Kos Berawal dari Indekos di Zaman Belanda, Kayak Apa Sih Ceritanya?

19 Juli 2022 · 4 min read Author: Devi Suzanti

indekos

Kamu tahu gak sih, kalau indekos sama dengan kos-kosan? Bahkan, sudah ada sejak zaman Belanda. Lantas apa bedanya dengan co-living dan kos kekinian.

Istilah kos-kosan tentu sudah tidak asing lagi ditelinga kamu, terlebih lagi bagi kamu yang kuliah di luar kota atau jauh dari rumah.

Rumah kos seakan menjadi rumah kedua bagi para mahasiswa maupun para pekerja. Pilihan tinggal di kos-kosan yang membuat kamu lebih dekat dengan tempat kuliah atau pun kantor.

Kini, banyak sekali kos-kosan di dekat perkantoran, jadi tidak hanya kos untuk kalangan mahasiswa saja. Namun, juga para pekerja yang tinggal jauh dari rumah.

Namun, tahukah kamu awal mula sejarah dari kosan yang bernama indekos? Yuk, cari tahu dan simak ulasannya berikut ini.

Sejarah Indekos

Indekos atau kos/kost adalah sebuah jasa yang menawarkan sebuah kamar atau tempat untuk ditinggali dengan sejumlah pembayaran tertentu untuk setiap periodenya, umumnya per bulan.

Kata tersebut diserap dari frasa bahasa Belanda “in the kost”, yang dalam arti sebenarnya adalah “makan di dalam”.

Tetapi dapat pula berarti “tinggal dan ikut makan” di dalam rumah tempat untuk menumpang tinggal atau tempat tinggal.

Pada zaman kolonial Belanda di Indonesia, istilah “in de kost” adalah sebuah gaya hidup yang  cukup populer di kalangan menengah ke atas untuk kaum pribumi.

Hal ini familiar terutama sebagian kalangan yang mengagung-agungkan budaya barat atau Eropa, khususnya budaya atau adat Belanda.

Dengan tren tersebut mereka berharap, supaya anaknya dapat bersikap dan berperilaku layaknya bangsa Belanda atau Eropa yang dirasa lebih terhormat saat itu.

Pada masa penjajahan Belanda, bangsa Belanda dan Eropa mendapat status sosial yang sangat tinggi, sehingga orang-orang yang bukan orang Belanda perlu bersikap layaknya “orang Belanda”.

Mereka membayar sejumlah uang tertentu sebagai jaminan, anaknya diperbolehkan tinggal di rumah orang Belanda yang mereka inginkan.

Dengan beberapa syarat yang telah diperhitungkan, maka resmilah si anak diangkat sebagai anak angkat keluarga Belanda.

Setelah tinggal serumah, selain diperbolehkan makan dan tidur di rumah tersebut, si anak tetap dapat bersekolah dan belajar dengan gaya hidup keluarga Belanda.

Dari situasi inilah mungkin sisi paling penting dari konsep “in de kost” zaman dulu, yaitu beradaptasi dan meniru budaya hidup, bukan sekedar makan dan minum saja.

Seiring berjalannya waktu, istilah indekos kini beralih menjadi kos atau kost saja. Properti sewa ini tumbuh cukup subur di dekat kampus dan perkantoran.

Tren Rumah Kost Zaman Now

Sering berkembangnya dunia kos-kosan, bisnis rumah kos pun sudah semakin maju dan modern. Pastinya berbeda dengan konsep indekos zaman dahulu.

Mungkin, zaman dahulu indekos adalah rumah sewa yang memiliki banyak kamar dengan ruangan yang terbatas yang memiliki hanya 1 kamar mandi bersama.

Lain dulu lain sekarang, kini hampir semua rumah kost menawarkan kamar mandi di dalam sebagai fasilitas paling penting.

Tidak hanya itu, berbagai fasilitas lain pun kini banyak ditawarkan rumah kost, baik di ibu kota maupun di daerah seperti:

a. Fasilitas televisi yang dilengkapi langganan TV kabel

b. Jasa laundry atau cuci baju

c. Pengamanan ketat dengan teknologi yang canggih, misalnya pintu dengan sidik jari

d. Ada kantin di kosan

e. Fasilitas lift jika rumah kost memiliki banyak lantai

Beberapa fasilitas di atas umumnya, kos-kosan yang tergolong mahal dan berada di kota besar. Namun, bukan berarti kost dengan harga yang terjangkau tidak ada.

Kos-kosan dengan harga terjangkau pun tetap menjadi incaran para mahasiswa atau pun para pekerja minim budget, namun dengan fasilitas yang terbatas pula.

Co-Living, Tren Indekos yang Modern

Co-living adalah sebuah konsep tinggal di sebuah hunian bersama dengan orang lain sebagai satu komunitas.

Hunian yang dimakud bisa berupa rumah atau apartemen, yang ditempati beberapa orang di kamar masing-masing.

Kalau definisi di atas tentunya mengambil konsep co-living di luar negeri, tetapi sejumlah konsultan properti menganggap co-living sama dengan rumah kos.

Mirip bukan dengan kosan? Konsep co-living ini merupakan konsep kosan yang lebih modern alias lebih kekinian.

Sama dengan indekos, co-living mengharuskan kamu mengenal orang lain di kamar berbeda yang satu tempat.

Meskipun begitu, tidak semua rumah kost adalah co-living, lantaran biasanya ada manajemen yang mengelola co-living.

Nah, itulah sejarah indekos, rumah kos, dan juga perbandingan dengan co-living. Kamu mau investasi properti yang mana nih?

Situs properti Rumah123.com selalu menghadirkan artikel dan tips menarik mengenai properti, desain, hukum, hingga gaya hidup.

Saatnya kamu memilih dan mencari properti terbaik untuk tempat tinggal atau investasi properti seperti Kanapark.


Tag: , , ,


IKLAN

Tutup iklan
×

SCROLL UNTUK TERUS MEMBACA