Bisnis sewa properti memang dikenal punya prospek cerah sejak dulu. Baik itu bisnis rumah kontrakan maupun kos-kosan, keduanya sama-sama memiliki peminat yang tinggi.

rumah kontrakan - rumah123.com Mana ya yang lebih menguntungkan dan cepat mendatangkan cuan? Rumah kontrakan, atau kos-kosan? (Rumah123.com/Getty Images)

Tapi, mana ya yang lebih menguntungkan dan cepat mendatangkan cuan? Buat yang berniat untuk berkecimpung di dunia bisnis ini, cek dulu deh kelebihan dan kekurangan rumah kontrakan dan kos-kosan, biar usahamu berjalan lancar dan untung besar!

Kelebihan dari bisnis rumah kontrakan

- Masa sewa lebih panjang

Rumah kontrakan biasanya disewakan dalam jangka waktu tahunan, atau paling pendek selama 6 bulan. Dengan begitu, kamu tak perlu sering-sering mencari calon penyewa berikutnya dan mengurus peraturan serta perjanjian sewa  kepada penyewa baru. 

- Uang sewa lebih besar dan dibayarkan di muka

Berbeda dengan sistem sewa rumah lainnya yang dibayar berkala, uang sewa kontrakan biasanya dibayarkan di muka. Jadi, kamu tak perlu menagihnya secara berkala, dan yang paling penting tak perlu berurusan dengan penyewa yang tak tertib dengan administrasi pembayaran.

- Kenaikan harga sewa tinggi, dari 5% - 15%

Harga sewa kontrakan umumnya mengalami kenaikan paling tidak sebesar 5% per tahun. Namun jika kondisi ekonomi sedang bagus, kenaikannya tak tanggung-tanggung bahkan bisa mencapai 15%. Misalnya harga sewa rumah tahun ini sebesar Rp 30 juta per tahun. Di tahun depan. ketika ekonomi bagus, harga sewa bisa meningkat hingga Rp 45 juta per tahun!

Kekurangan dari bisnis rumah kontrakan

- Harus lebih selektif dalam memilih penyewa

Lantaran si penyewa akan mengontrak dalam jangka waktu yang tak sebentar, maka pemilik rumah harus pintar-pintar dalam memfilter calon penyewa yang baik. Pasalnya, rumah yang kamu jadikan barang investasi tersebut berada di tangan orang lain. Salah-salah dalam menerima penyewa, bisa-bisa kamu yang rugi ketika rumah mengalami kerusakan

- Perlu dana besar ketika penyewa lama selesai mengontrak

Ketika kamu mendapatkan penyewa yang menetap hingga 5 tahun atau lebih, tentu akan ada perubahan pada hunianmu. Apalagi jika si penyewa tak cukup telaten dalam merawat rumah, kerusakan sangat mungkin terjadi. Untuk mengatasi hal ini, kamu tentunya memerlukan biaya yang gak sedikit untuk memperbaiki rumah sebelum disewakan kembali kepada orang lain. 

Kelebihan dari bisnis kos-kosan:

- Permintaan yang tinggi jika lokasi strategis

Apabila lahan tempat berdirinya kos-kosan berada di lokasi yang dekat dengan aktivitas perkantoran atau kampus, permintaan akan kamar kost otomatis tinggi. 

- Bisa mendapatkan untung dari usaha lain

Anak kos biasanya akan mengandalkan fasilitas yang disediakan oleh rumah kos untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka. Mulai dari cuci setrika pakaian, hingga membersihkan kamar. Sebagai pemilik kos, kamu bisa memanfaatkan peluang ini dengan menyediakan jasa yang banyak dibutuhkan tersebut. Selain mendapatkan passive income dari biaya sewa kos, kamu juga bisa mendapatkan cuan dari sini. 

- Bisa diawasi terus-terusan

Berbeda dengan rumah kontrakan di mana kamu akan benar-benar melepaskan rumah kepada penyewa, ketika berbisnis kos-kosan, kamu bisa sembari mengawasi dan mengelolanya. Lebih mudahnya lagi, kamu bisa mempekerjakan orang yang dipercaya untuk mengelola rumah kos tersebut. Hal ini bisa jadi salah satu tindakan preventif dari kerusakan-kerusakan yang merugikan.

Kekurangan dari bisnis kos-kosan:

- Harus rutin menarik uang sewa setiap bulan

Umumnya biaya sewa kos dibayarkan setiap bulan. Hal ini tentunya akan jadi “PR” untuk pemberi sewa karena harus menagih dan mengecek pembayaran tiap penyewa satu per satu. Belum lagi jika ada penyewa yang bandel dan sering telat bayar. 

- Sangat bergantung dengan kondisi sekitar

Lantaran rumah kos lebih sering disewa oleh mahasiswa atau pekerja kantoran, hidup bisnis kos-kosan akan sangat bergantung pada kantor dan kampus di sekitarnya. Jika lokasi kantor atau kampus tersebut pindah, otomatis penyewa pun akan ikut pindah. Hal ini membuat bisnis kos-kosan lebih berisiko ketimbang rumah kontrakan.

Jadi, mana yang paling cuan?

Dari penjelasan di atas, mana yang lebih bikin untung, rumah kontrakan atau kos-kosan? Jawabannya tergantung dari lokasi bisnis dan latar belakang penyewa. Kalau lokasi sewa ada di daerah dekat kantor atau kampus, maka kos-kosan adalah jawabannya. Sedangkan kalau kamu membanun properti di daerah yang banyak keluarga baru, maka bisnis kontrakan bisa jadi pilihan tepat.

Bagikan: 1242 kali