Jalan Tol Trans Sumatera Sumber : id.wikipedia.org

Jalan Tol Trans Sumatera merupakan salah satu proyek yang sangat penting untuk jangka panjang, khususnya di wilayah barat Indonesia.

Pasalnya, pembangunan Tol lintas Sumatera akan mendorong perkembangan properti di sepanjang jalur tersebut, seperti yang terjadi di wilayah Jabodetabek.

Menurut hasil riset Colliers Indonesia, seperti di wilayah Jawa, Colliers melihat prospek investasi properti akan tumbuh di sepanjang ruas Jalan Tol Trans Sumatera.

“Pembukaan tol Trans Sumatera diproyeksikan juga akan memicu pertumbuhan pembangunan properti di sepanjang ruas tersebut, terutama perumahan dan kawasan industri,” demikian riset Colliers.

Untuk diketahui, pemerintah kini menargetkan 14 ruas jalan tol hingga akhir tahun ini termasuk Jalan Tol Trans Sumatera dan Tol Jabodetabek yang terus dikebut.

Bahkan, Colliers mengklaim jika pertumbuhan properti bukan hanya terjadi di sepanjang JTTS, melainkan ruas pendukung lainnya.

Dengan selesainya pembangunan JTTS, perputaran ekonomi akan lebih cepat dan besar, terutama terkait dengan ekspor impor serta nilai investasi kawasan industri yang besar.

Sektor pariwisata diharapkan terjadi peningkatan pertumbuhan jumlah pengunjung, sedangkan di sektor perumahan diharapkan kebutuhan semakin terpenuhi, dan angka transaksi kian positif.

Prospek Jalan Tol Trans Sumatera dalam hal ini harus memudahkan akses ke properti serta tujuan wisata unik dan beragam di seluruh pulau.

Oleh sebab itu, sektor pariwisata dan perhotelan juga tumbuh sejalan dengan beroperasinya tol ini.

“Selanjutnya, pertumbuhan sektor industri dan perhotelan akan menjadi daya tarik bagi pengembangan perumahan komersial dan fasilitas pendukung lainnya, termasuk pendidikan dan kesehatan,” ungkap Colliers.

Jalan Tol Trans Sumatera Gagal Tersambung Sampai Aceh Di 2024, Ini Penyebabnya 

Meski berkembang pesat, namun proses penyelesaian Jalan Tol Trans Sumatera diprediksi meleset dari perencanaan tahap awal.

Pasalnya, dalam RPJMN 2024 pembangunan ruas jalur Trans Sumatera seharusnya sudah bisa tersambung dari Provinsi Lampung hingga Aceh.

“Dengan adanya keterbatasan lahan rencana awal RPJMN bisa tersambung dari Aceh sampai Lampung di akhir 2024, tapi untuk saat ini pembangunannya dilakukan secara bertahap, artinya sampai 2024 kita upayakan dari Betung sampai Pekanbaru,” kata Direktur Jalan Bebas Hambatan Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR, Budi Harimawan.

Sementara, untuk pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera jalur utara dari Binjai-Aceh-Dumai-Kisaran akan ada di fase kedua, karena keterbatasan lahan baru dipersiapkan setelah 2024.

Adapun, total panjang Jalur Tol Trans Sumatera mencapai 2,800km, dimana 1,200km adalah jalan utama dari Aceh hingga Lampung.

Proses pembangunan dibagi atas empat tahap, dimana tahap satu sudah beroperasi 500km, sementara 550km dalam proses konstruksi. Tahap kedua diusulkan menyambung Betung-Pekanbaru sejauh 574km.

Itulah beberapa hal yang perlu kamu ketahui mengenai proses pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera sebagai salah satu infrastruktur jangka panjang.

Temukan informasi menarik seputar properti, selengkapnya di Rumah123.

"Berencana membeli properti untuk usaha? Kamu bisa cek Magna Commercial Summarecon."
Bagikan:
613 kali