tes virus corona - Rumah123.com Banyak orang yang berinisiatif melakukan tes virus corona sendiri - Rumah123.com

Semenjak munculnya kasus positif virus corona di Indonesia, semakin banyak orang yang waspada.

Pasalnya, gejala awal virus ini mirip-mirip dengan flu dan demam biasa, sehingga tak sedikit yang khawatir terpapar virus corona ketika mulai merasakan gejala tersebut.

Masyarakat, terutama mereka yang baru pulang dari negara yang terpapar virus atau merasa demam, flu dan batuk, mulai mencari-cari cara mengikuti tes untuk mengetahui apakah mereka positif atau negatif virus corona. 

Sebenarnya, bisa kah kita melakukan tes virus corona atas inisiatif sendiri? Berapa biaya yang dibutuhkan?

Beberapa orang berinisiatif melakukan tes deteksi dini virus corona. Segini biaya yang dikeluarkan

Dilansir dari Kumparan.com pada 4 Maret 2020, seorang warga Jakarta yang baru mengunjungi Eropa melakukan tes deteksi dini virus corona di salah satu RS rujukan corona, RSUP Persahabatan, Jakarta Timur.

Uji corona yang dilakukannya berupa tes darah, rontgen dada/thorax, dan terakhir konsultasi dokter. 

Lantaran berada dalam keadaan sehat, ia tidak mengikuti tes usap tenggorokan (swab) seperti yang biasa dilakukan pada pasien yang dicurigai terpapar corona.

Hasil tes pun keluar dalam 3 hingga 4 jam setelah proses rontgen selesai. Biaya uji corona yang ia keluarkan sebesar Rp700 ribu. 

Para pengguna media sosial Twitter pun menceritakan pengalaman mereka tes deteksi virus corona. 

Pemilik akun Twitter @uumramadhn misalnya, yang berinisiatif mengecek apakah ia positif atau negatif corona.

“Untuk wilayah jakarta, aku kemarin tes di RSPAD di poli amino. Kemarin aku gak merasa sakit atau keluhan apapun tapi di wajibkan untuk periksa karna baru balik dari luar negri biayanya 700rb. Hasilnya langsung keluar hari itu juga kok,” ujarnya.

Begitu juga dengan pemilik akun Twitter @idoremi, yang melakukan hal sama. Seperti ini bunyi cuitannya: 

“Kemarin antar kerabat tes corona,hanya di RS rujukan. Jika negatif, biaya ditanggung sendiri dan apabila positif biaya ditgg pemerintah. Oh ya, hsl tes lgsg keluar hari itu jg. Biayanya kurang lebih 650rb (cek lab, radiologi foto rontgen, dokter). Semoga membantu,” ceritanya.

Baca juga: Hoax Menyesatkan Seputar Virus Corona dan Fakta Sebenarnya

Tak semua orang perlu melakukan tes virus corona

Menurut Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19, dr Achmad Yurianto, tidak efektif untuk memeriksakan diri ke laboratorium memastikan terjangkit tidaknya oleh Covid-19.

Sebab, tes laboratorium untuk pemeriksaan virus Corona Covid-19 diutamakan bagi dua kelompok orang, yakni orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP).

ODP adalah orang dalam pemantauan, yakni mereka yang pulang dari negara yang sangat mungkin terjadi penularan dari orang ke orang, contohnya Korea Selatan, Jepang, Iran, Italia, China, Singapura, dan sebagainya.

Sedangkan PDP adalah pasien dalam pengawasan, yakni ODP yang mengalami sakit bergejala flu ringan hingga berat. Atau juga orang yang sakit dan diyakini kontak erat dengan mereka positif Covid-19.

"Pelan-pelan kita harus meminta masyarakat memahami ini, dan dites itu tujuannya bukan untuk oh saya sakit dan tidak sakit. Tetapi bagi kita kepentingannya adalah untuk apakah dia menjadi sumber penularan di titik itu," ujar Yuri.

Yuri juga menegaskan bahwa tidak ada pungutan serupiah pun dari pemeriksaan COVID-19, dan pemeriksaan dilakukan atas dasar permintaan dokter bukan permintaan orang per orang.

Baca juga: Hand Sanitizer Ludes, Bikin Sendiri Yuk di Rumah!

Seluruh biaya perawatan terkait virus corona ditanggung negara

Tes deteksi virus corona yang dilakukan berdasarkan inisiatif memang ditanggung biaya sendiri.

Namun berdasarkan imbauan , pemeriksaan atas permintaan sendiri tidak perlu untuk dilakukan. 

Kamu pun tak perlu khawatir karena seluruh pembiayaan terkait virus corona akan ditanggung oleh negara. 

Hal ini ditekankan oleh Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Bambang Wibowo yang mengatakan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir soal pembiayaan perawatan terkait Virus Corona COVID-19.

Bambang menambahkan, apabila dari hasil surveilans yang dilakukan juga ditemukan pasien yang sakit dan harus dirawat, seluruh pembiayaan juga akan ditanggung oleh negara.

"Jadi kalau memang betul memenuhi kriteria, suspect atau orang yang dalam pengawasan dirawat di rumah sakit, itu dibiayai oleh pemerintah," kata Bambang.

Jika orang yang diperiksa merupakan suspect atau orang yang sudah masuk ke dalam pengawasan, namun hasil tes menyatakan negatif COVID-19, biaya tetap ditanggung negara.

Bagikan:
18046 kali