Ilustrasi (Rumah123/iStockphoto)

Saat ini, generasi milenial mulai banyak mendominasi angkatan kerja dan juga jumlah penduduk dunia. Hal yang sama juga terjadi di Indonesia.

Malah pada satu dekade mendatang, generasi milenial akan menjadi bonus demografi Indonesia. Indonesia akan memiliki tenaga kerja produktif.

Baca juga: Gampang Kok Kalau Milenial Mau Ngumpulin DP Rumah

Hal ini juga membuat kebutuhan perumahan semakin mendesak. Sementara pasokan hunian juga tidak akan mencukupi.

Saat pasokan tidak bertambah, harga hunian merangkak naik, sementara pendapatan milenial belum bisa memenuhi untuk membeli hunian.

Baca juga: Ada Milenial Mau Coba Menginap di Hotel Ala 1001 Malam?

“Ini tantangan bagi perusahaan pengembang untuk membuat produk dengan target bagi generasi milenial. Saya memahami kalau ini tantangan dan realitas pada saat ini kalau developer melihat semua target berbeda untuk pasar hunian,” ujar Managing Director Savills Indonesia, Craig Williams kepada Rumah123.

Williams menyatakan kalau generasi milenial merupakan target market yang memiliki kekuatan membeli. Semua target market juga mempunya kemampuan pembelian yang berbeda.

Baca juga: Milenial Berani Minta Kenaikan Gaji. Nah, Sudah Berani Investasi Properti Belum?

“Developer perlu membangun produk dengan harga terjangkau. Ini jadi tantangan dan tidak mudah,” kata Williams.

Saat ini, harga tanah semakin mahal. Semua perusahaan pengembang ingin memanfaatkan penggunaan tanah secara maksimal. Tentunya ingin mendapatkan keuntungan yang baik.

Baca juga: Ternyata Bukan Generasi Milenial yang Kesulitan Punya DP Rumah, Pasti Ga Percaya!

Untuk itu, Williams menyatakan kalau pemerintah harus memberikan insentif dan bantuan kepada milenial dan segmen pasar lainnya agar bisa membeli hunian dengan harga terjangkau.

Bagikan: 1405 kali