Foto: Rumah123/Getty
 

Kamu udah mantap mau beli rumah yang kamu impikan? Atau mantap pengen menjual rumah? Kalau udah ada kesepakatan harga antara penjual dan pembeli, tentunya proses selanjutnya adalah bayar-membayar, bukan? Nah, tau ga kamu bahwa selain harga properti yang harus kamu bayar, juga ada biaya-biaya lainnya?

Emang apa saja sih biaya-biaya yang menyertai sebuah proses transaksi properti? Simak berikut ini ya:

Booking Fee

Saat kamu naksir dan berniat membeli sebuah rumah, semisal di pameran properti, maka kamu harus menyiapkan biaya booking fee alias tanda jadi. Besar biaya ini tak sama antar-pengembang dan antar-daerah. Ada pengembang yang menganggap booking fee gak termasuk uang muka (DP=Down Payment), ada juga yang memotong DP dengan nominal bookig fee yang sudah kamu bayar.

Baca juga: Investor Bebas Biaya Pengalihan Hak Saat Beli Unit Citraland Cibubur

Akta Notaris

Kebanyakan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) menarik biaya 1-2 persen dari nilai transaksi, tetapi persentase ini tidaklah kaku, sehingga kamu bisa menawar sepanjang disetujui oleh PPAT. Biaya akta jual-beli ini biasanya dibayarkan secara proporsional antara penjual dan pembeli. Tetapi bisa saja biaya ini dibebankan pada salah satu pihak sesuai kesepakatan para pihak.

Pastinya pengesahan dari notaris butuh sejumlah dana. Besarnya dana yang dibutuhkan untuk hal ini bervariasi. Kadang biaya pembuatan akta notaris ini ditambah biaya untuk pengecekan legalitas dokumen/sertifikat rumah.

Untuk mengecek sertifikat, kamu harus mendatangi kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) di wilayah lokasi properti sebelum proses jual-beli dilakukan. Pengecekan sertifikat diperlukan agar kamu bisa memastikan bahwa sertifikat tidak ada catatan semisal diblokir, disita atau catatan lainnya.

Biaya pengecekan sertifikat ini bergantung pada kebijakan kantor pertanahan setempat. Jangan lupakan pula ada biaya transportasi ke dan dari kantor BPN.

Baca juga: Mesti Siapin Duit Berapa Sih Kalau Urus Sertifikat Tanah?

Pajak dan Bea

Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk pembelian properti baru, biasanya sekitar 10 persen dari besarnya transaksi. Seringkali biaya ini sudah dimasukkan ke dalam harga rumah.

Sedangkan besarnya Pajak Penghasilan (PPh) adalah 5 persen dari besarnya transaksi. Biaya PPh harus kamu bayarkan sebelum akta-jual beli ditandatangani. Pembayaran PPh dilakukan di bank penerima pembayaran dan kemudian divalidasi ke kantor pajak setempat.

PPh ini merupakan tanggung jawab penjual, tetapi ada juga yang membebankan PPh kepada pembeli, jika ada kesepakatan sebelumnya.

Biaya Balik Nama

Biaya ini biasanya ada ketika kamu membeli rumah seken. Besarnya bervariasi, tapi biasanya sekitar 2 persen dari nilai transaksi. Kalau kamu membeli properti baru biasanya biaya balik nama tidak ada karena sudah menyatu dengan harga rumah.

Balik nama sertifikat dapat dilakukan di Kantor BPN setempat. Proses balik nama diajukan oleh PPAT dengan membayar sejumlah biaya sesuai dengan peraturan yang berlaku. Biaya balik nama ini ditanggung oleh pembeli.

Baca juga: Urus Rumah yang Belum Bersertifikat Tuh Gimana Ya?

BPHTB

Biaya Perolehan Hak atas Tanah dan/atau Bangunan (BPHTB) bervariasi, tergantung pada lokasi dan nilai properti, serta obyek tak kena pajak.

BPHTB harus kamu bayarkan sebelum akta jual-beli ditandatangani. BPHTB dikenakan bukan hanya saat transaksi, melainkan juga pada setiap perolehan hak atas tanah dan bangunan, seperti tukar-menukar, hibah, waris, pemasukan tanah ke dalam perseroan, dan lain-lainnya.

Biaya PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak)

Biaya penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dibayarkan sekaligus pada saat pengajuan BPHTB atau saat Balik Nama. Besaran biaya PNBP ini adalah 1/1000 (satu per seribu) dari Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) tanah.

Baca juga: BPHTB di Bawah Rp2 M Gratis, Urus Sertifikat Makin Mudah

Bank

Kalau kamu memanfaatkan KPR bank, maka ada biaya tambahan, sebut saja biaya administrasi, persetujuan bank, pencadangan penghapusan kredit, premi asuransi (semisal asuransi perlindungan bangunan dan asuransi jiwa).

Biaya Administrasi

Biaya administrasi merupakan biaya yang harus kamu tanggung sebagai pembeli, di luar dari harga pengikatan. Harga pengikatan adalah harga yang mengikat pembeli dalam penjual. Biaya ini biasanya dikenakan sebagai bea untuk membiayai PPJB, akta jual beli (AJB) dan balik nama Sertifikat Hak Milik (SHM). Pembayaran biaya administasi dilaksanakan setelah pembeli menandatangani AJB di hadapan Notaris/PPAT. Sementara pihak pengembang berkewajiban mengurus balik nama Sertifikat Hak Milik (SHM).

Komisi Penjualan

Jika kamu memanfaatkan jasa agen properti, maka kamu mesti menyiapkan dana khusus untuk ini. Biaya ini muncul antara lain karena adanya komisi penjualan. Besarnya bervariasi, sesuai dengan kesepakatan transaksi jual-beli. Namun, biasanya besarnya 3 persen dari nilai transaksi.

Nah, itulah biaya-biaya tambahan yang sebaiknya kamu tahu dan pertimbangkan saat akan membeli rumah atau hunian, tentunya selain harga rumah. Selamat menyiapkan dana.

 

Bagikan: 1140 kali