bank indonesia- rumah123.com Bank Indonesia Merilis Hasil Riset Survei Harga Properti Residensial Triwulan III 2019. Mayoritas Konsumen Masih Menggunakan KPR untuk Membeli Rumah (Foto: Rumah123/Getty Images)

Pembeli rumah masih memilih menggunakan skema pembiayaan KPR ketika membeli properti. Temuan ini terungkap melalui riset Bank Indonesia.

Bank Indonesia merilis hasil riset triwulan yaitu Triwulan III 2019. Riset ini merupakan Survei Harga Properti Residensial. Hasil riset ini dirilis pada situs resmi Bank Indonesia bi.go.id pada Senin (11/11/2019).

Ringkasan hasil riset Bank Indonesia ini mengungkapkan bahwa pembelian properti residensial oleh konsumen, mayoritas pembeli masih memakai fasilitas KPR (Kredit Pembiayaan Rumah).

Baca juga: 4 Kali Turun Beruntun, Saat Ini Suku Bunga Acuan Bank Indonesia Jadi 5 Persen

Dalam laporan survei ini, KPR menjadi sumber pembiayaan utama bagi masyarakat saat membeli properti residensial. Persentasenya mencapai 76,02 persen yang memilih KPR.

Sementara yang memilih untuk membayar dengan skema tunai bertahap atau cash installments sebanyak 17,96 persen. Sisanya, mereka yang membayar tunai atau cash hanya ada 6,02 persen.

Persentase masyarakat yang memilih KPR dalam membeli properti residensial pada triwulan III ini naik dibandingkan triwulan I dan II. Ada kenaikan dibandingkan dengan awal tahun.

Persentase Konsumen yang Menggunakan KPR Naik Dibandingkan Triwulan Sebelumnya

Jika membandingkan data-data hasil Survei Harga Properti Residensial pada dua triwulan sebelumnya, memang ada perubahan. Ada kenaikan persentase konsumen yang menggunakan KPR untuk membeli rumah.

Pada triwulan I 2019, mereka yang memilih skema pembiayaan KPR sebanyak 74,16 persen. Persentasenya naik sedikit pada triwulan II menjadi 74,32 persen.

Bandingkan dengan triwulan III. Mereka yang memilih menggunakan KPR naik menjadi 76,02 persen. Ada kenaikan hingga 1,70 persen.

Baca juga: Bank Indonesia Diprediksi Turunkan Lagi Suku Bunga Acuan Pada Oktober 2019

Persentase mereka yang memilih pembiayaan tunai bertahap pada triwulan I adalah 17,33 persen. Jumlahnya meningkat pada triwulan II menjadi 19,05 persen.

Namun, pada triwulan III, persentasenya kembali menurun. Mereka yang memilih cara bayar tunai bertahap menurun menjadi 17,96 persen.

Sementara untuk kelompok yang mampu membayar secara tunai alias bisa membeli rumah secara cash mengalami penurunan dari triwulan I hingga triwulan III. Pada triwulan I, persentasenya mencapai 8,15 persen.

Baca juga: Suku Bunga Acuan BI Bisa Turun Lagi, Bunga KPR/KPA Bakal Ikut Turun Juga?

Pada triwulan II, jumlahnya menurun menjadi 6,64 persen. Penurunan kembali terjadi pada triwulan III. Persentasenya menjadi 6,02 persen.

Pertumbuhan KPR Triwulan III Dibandingkan Triwulan dan Tahun Sebelumnya

Survei ini juga mengungkapkan hasil berupa pertumbuhan yang dihitung secara year on year (yoy) atau tahun ke tahun dan juga quarter to quarter (qtq) atau triwulan ke triwulan.

Pertumbuhan penyaluran KPR dan juga KPA (Kredit Pemilikan Apartemen) pada triwulan III 2019 ini menguat dari 0,70 persen (qtq) pada triwulan sebelumnya menjadi 2,06 persen (qtq). Sementara, pertumbuhan KPR dan KPA secara tahunan, malah mengalami perlambatan dari 12,79 (yoy) menjadi 8,13 persen (yoy).

Kalau suku bunga KPR/KPA turun pada akhir 2019 atau awal 2020, ada kemungkinan persentase mereka yang memilih skema pembiayaan ini akan meningkat pada triwulan IV 2019 dan triwulan I 2020.

Baca juga: Suku Bunga Acuan BI Sudah Turun 3 Kali, Tapi Kok Bunga KPR Masih Tinggi?

Bank Indonesia telah menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 bps atau basis point sejak Juli hingga Oktober 2019. Suku bunga acuan atau BI 7 Days Reverse Repo Rate (BI7DRRR) telah turun 100 bps atau 1 persen, dari 6,00 persen menjadi 5,00 persen.

Namun, perbankan memang belum menurunkan suku bunga KPR dan KPA. Kalau terjadi, maka persentase masyarakat yang membeli menggunakan skema pembiayaan ini akan meningkat lagi.

Bagikan: 990 kali