ltv bank indonesia- rumah123.com Bank Indonesia Menurunkan LTV (Loan To Value) dan FTV (Financing To Value) Properti dan Kendaraan Bermotor. Masyarakat Bisa Membeli Hunian dengan Uang Muka Atau Down Payment (DP) Antara 10-15 Persen (Foto: Rumah123/Getty Images)

Bank Indonesia memutuskan untuk melakukan pelonggaran LTV. Buat yang ingin membeli rumah atau apartemen, sekarang semakin mudah.

Bank Indonesia mengeluarkan sejumlah kebijakan pada Kamis (19/9/2019). Sebelumnya, Bank Indonesia telah menggadakan Rapat Dewan Gubernur pada 18-19 September 2019. Bank sentral memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan atau BI-7 Days Reverse Repo Rate.

Selain itu, Bank Indonesia juga melakukan penyempurnaan kebijakan makroprudensial untuk properti dan juga otomotif. Bank Indonesia melonggarkan LTV (Loan To Value) untuk kredit properti dan FTV (Financing To Value) untuk pembiayaan properti.

Baca juga: BI Kaji LTV Spasial, Nantinya Persentase DP Rumah di Indonesia Bisa Beda-Beda Lho!

Selain itu, bank sentral memberikan tambahan keringanan rasio LTV untuk kredit properti dan rasio FTV untuk pembiayaan properti yang berwawasan lingkungan. Hal yang sama juga berlaku untuk kendaraan dan juga kendaraan berwawasan lingkungan.

“BI melonggarkan LTV untuk kredit properti 5 persen. Lalu uang muka untuk kredit kendaraan bermotor juga mengalami keringanan 5 persen hingga 10 persen dari ketentuan saat ini,” ujar Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo seperti dikutip oleh situs berita online Bisnis.com.

Ketentuan ini baru berlaku pada 2 Desember 2019. Perry menyatakan bahwa kebijakan ini dilakukan agar permintaan kredit properti bisa terus meningkat.

Baca juga: Kalau LTV Lebih Dilonggarkan Lagi, DP Rumah Bisa Lebih Kecil, Setuju?

Bank Indonesia melakukan pelonggaran LTV terakhir kali pada Agustus 2017. Saat itu, Bank Indonesia menurunkan rasio LTV dari 30 persen menjadi 20 persen.

Rasio LTV Naik, DP Rumah Atau Apartemen Otomatis Turun

Buat kamu yang belum tahu, LTV adalah rasio pinjaman maksimal yang bisa diberikan pihak perbankan dalam menyalurkan KPR (Kredit Pemilikan Rumah)/KPA (Kredit Pemilikan Apartemen). LTV merupakan rasio pinjaman terhadap aset. Hal ini juga berlaku untuk KKB (Kredit Kendaraan Bermotor).

Kalau rasio LTV naik, maka uang muka atau down payment (DP) yang mesti dibayarkan oleh konsumen atau nasabah saat membeli properti yang memakai skema KPR otomatis akan turun.

Ada ketentuan baru dari Bank Indonesia berupa pelonggaran LTV sebesar 5 persen maka uang muka yang disiapkan pun berkurang. Kira-kira seperti ini ilustrasinya.

Baca juga: BI Turunkan Lagi Suku Bunga Acuan Jadi 5,25 Persen, Pasar Properti Bangkit?

Bagi kamu yang ingin membeli rumah tapak atau landed house dengan tipe 70, uang muka yang dibutuhkan hanya 15 persen. Sebelumnya, konsumen harus membayar DP sebesar 20 persen.

Nasabah yang mau membeli rumah tapak tipe 21-70, hanya perlu membayar uang muka 10 persen. Sebelumnya, dia harus membayar 15 persen.

Sedangkan untuk rumah susun, nasabah yang mau membeli rumah susun dengan tipe 70, hanya perlu membayar uang muka sebesar 15 persen. Kalau sebelumnya, nasabah harus membayar DP sebesar 20 persen.

Baca juga: Suku Bunga Acuan BI Turun Dua Kali, Saatnya Investasi Properti

Konsumen yang mau membeli rumah susun tipe 21-70 dan juga tipe 21, hanya perlu membayar uang muka 10 persen dari harga properti. Sebelumnya, mereka harus membayar 15 persen DP.

Jadi kalau kamu ingin membeli rumah dengan tipe 21 berharga Rp400 juta, kamu hanya perlu membayar DP sebesar Rp60 juta. Ini merupakan hasil dari 15 persen dari Rp400 juta.

Sementara sebelumnya, kamu harus membayar 20 persen dari Rp400 juta atau sama dengan Rp80 juta. Bagi kamu yang berencana untuk membeli rumah atau apartemen, sebaiknya kamu menunda hingga 2 Desember 2019.

Suku bunga acuan juga sudah turun hingga 0,75 persen dalam tiga bulan terakhir. LTV juga sudah direlaksasi dan turun 5 persen. Saatnya kamu mulai membeli properti atau berinvestasi properti.

Baca juga: BI Kembali Turunkan Suku Bunga Acuan, Bakal Berdampak Positif ke Properti?

Bagikan: 1084 kali