kpr- rumah123.com Bank Indonesia Merilis Hasil Survei Triwulan II 2019 Mengenai Properti. Salah Satu Hasil Riset Adalah Masyarakat Masih Menjadikan KPR Sebagai Pilihan Utama untuk Membeli Rumah (Foto: Rumah123/Getty Images)

Masyarakat masih memilih menggunakan skema pembiayaan KPR untuk membeli properti. Hal ini terungkap dalam hasil riset yang dirilis oleh Bank Indonesia.

Bank Indonesia (BI) kembali merilis hasil riset triwulan II 2019 yaitu Survei Harga Properti Residensial. Hasil tersebut dirilis di laman resmi Bank Indonesia, bi.go.id pada Senin, 12 Agustus 2019.

Dalam ringkasannya, bank sentral ini menyatakan bahwa dari sisi konsumen, pembelian properti residensial sebagian besar masih menggunakan fasilitas KPR (Kredit Pemilikan Rumah) sebagai pembiayaan utama.

Baca juga: Suku Bunga Acuan Turun, Penjualan Properti Diharapkan Naik

Laporan survei ini menyatakan KPR tetap menjadi sumber pembiayaan utama bagi konsumen dalam melakukan pembelian properti residensial. Sebanyak 74,32% (persen) memilih KPR.

Sisanya sebanyak 19,05% memakai skema tunai bertahap atau cash installments. Hanya ada 6,64% yang membayarnya secara tunai.

Persentase ini tidak berbeda dengan kuarter atau triwulan sebelumnya. Meski memang ada sedikit perubahan.

Peningkatan Persentase Konsumen yang Membayar dengan Skema Tunai Bertahap

Dalam laporan triwulan II 2019, sebanyak 74,32% memilih menggunakan KPR, sementara 19,05% memilih tunai bertahap, dan 6,64% membayar secara tunai.

Sementara jika dibandingkan dengan triwulan I 2019, memang ada sedikit perubahan. Pada periode sebelumnya, ada 74,16% responden yang menyatakan memilih menggunakan KPR. Kenaikannya memang kecil.

Pada triwulan I 2019, mereka yang membayar memakai cara bayar tunai bertahap hanya 17,33%. Namun, jumlahnya meningkat pada triwulan II menjadi 19,05%.

Sebaliknya, mereka yang membayar secara tunai mengalami penurunan. Pada triwulan I, ada 8,51% konsumen yang membayar secara cash. Persentasenya menurun menjadi 6,64% pada triwulan berikutnya.

Suku Bunga Bank Daerah Jauh Lebih Tinggi dari Bank Asing

Laporan dari hasil survei Bank Indonesia adalah temuan besaran bunga di sejumlah daerah dan juga besar bunga yang diberikan oleh perbankan. Berdasarkan data laporan bank umum, rata-rata suku bunga KPR pada triwulan II 2019 (Juni 2019) sebesar 9,43%.

Besaran angka ini masih lebih rendah dari triwulan I 2019 (Maret 2019) yang mencapai 9,53%. Bukan tidak mungkin persentase akan menurun pada triwulan berikutnya.

Apalagi Dewan Gubernur Bank Indonesia telah melakukan rapat pada Juli 2019 dan memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan BI 7-Day Repo Rate (BI7DRR) sebesar 50 bps (basis points) atau 0,5%.

Saat ini, suku bunga acuan BI adalah 5,75%. Sebelumnya, Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan sebesar 6,00% sejak November 2018.

Penurunan suku bunga acuan BI biasanya akan diikuti oleh penurunan suku bunga bank. Sejumlah bank sudah menurunkan suku bunga kredit mikro, ritel, dan konsumer.

Temuan lain dalam laporan riset BI adalah kalau dilihat secara regional, suku bunga KPR tertinggi terjadi di Kalimantan Selatan sebesar 14,75%. Sedangkan suku bunga KPR terendah ada di Daerah Istimewa Yogyakarta sebesar 8,39%.

Untuk temuan berdasarkan kelompok bank, suku bunga KPR tertinggi di Bank Pembangunan Daerah yang mencapai 11,86%. Suku bunga terendah justru ada di bank asing dan campuran sebesar 7,05%.

Bank pemerintah memberikan suku bunga KPR sebesar 9,64%, sedangkan suku bunga KPR oleh bank swasta nasional sebesar 9,19%.

Baca juga: BTN Berikan KPR DP 0 Persen untuk ASN, TNI, dan Polri

Bagikan: 908 kali