suku bunga acuan- rumah123.com Bank Indonesia Kembali Menurunkan Suku Bunga Acuan BI 7 Days Reverse Repo Rate Sebesar 25 Basis Poin Dari 5,75 Persen Menjadi 5,5 Persen. Penurunan Suku Bunga Acuan Dinilai Akan Memberikan Dampak Positif Terhadap Industri dan Bisnis Properti (Foto: Rumah123/Getty Images)

Bank Indonesia (BI) kembali memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan BI menjadi 5,5 persen. Penurunan suku bunga ini akan berdampak pada sektor properti.

Situs berita online Kompas.com melansir bahwa Bank Indonesia menurunkan suku bunga acuan BI 7 Days Reverse Repo Rate (BI7DRRR) sebesar 25 basis poin (bps) dari 5,75 persen menjadi 5,5 persen pada Kamis (22/8/2019).

Keputusan ini diambil dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang berlangsung pada Rabu hingga Kamis (21-22/8/2019). Setelah rapat, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengumumkan hasil rapat tersebut.

Baca juga: Suku Bunga Acuan Turun, Penjualan Properti Diharapkan Naik

Sebelumnya, Bank Indonesia juga telah menurunkan suku bunga acuan setelah melakukan Rapat Dewan Gubernur pada 17-18 Juli 2019. Saat itu, suku bunga acuan turun 25 bps dari 6,00 persen menjadi 5,75 persen.

Perry mengungkapkan ada tiga alasan yang melatarbelakangi penurunan suku bunga acuan. Pertama, rendahnya perkiraan inflasi yang berada di bawah titik tengah sasaran 3,5 plus minus 1 persen.

Kedua, imbal hasil aset keuangan domestik tetap menarik dalam mendukung stabilitas eksternal. Ketiga, langkah preemptive Bank Indonesia dalam mendorong momentum pertumbuhan ekonomi ke depan dari dampak perlambatan ekonomi global.

Menurut situs berita online Tempo.co, sepanjang 2018, Bank Indonesia sempat menaikkan suku bunga acuan sebesar 175 bps menjadi 6 persen,

Penurunan Suku Bunga Acuan Berdampak ke Tiga Sektor Termasuk Properti

Keputusan Bank Indonesia yang menurunkan suku bunga sebesar 25 bps dinilai akan memiliki efek positif terhadap tiga sektor yang sensitif terhadap perubahan suku bunga yaitu perbankan, otomotif, dan properti.

Situs berita online CNBC Indonesia.com melansir pernyataan Senior Vice President PT Royal Investium Sekuritas, Janson Nasrial yang menyatakan kinerja dari ketiga sektor ini diperkirakan naik pada paruh kedua 2019 dibandingkan dengan awal tahun.

Untuk sektor properti, penurunan suku bunga acuan akan menimbulkan efek pada penurunan tingkat suku bunga KPR (Kredit Pemilikan Rumah).

Baca juga: Suku Bunga Acuan BI Turun, Apa Artinya Buat Kamu?

“Sektor properti juga diharapkan akan mempunyai kinerja yang lebih baik di 2H-2019 di mana penurunan suku bunga akan berdampak kepada suku bunga KPR, yang 75 persen merupakan mekanisme pembelian landed house (rumah tapak) dan apartemen," ujar Janson.

Bank Indonesia merilis hasil riset triwulan II 2019 yaitu Survei Harga Properti Residensial pada Senin, 12 Agustus 2019 lalu. Hasilnya adalah 74,32 persen responden masih menggunakan KPR untuk membeli properti.

Sisanya sebanyak 19,05 persen memakai cara pembayaran tunai bertahap atau cash installments. Dan hanya 6,64 persen yang membayar secara tunai keras.

Baca juga: Suku Bunga KPR 1 Persen, Jangka Waktu 30 Tahun, Yuk Beli Rumah di Sini

Penurunan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia akan diikuti oleh turunnya suku bunga perbankan. Bank akan menurunkan suku bunga KPR dan KPA.

Hal ini sudah pasti menguntungkan bagi kamu yang sedang mengajukan KPR atau KPA untuk membeli rumah atau berinvestasi properti. Cicilan KPR atau KPA akan turun.

Bagikan: 1419 kali