Wilayah Narogong yang berpotensi jadi Koridor Emas Kota Bekasi. Foto: Rumah123/Dok. Gunasland
 

Narogong, Bekasi Selatan, semakin dilirik jadi tempat hunian baru. Kota Bekasi semakin ada di hati. Selain rencana pengembangan kawasan Kalimalang yang akan dibangun seperti di Korea dan jaringan kereta api Jawa Barat yang akan diperluas seperti di Eropa, Bekasi juga bersiap menyambut Jalan Tol JORR 2 ruas Cimanggis-Cibitung, dan Jalan Tol Japek (Jakarta-Cikampek) Selatan yang menghubungkan Jatiasih ke Purwakarta.

Kedua jalan tol tersebut akan beririsan dengan jalan arteri primer di Bekasi Selatan yakni jalan Raya Narogong. Hal ini menjadikankawasan Narogong sebagai lokasi yang berpotensi untuk berkembang dengan amat pesat.

Membentang 12 kilometer dari Bekasi Utara ke arah Cibubur, Jalan Raya Narogong akan memiliki akses Pintu Tol ke JORR 2 di kawasan Cileungsi dan Japek Selatan di Bantar Gebang. Hal ini semakin mengukuhkan keyakinan bahwa suatu saat wilayah Bekasi Selatan khususnya Narogong akan berkembang menjadi kawasan pusat bisnis dengan gedung-gedung bertingkat.

Baca juga: Tinggal di Bekasi Tambah Oke Aja!

“Jika kita bayangkan, area premium di Narogong akan berada di antara dua Jalan Tol JORR 2 dan Japek Selatan layaknya Jalan Casablanca di Jakarta yang menghubungkan Jalan Sudirman dengan Jalan Rasuna Said Kuningan,” Direktur Urban+​, konsultan yang sedang mengerjakan perencanaan revitalisasi area Narogong, Ardzuna Sinaga, seperti dikutip dari keterangan tertulis, Kamis (20-9-2018).

Menurutnya, adanya lalu-lintas dari dua jalur tol, maka paling tidak dalam 5 sampai 10 tahun ke depan, Narogong akan menjelma menjadi kawasan bisnis terpadu yang baru di Kota Bekasi. Hal ini akan berarti bahwa Narogong akan menjadi satu-satunya wilayah di Jabodetabek yang memiliki dua akses pintu tol dengan jarak sedekat itu. “Oleh karena itu, koridor strategis Narogong memerlukan perencanaan transportasi dan infrastruktur yang komprehensif,” kata Ardzuna.

Kalangan investor termasuk pengembang properti, menyambut positif pembangunan dua jalur tol yang mengapit Narogong tersebut, Termasuk Gunasland yang mengembangkan Vida Bekasi, sebuah kawasan terpadu seluas 140 hektare di Narogong.

Baca juga: Teras Alun-Alun di Vida Bekasi, Bikin Ingin Selalu Pulang

Sedangkan Direktur Vida Bekasi, Edward Kusma, menjelaskan, proyek propertinya pun tengah bersiap menyambut hadirnya akses tol ke wilayah Narogong.

Gambaran Town Center Vida Bekasi di kawasan Narogong, Foto: Rumah123/Dok. Gunasland
 

“Sambutan yang positif kami tunjukkan dengan menyiapkan area khusus seluas 15 hektare yang akan dibangun menjadi town center Vida Bekasi.

“Istimewanya, pusat keramaian ini akan dibangun terintegrasi dengan ruang publik di tepi danau buatan. Konsepnya ingin mewadahi beragam aktivitas public, sehingga akan dilengkapi lifestyle center, rumah sakit, kampus, pusat kesenian, perkantoran, hotel hingga apartemen,” kata Edward lagi.

“Harapan kami kawasan mixed-use Vida Bekasi di Narogong bisa menjadi seperti Mega Kuningan di Jalan Casablanca,” kata dia.

Baca juga: Peduli Kawasan Bekasi, Vida Bekasi Gandeng Arsitek Andra Matin Bangun SD Negeri Padurenan 5

Pembangunan town center Vida Bekasi ini tentunya sejalan dengan konsep persebaran intensitas aktivitas dan pembangunan yang akan mendorong Bekasi menjadi kawasan yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Kepala Bidang Perencanaan Dinas Tata Ruang Kota Bekasi, Erwin Guwinda,  menyatakan pandangannya tentang masa depan Narogong. Menurutnya, secara teori the trade follow the ship, di mana transportasi ada, perdagangan pasti tumbuh. “Dalam konteks ini pertumbuhan ruang kota baru selain komersial dan juga hunian,” kata Erwin.

Menurutnya, pembangunan CBD di Narogong harus memperhatikan aspek lingkungan. CBD di Narogong sebaiknya tidak dibangun secara masif, misalnya dengan ketinggian bangunan maksimal 20 lantai serta dengan luasan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

Baca juga: Pasar Anyar Segera Lengkapi Kawasan Vida Bekasi

“Narogong diharapkan akan melengkapi kawasan bisnis yang lain, namun kali ini harus dengan penataan yang lebih baik untuk utilitas maupun drainase,” kata Erwin.

Menurut data yang dilansir dari situs resmi Jasa Marga, Jalan Tol JORR 2 ruas Cimanggis-Cibitung ditargetkan akan beroperasi mulai akhir 2019. Sedangkan Jalan Tol Japek saat ini sudah masuk dalam tahap penetapan lokasi, dan akan memulai konstruksi di daerah Sadang, Purwakarta, pada 2019.

Bagikan: 2999 kali