mrt ibu kota baru- rumah123.com Ilustrasi Kereta MRT Melintas di Sebuah Kota. Ibu Kota Negara yang Baru Akan Memiliki Jaringan Kereta dengan Biaya Pembangunan Mencapai Rp209 Triliun (Foto: Rumah123/Getty Images)

Ibu kota negara Indonesia yang baru akan memiliki jaringan kereta api yang lengkap. Total biaya investasi pembangunan mencapai Rp209 triliun.

Presiden Joko Widodo telah menyatakan Indonesia akan memindahkan ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan Timur. Pembangunan ibu kota baru direncanakan selesai pada 2024 mendatang.

Ibu kota negara ini berada di dua kabupaten yaitu Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara. Lokasi ibu kota baru ini juga tidak jauh dari Balikpapan, salah satu kota industri di Kalimantan Timur.

Baca juga: Kereta Bandara Surabaya Akan Dibangun Pada 2021

Saat ini, pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menyelenggarakan sayembara desain ibu kota negara. Ratusan peserta dari dalam dan luar negeri mengikuti sayembara dengan hadiah utama uang sebesar Rp2 miliar.

Ibu kota negara baru ini membutuhkan beragam infrastruktur. Gedung pemerintahan, istana negara, perumahan pegawai, hingga infrastruktur transportasi akan dibangun.

Ibu Kota Negara Akan Memiliki Transportasi Berbasis Rel

Salah satu transportasi yang akan dimiliki oleh ibu kota baru adalah transportasi berbasis rel atau perkeretaapian. Kementerian Perhubungan sempat memaparkan rencana pembangunan infrastruktur kereta di ibu kota negara yang baru.

Kemenhub melakukan pemaparan kepada Komisi V DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) beberapa waktu lalu. Biaya investasi secara keseluruhan untuk membangun infrastruktur perkeretaapian menelan biaya Rp209,6 triliun.

Jumlah tersebut sudah mencakup biaya pembangunan MRT (Mass Rapid Transit/Moda Raya Terpadu), KRL (Kereta Rel Listrik), jalur kereta api, pengadaan kereta listrik, dan juga stasiun.

Baca juga: 2021, Stasiun Gambir Hanya Untuk KRL Commuter Line dan Kereta Khusus

Laman berita online CNNIndonesia.com mengutip pernyataan Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Djoko Sasono. Dia menyatakan bahwa angka tersebut baru hitungan sementara.

Nantinya, ada kajian dari Bappenas (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional). Setelah ada kajian, jumlah biaya akan dihitung kembali. Angka tersebut didapatkan berdasarkan pengalaman Kementerian Perhubungan selama membangun infrastruktur di Indonesia.

Djoko melanjutkan biaya pembangunan moda transportasi kereta memang memakan biaya cuku tinggi. Apalagi nantinya ada penggunaan teknologi canggih. Ibu kota negara akan berkonsep smart city atau kota pintar.

Ada 2 Tahap Pembangunan MRT di Ibu Kota Negara yang Baru

Ibu kota negara yang baru akan memiliki jaringan MRT. Nantinya, MRT akan menghubungkan Balikpapan dengan Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara. Ada dua tahap pembangunan MRT.

Tahap pertama adalah rute Bandara Sepinggan Balikpapan-Karang Joang-Sepaku Penajam Paser Utara-Pusat Ibu Kota Baru. Tahap kedua adalah rute Karang Joang Balikpapan-Semboja Kutai Kartanegara-Sepaku Penajam Paser Utara-Pusat Ibu Kota Baru.

MRT tahap pertama dan kedua ini memiliki sembilan stasiun. Namun, belum terungkap apakah MRT menggunakan jalur layang atau di bawah tanah.

Baca juga: Kereta Cepat Jakarta-Bandung Terkoneksi dengan LRT Jabodebek, Transjakarta, dan LRT Bandung

Saat ini, Indonesia baru memiliki MRT Jakarta. Kereta bernama Ratangga ini baru mempunyai satu rute yaitu Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia. Sebagian berada di jalur layang, sisanya di bawah tanah. Sementara MRT Jakarta fase 2 rute Bundaran Hotel Indonesia-Jakarta Kota seluruhnya berada di bawah tanah.

Ibu kota negara yang baru juga mempunyai jaringan kereta api antar kota. Nantinya, ada rute Samarinda-Balikpapan-Tanjung. Samarinda merupakan ibu kota Provinsi Kalimantan Timur.

Djoko menyatakan kereta api ini merupakan kereta api antar kota Trans Kalimantan. Jaringan atau konektivitas transportasi ibu kota negara ke daerah lainnya akan dibangun dan dikembangkan.

Baca juga: Kereta Cepat Jakarta-Surabaya: Waktu Tempuh 5,5 Jam dan Tiket Rp400 Ribu

Bagikan: 712 kali