renovasi rumah

Biasanya jelang ldul Fitri, masyarakat melakukan renovasi. Berapa uang yang dikeluarkan orang Indonesia untuk renovasi rumah? 

Jelang Hari Raya Idul Fitri, biasanya orang melakukan renovasi kecil pada rumah. Hal yang seolah menjadi tradisi. 

Biasanya, renovasi yang sering dilakukan adalah mengecat ulang eksterior dan juga interior rumah. 

Pemilik rumah tentunya ingin menampilkan suasana yang baru pada bagian luar dan dalam rumah. 

Pada Hari Raya Idul Fitri, seluruh anggota keluarga inti atau juga keluarga besar berkumpul bersama. 

Saat momen ini, mereka semua bersilaturahmi, bertukar kabar, foto bersama, hingga santap ketupat bersama. 

Renovasi rumah tentunya ditujukan agar rumah menjadi lebih nyaman bagi seluruh anggota keluarga. 

Selain itu, renovasi juga membuat tampilan rumah menjadi lebih baru di hari raya, seperti juga mengenakan pakaian baru. 

Menurut data Survei Sosial Ekonomi Nasional 2019, mereka yang tinggal di Jawa terbilang royal terkait renovasi rumah. 

Bagaimana dengan daerah-daerah lainnya di Indonesia? Posisi kedua ternyata diduduki oleh masyarakat Papua. 

Dana yang Dihabiskan oleh Orang Indonesia untuk Renovasi Rumah 

Laman berita online Lokadata.id melansir hasil riset Survei Sosial Ekonomi Nasional 2019 mengenai belanja renovasi rumah tiap rumah tangga menurut wilayah. 

Biaya yang dikeluarkan per rumah tangga tiap tahun untuk pemeliharaan dan juga perbaikan ringan.

Dana ini mencakup untuk pembelian cat kayu, kapur, cat tembok, genteng, engsel, dan sebagainya. 

Mereka yang tinggal di Jawa menempati posisi pertama di Indonesia untuk rata-rata biaya renovasi rumah. 

Ada 42 juta rumah tangga di Jawa dengan pengeluaran rata-rata per tahun mencapai Rp535 ribu. 

Biaya sebesar Rp535 ribu ini setidaknya cukup untuk membeli lima kaleng cat tembok ukuran lima kilogram. 

Jumlah cat sebanyak ini bisa digunakan untuk mengecat ulang interior rumah sehingga menjadi lebih cantik. 

Kalau dilihat secara rerata, pos pengeluaran ini sepertinya memang kecil. Setiap rumah tangga hanya mengeluarkan Rp535 ribu per tahun. 

Namun, jika semuanya dihitung secara kumulatif maka perputaran uang dari bisnis renovasi ini besar. 

Jika Rp535 juta dikalikan 42 juta rumah tangga di Jawa, maka total pengeluaran renovasi mencapai Rp22,5 triliun per tahun. 

Peringkat kedua ditempati oleh Papua dengan 1 juta rumah tangga dan pengeluaran renovasi Rp436 ribu per tahun, 

Papua memang dikenal sebagai kawasan yang memiliki biaya hidup tinggi lantaran banyak kebutuhan pokok yang didatangkan dari daerah lain. 

Urutan ketiga ditempati oleh Kalimantan dengan 4 rumah tangga dan pengeluaran renovasi Rp382 ribu per tahun. 

Maluku berada di posisi keempat dengan jumlah 700 ribu rumah tangga dan pengeluaran renovasi Rp375 ribu per tahun. 

Posisi kelima ditempati oleh Nusra atau Nusa Tenggara yang mencakup Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Ada 3 juta rumah tangga di kawasan Nusa Tenggara dengan pengeluaran renovasi rumah Rp328 ribu per tahun. 

Urutan kelima diduduk oleh Sumatera dengan 15 juta rumah tangga dan pengeluaran renovasi rumah Rp318 ribu per tahun. 

Sulawesi berada di posisi keenam dengan 5 juta rumah tangga dan pengeluaran renovasi Rp298 ribu per tahun. 

Posisi paling bawah ditempati oleh Bali dengan 1 juta rumah tangga dan pengeluaran renovasi Rp229 ribu. 

Jelang Idul Fitri 2020, dunia termasuk Indonesia dilanda pandemi virus corona atau covid-19 yang berimbas pada banyak hal. 

Salah satunya mengubah perilaku konsumsi dan jumlah perputaran uang yang terkait bisnis di dalamnya. 

Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Piter Abdullah menyatakan masyarakat sedang berjibaku dengan ketidakpastian ekonomi. 

Masyarakat lebih disibukkan kebutuhan sembilan bahan pokok, ketimbang untuk melakukan kebutuhan konsumtif seperti merenovasi rumah. 

Baca juga: Sekarang Giliran Generasi Milenial Aktif Kerja, Generasi X Silakan Minggir

Tren Renovasi dan Nilai Jual Rumah 

Para pemilik rumah di Amerika Serikat juga rutin melakukan renovasi tempat tinggalnya setiap tahun. 

Hal ini terungkap dalam riset yang dilakukan oleh situs desain interior, dekorasi, dan arsitektur Houzz.com

Sebanyak 51 persen pemilik rumah menghabiskan rata-rata USD 10.000 (Rp147 juta) untuk renovasi rumah pada 2018. 

Setidaknya, mereka telah tinggal di sebuah rumah selama enam tahun atau lebih. Hal biasa ketika orang Barat tinggal berpindah rumah. 

REA Group pernah melansir bahwa secara rerata orang Australia bisa pindah rumah sebanyak enam kali seumur hidup mereka. 

Ruangan yang paling sering direnovasi adalah dapur, selanjutnya adalah ruang tamu atau ruang keluarga, dan juga kamar mandi. 

Empat dari lima orang yang melakukan renovasi menyatakan renovasi dapur dan kamar mandi utama meningkatkan nilai rumah. 

Nilai jual rumah bisa berkat renovasi dua ruangan ini biasanya lebih tinggi dibandingkan dengan renovasi ruangan lainnya. 

Sayangnya, di Indonesia belum ada riset serupa mengenai tren renovasi dan nilai jual rumah seperti di negara-negara Barat. 

Hal biasa bagi pemilik rumah untuk melakukan renovasi rumah untuk menaikkan nilai jual rumah.

Artikel ini merupakan kerjasama antara situs properti Rumah123.com dengan situs berita Lokadata.id

Bagikan:
1396 kali