ilustrasi (Foto: Rumah123/iStockphoto) ilustrasi (Foto: Rumah123/iStockphoto)

Menentukan tinggi plafon rumah dari lantai, memang bisa kamu sesuaikan dengan keinginan. Mau yang standar, atau malah plafon tinggi, ga ada yang melarang.

Hanya saja, sebelum menentukan tinggi langit-langit rumah, kamu perlu memerhatikan beberapa faktor. Yakni, iklim, proporsi ruang/estetika, sirkulasi udara, dan pencahayaan.

Berikut prinsip dasar yang perlu kamu ketahui sebelum menentukan tinggi plafon.

Iklim

Coba deh perhatikan, rumah-rumah di daerah beriklim dingin cenderung mempunyai plafon rendah. Di Jepang atau Eropa, misalnya. Tinggi plafon 2,4 atau 2,5 meter adalah hal yang biasa. Alasannya adalah penghematan energi. Semakin tinggi plafon semakin tinggi pula pemanasan diperlukan.

Baca juga: Hujan Mendadak, Awas Plafon Somplak

Sementara itu, di daerah pesisir atau beriklim panas, plafon tinggi memungkinkan sirkulasi udara yang lebih baik. Mungkin kamu juga sudah tahu bahwa udara panas akan bergerak ke atas. Karenanya, plafon yang tinggi memungkinkan udara di ruangan menjadi tetap sejuk.

Selain itu, dengan plafon yang tinggi dimungkinkan cahaya matahari dapat masuk lebih dalam ke semua bagian rumah. Dengan demikian ruangan tidak terasa lembab.

So, bila kamu tinggal di daerah pesisir dengan udara yang cenderung panas, sebaiknya tinggi plafon tidak kurang dari 280 cm, atau antara 2,8 – 3,2 m.

Proporsi dan estetika

Desain arsitektur tak lain bicara tentang proporsi ruang. Desain yang indah itu berarti proporsional. Para mahasiswa arsitektur umumnya tahu bahwa untuk menentukan tinggi plafon standard sebuah ruangan berlaku rumus: (panjang + lebar)/2. Artinya sebuah ruangan berukuran 3x4m akan tampak proporsional bila plafonnya berukuran sekitar (3+4)/2=3,5m.

Baca juga: Mengenal Jenis Kalsiboard untuk Plafon

Tentu saja ini bukan rumus matematis baku karena proporsi ideal dapat diolah melalui penataan interior yang baik. Intinya, semakin besar ruangan, kian tinggi plafon.

Bisa juga plafon lebih tinggi dari lebar ruangan. Bila tidak diimbangi plafon yang tinggi, ruangan yang besar akan tampak seperti lorong yang pengap.

Karena itu, jika ruang keluargamu cukup luas, semisal 8x5m tanpa sekat-sekat, kamu dapat membuat plafon sampai 6-7 m.

Void atau Loft

Bila kamu membangun rumah dua lantai atau lebih, plafon yang tinggi akan tercipta dengan sendirinya. Sebab, biasanya di situ adakan ada void, yakni ruang yang dibiarkan kosong di lantai dua sehingga pandangan dapat langsung terarah ke plafon lantai 2.

Penciptaan plafon yang tinggi dapat juga kamu lakukan dengan mengekspos kemiringan atap. Dengan cara itu kamu dapat menciptakan plafon yang indah sehingga ruangan akan terasa lebih luas.

Baca juga: "Mengundang" Udara Sejuk di Rumah Berplafon Rendah

Void dapat juga berarti ruang terbuka tanpa atap di bagian rumah yang hanya mempunyai satu akses yaitu dari depan. Di banyak perumahan, rumah kamu dikelilingi tembok di kiri kanan dan belakang.

Bila kondisi ini yang kamu dapatkan, kehadiran void menjadi vital entah dibagian belakang atau samping rumah. Yaitu agar sirkulasi udara dan cahaya matahari dapat masuk ke dalam rumah.

Bagikan:
193614 kali