Pertumbuhan properti yang terus meningkat setiap tahunnya membuat profesi agen properti makin banyak diminati.

agen properti sedang memasarkan rumah yang dijual kepada pembeli - rumah123.com agen properti sedang memasarkan rumah yang dijual kepada pembeli (Rumah123.com/Getty Images)

Wajar saja, selain punya peluang menjanjikan, tak perlu modal besar untuk terjun ke profesi ini. Kamu hanya perlu sejumlah skill untuk memasarkan properti milik orang lain, dan menghubungkan pemilik properti dengan pembeli. 

Ada pertanyaan dasar yang sering ditanyakan mereka yang mau terjun ke profesi ini. Berapa komisi yang didapatkan atas jasa jual beli atau sewa menyewa properti? Banyak yang bilang kalau agen properti bisa mendapatkan uang berlimpah ketika berhasil memasarkan properti yang dijual. Tapi, seperti apa sih ketentuan resminya?

Komisi agen properti diatur dalam kebijakan pemerintah

Besaran komisi yang diberikan kepada agen properti telah diatur oleh pemerintah dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No.51/M-DAG/PER/7/2017 tentang Perusahaan Perantara Perdagangan Properti. Lebih jelasnya, berikut pasal dari peraturan tersebut yang menyebutkan soal komisi agen properti:

Butir 1 Pasal 12 Permendag No.51/2017:

“P4 (Perusahaan Perantara Perdagangan Properti) berhak menerima imbal jasa berupa komisi dari Pengguna Jasa atas jasa yang diberikan.”

Butir 2 Pasal 12 Permendag No.51/2017:

“Dalam hal P4 melaksanakan jasa jual beli sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 huruf a, P4 berhak menerima komisi yang besarnya paling sedikit 2% dan paling banyak 5% dari nilai transaksi dan disesuaikan dengan lingkup jasa yang diberikan kepada Pengguna Jasa.”

Butir 3 Pasal 12 Permendag No. 51/2017 yang berbunyi:

“Dalam hal P4 melaksanakan jasa sewa-menyewa Properti sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 huruf b, P4 berhak menerima komisi dari Pengguna Jasa paling sedikit 5% dan paling banyak 8% dari nilai transaksi.”

Peraturan mengenai komisi agen properti sebenarnya sudah ada sejak lama. Sebelumnya peraturan tersebut tertuang pada Permendag No: 33/ M- DAG/ PER/ 8/ 2008 yang kemudian direvisi di tahun 2017. Dalam peraturan lama, pemerintah hanya mengatur batasan minimal komisi bagi agen properti yaitu 2% dari nilai transaksi. Tak ada batasan maksimalnya. Namun untuk mencegah perilaku semena-mena dari agen properti yang bisa berimbas kepada properti yang semakin sulit terjual, pemerintah menyempurnakan peraturan ini.

Penting untuk mengetahui pengertian soal agen properti di peraturan tersebut

Nah, sekarang kamu sudah tahu besaran komisi untuk para perantara jual beli dan sewa menyewa properti tersebut. Namun sebelum itu, kamu harus tahu dulu, siapa saja yang masuk ke dalam kategori agen properti di dalam peraturan resmi pemerintah. 

Menurut Pasal 1 ayat 3 Peraturan Menteri Perdagangan RI No. 33/M-DAG/PER/8/2008 Tentang Perusahaan Perantara Perdagangan Properti, berikut pengertiannya;

“Perantara perdagangan properti yang selanjutnya disebut tenaga ahli adalah seseorang yang memiliki keahlian khusus di bidang properti yang dibuktikan dengan sertifikat yang diterbitkan oleh lembaga sertifikasi yang terakreditasi.”

Masih dalam Permen yang sama:

“Perusahaan perantara perdagangan properti yang selanjutnya disebut perusahaan adalah badan usaha yang menjalankan kegiatan sebagai perantara jual beli, perantara sewa-menyewa, penelitian dan pengkajian, pemasaran, serta konsultasi dan penyebaran informasi yang berkaitan dengan properti berdasarkan perintah pemberi tugas yang diatur dalam perjanjian tertulis.”

Peraturan resmi di atas ditujukan untuk para agen properti non-independen

Artinya, peraturan resmi di atas ditujukan untuk para agen properti non-independen. Yaitu para agen yang tergabung dalam badan usaha perantara perdagangan properti alias broker properti. Bagaimana dengan agen properti independen? Tentu kamu bisa mengikuti standar komisi yang sama, atau melakukan perjanjian pembagian komisi terlebih dahulu di awal. 

Bagikan: 1157 kali