asuransi properti- rumah123.com Klaim Asuransi Properti Diperkirakan Akan Naik Setelah Bencana Banjir. Banyak Pemilik Properti yang Memiliki Asuransi Properti Untuk Melindungi Aset Mereka (Foto: Rumah123/Getty Images)

Banjir dalam skala besar melanda Jakarta dan sekitarnya. Potensi klaim asuransi properti diperkirakan akan meningkat pada awal 2020.

Awal 2020 dibuka dengan bencana banjir dalam skala besar. Banjir merendam sebagian kawasan Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi).

Bagi kamu yang memantau perkembangan berita banjir ini melalui media sosial, media online, dan lainnya, kamu akan melihat bagaimana dahsyatnya banjir. Banjir bisa menghanyutkan mobil dan merendam ribuan rumah.

Baca juga: Sebelum Mudik, Lindungi Rumah dengan Asuransi Dong!

Kerugian akibat bencana ini pastinya sangat besar. Puluhan orang meninggal, sementara ribuan warga harus mengungsi ke tempat lain.

Laman berita online Tempo.co melansir pernyataan Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Dody Achmad Sudiyar Dalimunthe. Dia menyatakan risiko banjir di Jabodetabek harus bisa diantisipasi oleh industri asuransi umum.

Dody melanjutkan industri asuransi umum perlu melakukan antisipasi risiko banjir. Bencana banjir yang terjadi pada awal 2020 memiliki potensi dalam meningkatkan klaim asuransi umum khususnya untuk asuransi kendaraan dan juga asuransi properti.

Nasabah Akan Mengajukan Klaim Kerugian Akibat Bencana Banjir

Dody memaparkan kalau klaim untuk asuransi properti dan juga kendaraan bermotor diperkirakan meningkat. Apalagi khusus bagi polis yang diperluas dengan risiko banjir.

Nasabah akan mengajukan klaim kerugian akibat banjir. Sejumlah perusahaan asuransi umum memiliki polis asuransi yang diperluas dengan risiko banjir. Banjir termasuk dalam bencana alam. Sejumlah perusahaan asuransi ada yang memasukkan banjir ke dalam risiko jaminan pokok, ada juga yang tidak.

Bencana banjir yang terjadi memang tergolong besar. Namun, Dody menyatakan manajemen risiko industri asuransi umum tidak akan terpengaruh secara sigfinikan.

Baca juga: Biar Aman, Asuransikan Aset Propertimu!

Manajemen risiko dari industri asuransi masih bisa dikelola. Potensi klaim karena risiko banjir diperkirakan akan naik, tetapi perusahaan asuransi memiliki cadangan reasuransi untuk risiko bencana besar.

Dody juga menyatakan dampak bencana banjir terhadap industri asuransi umum secara menyeluruh belum bisa dihitung. Dia yakin kalau banjir tidak akan memberikan tekanan terhadap kinerja industri.

Perusahaan-perusahaan asuransi diimbau bisa memberikan tanggapan yang cepat kepada nasabah yang mengajukan klaim. Perusahaan diminta melakukan tindakan lebih aktif dalam melakukan pendataan nasabah dan properti yang terkena banjir.

Baca juga: Gini Loh Cara Bijak Pilih Asuransi Rumah

Kalau perusahaan melakukan pelayanan yang baik, maka bisa menjadi cara dalam mempertahankan performa industri asuransi dalam situasi dan kondisi seperti sekarang. Bagi kamu yang memiliki asuransi properti, sebaiknya kamu segera melakukan klaim untuk mendapatkan ganti rugi.

Asuransi Properti dan Kendaraan Bermotor Merupakan Lini Bisnis Utama Industri Asuransi Umum

Asuransi properti dan asuransi kendaraan merupakan core business atau lini bisnis utama dari industri asuransi umum. Secara keseluruhan, keduanya mencapai 50 persen dari total pangsa pasar asuransi.

Jika melihat data AAUI pada kuartal III 2019, persentase asuransi properti mencapai 26 persen, sedangkan asuransi kendaraan mencapai 24 persen.

Jumlah klaim dari asuransi properti dan asuransi kendaraan juga mendominasi. Secara keseluruhan, jumlah klaim mencapai 46,1 persen dari total keseluruhan klaim asuransi umum.

Baca juga: Prosedur Klaim Asuransi Properti

Perincian dari total klaim tersebut adalah klaim dari asurasi properti tercatat mencapai 18,3 persen. Sementara klaim asuransi kendaraan mencapai 23,3 persen.

Banyaknya jumlah pemilik properti yang memiliki asuransi properti bisa menunjukkan bahwa mereka memahami risiko bencana yang bisa menimpa properti mereka.

Bagikan: 1074 kali