Ternyata, tanah juga bisa dicicil loh melalui fasilitas Kredit Pemilikan Tanah (KPT). Seperti ini cara mengajukannya!

cicil tanah melalui kredit pemilikan tanah ternyata gampang lho - rumah123.com cicil tanah melalui kredit pemilikan tanah ternyata gampang lho (Rumah123.com/Getty Images)

Untuk memiliki sebuah hunian, ada dua cara yang bisa ditempuh. Membeli hunian yang sudah jadi, atau membangunnya sendiri dari nol. Ada yang lebih memilih untuk membeli rumah jadi karena lebih praktis dan bisa langsung ditempati. Ada juga yang lebih suka membangunnya dari tanah kosong karena bisa mendesainnya sesuka hati. 

Pilihan yang kedua kini mulai banyak dipilih oleh para milenial. Apalagi semenjak konsep rumah tumbuh mulai populer. Membangun rumah sedikit demi sedikit sesuai bujet yang tersedia dianggap lebih menyenangkan ketimbang membeli rumah jadi yang desainnya seakan sudah menjadi “template” dari pengembang. 

Tapi bagaimana dengan pembelian tanah kosong yang diincar? Apakah kamu harus membelinya dengan uang tunai keras alias melunasinya di awal? Kalau begitu, mereka yang dananya terbatas tak bisa membeli tanah kosong, dan mau tak mau harus membeli rumah jadi dong? 

Eits, jangan salah. Ternyata, kamu juga bisa lho membeli tanah dengan cara dicicil, yaitu melalui Kredit Pemilikan Tanah (KPT). Cara dan syaratnya juga mirip-mirip dengan KPR maupun KPA. Nah, untuk kamu yang tertarik mencicil tanah, seperti ini langkah-langkahnya!

Syarat mengajukan Kredit Pemilikan Tanah

Walaupun tak sebanyak penyedia KPR, ada sejumlah bank yang menyediakan layanan KPT.  Biasanya, persyaratan KPT adalah seperti berikut ini:

1.  Warga Negara Indonesia (WNI) 2.  Berpenghasilan tetap dan masa kerja minimal 2 tahun. 3.  Usia minimal 21 tahun dan pada usia 55 tahun kredit sudah lunas. Khusus untuk pensiunan usia 65 tahun, kredit sudah lunas. 4.  Uang muka minimal 30% dari harga tanah berikut rumah yang akan dibiayai. 5.  Mengisi formulir dan melengkapi dokumen penunjang.

Dokumen yang harus dipersiapkan

Pada poin ke-5, kamu diminta untuk melengkapi dokumen penunjang. Adapun dokumen-dokumen yang dimaksud adalah sebagai berikut:

-  Fotokopi KTP -  Fotokopi KK -  Fotokopi surat nikah -  Fotokopi NPWP pribadi / SPT PPh21 -  Fotokopi rekening 3 bulan terakhir -  Pas foto 4 x 6 -  Fotokopi dokumen kepemilikan agunan (SHM, IMB, PBB) -  Surat keterangan gaji dan slip gaji -  Apabila bekerja sebagai wiraswasta, diperlukan bukti transaksi keuangan usaha, SIUP, dan Tanda Daftar Perusahaan (TDP).

Langkah-langkah Kredit Pemilikan Tanah

Setelah memenuhi persyaratan dan melengkapi dokumen-dokumen di atas, maka langkah selanjutnya adalah menunggu proses pengecekan dan appraisal dari pihak bank. Biasanya, sejumlah hal yang dianalisa bank saat menilai pengajuan KPT nasabah antara lain:

-  Luas tanah

- Lokasi (apakah posisinya berada di pinggir jalan atau masuk ke dalam gang)

-  Harga pasaran

Jangan lupa juga untuk memastikan tanah yang hendak dibeli sudah memiliki Sertifikat Hak Milik. Sebab, proses kredit akan sulit disetujui jika tanah masih berstatus girik atau Akta Jual Beli (AJB).

Apakah mencicil tanah melalui KPT menguntungkan?

Itu dia proses mencicil tanah melalui KPT. Kredit tanah tentunya menguntungkan jika kamu memang mau membangun rumah di atasnya. Namun jika tujuanmu adalah untuk investasi, sebaiknya kamu hitung kembali dengan matang persentase pengembalian keuntungannya. 

Bagikan: 2835 kali