Tips tinggal di apartemen bersama anak - Rumah123.com Tips tinggal di apartemen bersama anak - Rumah123.com

Kabar duka menimpa Karen Pooroe atau yang akrab disapa Karen Idol. Penyanyi jebolan ajang pencarian bakat Indonesian Idol ini harus kehilangan buah hati semata wayangnya, Zefania, yang baru berusia enam tahun. Zefania tewas setelah terjatuh dari balkon apartemen lantai enam pada Sabtu, 8 Februari 2020 kemarin.

Tinggal di apartemen bersama anak memang butuh perhatian penuh. Pasalnya, tak seperti rumah tapak, risiko tinggal di apartemen memang lebih tinggi, khususnya ketika ada anak yang masih belum bisa menjaga dirinya sendiri. Maka dari itu, para orang tua dapat belajar dari kisah Karen Idol tersebut.  Apabila kamu memilih untuk tinggal di apartemen dan memiliki anak, simak tips aman berikut ini.

Kunci pintu dan jendela menuju balkon

Balkon adalah area yang sangat berbahaya untuk anak. Untuk itu, sebisa mungkin kunci segala akses menuju balkon. Baik itu pintu, bahkan hingga jendela sekalipun. Apabila tinggi anak sudah mencapai gagang, cabut kunci dan jauhkan dari pandangan anak. Sebagai tindakan preventif, beri kunci slot tambahan agar semakin aman. 

Baca juga: Ini 7 Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Sewa Apartemen

Pasang palang tambahan di sekitar balkon

Memang, balkon apartemen pada umumnya memiliki teralis untuk menghindari terjatuhnya orang yang berada di sana. Namun tubuh anak yang kecil sangat memungkinkannya menyelinap di sela-sela teralis. Pasang palang tambahan di sekeliling area balkon agar tak ada celah yang bisa dimasuki oleh anak. 

Pasang slot pengaman dan beri pengganjal

Pasang slot pengaman di setiap bagian pintu, mulai dari pintu ruangan hingga pintu lemari dan rak. Berikan juga pengganjal pintu agar jari anak tak terjepit, terutama ketika mereka sedang dalam tahap merambat. 

Baca juga: Jangan Sampai Kecewa! Ketahui 7 Hal Ini Sebelum Membeli Unit Apartemen

Minimalisir perabotan pecah belah

Anak-anak kerap memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, sehingga tak jarang mereka menyentuh barang yang bisa mereka jangkau. Ketika ada banyak perabotan pecah belah, otomatis barang-barang tersebut bisa mudah pecah. Bukan hanya merugikan kamu, tapi anak pun bisa terluka. 

Minimalisir dekorasi kain panjang

Bukan hanya pecah belah, dekorasi dengan kain atau tali panjang juga sebaiknya dihindari. Sebab, kain-kain yang menjuntai bisa membuat anak tercekik. Untuk menghindari bahaya tersebut, sebaiknya kamu minimalisir kehadirannya di hunianmu. 

Gunakan furnitur yang benar-benar kokoh

Sempat viral pula di media sosial rekaman video CCTV anak yang tertimpa lemari. Ini juga bisa menjadi pembelajaran bagi para orang tua. Sebisa mungkin pilih furnitur yang kokoh. Apalagi jika anak sedang aktif-aktifnya memanjat. Tanpa furnitur yang kokoh, mereka bisa jatuh dan tertimpa barang. 

Berikan pengawasan penuh

Tak hanya melakukan tindakan preventif dengan melakukan hal-hal di atas, para orang tua juga wajib memberi pengawasan penuh. Jangan sekali-kali meninggalkan anak walau dalam waktu singkat sekalipun. Apabila kamu harus melakukan hal lain, minta bantuan orang untuk mengawasi anakmu sementara waktu.

Bagikan:
2231 kali