Tanaman porang kini semakin laris diburu dan menjadi primadona di pasar ekspor. 

Bahkan, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo juga menyebut bahwa komoditas porang saat ini sangat menjanjikan. 

Menurutnya, dalam delapan bulan pertama komoditas jenis umbi itu bisa menghasilkan Rp40 juta per hektare. 

Sementara, delapan bulan kedua Rp80 juta, dan delapan bulan ketiga bisa sampai Rp200 juta.

Porang diketahui memiliki banyak manfaat, mulai dari bahan pangan, bahan baku industri kosmetik, hingga obat-obatan. 

Selama ini, kebanyakan orang hanya mendapatkan hasil dari tanaman porang liar. 

Padahal, tanaman ekspor ini sebenarnya mudah dibudidayakan serta tidak membutuhkan waktu lama untuk dipanen. 

Melansir laman Kementriaan Pertanian, tanaman ini memiliki nama latin Amorphophallus muelleri blume. 

Porang disebut dapat tumbuh di semua jenis tanah dengan ketinggian 0 sampai 700 mdpl. 

Meski perawatannya mudah, namun ada sejumlah hama yang harus diwaspadai. 

Beberapa diantaranya ialah ulat, belalang, siput, daun terbakar matahari dan jamur pada umbinya. 

Tak hanya itu, budidaya porang juga tak membutuhkan lahan yang luas. 

Tertarik membudidayakan komoditas ekspor yang satu ini?

Yuk simak langkah-langkah menanam porang seperti dikutip dari akun instagram Harvest Day Farm berikut ini:

Siapkan Lahan 

lahan untuk menanam tanaman porang Sumber: Agrokompleks Kita

Untuk membudidayakan porang, kamu tidak membutuhkan lahan yang terlalu luas. 

Namun, pastikan lahan tersebut bebas dari gulma dan mendapatkan akses sinar matahari yang cukup. 

Selain itu, akan lebih baik jika terdapat deretan pohon yang bisa jadi naungan untuk tanaman porang. 

Tanaman yang rimbun namun tidak terlalu rapat merupakan lokasi yang ideal untuk kebutuhan cahaya matahari dan kelembaban porang. 

Setelah itu, lakukan proses penggemburan untuk mempersiapkan lahan. 

Buat lubang tanam seluas 25x50 sentimeter atau 25x60 sentimeter. 

Kemudian, isi dengan pupuk kompos dan sekam agar pertumbuhan tanaman optimal. 

Penanaman Bibit 

Penanaman porang sebaiknya mulai dilakukan pada awal musim hujan. 

Proses tanam dengan umbi bisa dilakukan langsung ke lahan yang disiapkan. 

Jika kamu ingin membudidayakannya dengan biji, akan lebih baik jika pembibitan dilakukan terlebih dahulu dengan polybag

Pemupukan 

pemupukan porang Sumber: YouTube Petani Sarjana

Pemupukan pertama dilakukan pada lubang tanam yang telah disiapkan. 

Sedangkan pemupukan kedua bisa dilakukan ketika tanaman porang mulai tumbuh. 

Kamu bisa menggunakan pupuk organik atau pupuk kimia berjenis NPK atau TSP untuk tanaman porang. 

Umumnya, tanaman ini tidak terlalu membutuhkan pupuk anorganik untuk berkembang secara maksimal. 

Tanaman porang biasanya mulai berkembang setelah lima bulan lamanya. 

Setelah itu, tanaman akan mulai menguning dan mati dengan sendirinya. 

Saat itu pula biasanya umbi katak yang ada di daun dan tangkainya akan berjatuhan. 

Kamu bisa menjual umbi katak ini atau menggunakannya untuk ditanam kembali. 

Pembersihan Gulma

Porang biasanya ditanam di awal musim hujan yang membuatnya berpotensil terkena gulma. 

Untuk itu, sebaiknya lakukan pembersihan atau penyiangan secara rutin. 

Gunakan alat bantu seperti sekop dan cangkul untuk membersihkan gulma. 

Kemudian, timbun sisa gulma yang telah dibersihkan di dalam tanah agar bisa menjadi pupuk tanaman. 

Penjarangan 

penjarangan porang Sumber: Bulanbintang7.com

Langkah selanjutnya yang harus dilakukan dalam budidaya porang yakni melakukan penjarangan. 

Terlebih lagi jika terdapat banyak batang tanaman yang tumbuh pada satu lubang. 

Hal ini bisa membuat umbi porang tidak berkembang dengan optimal dan ukurannya terlalu kecil. 

Panen 

Kamu bisa mulai memanen porang lebih cepat jika menanamnya langsung dari umbi, yakni hanya dengan waktu tujuh bulan. 

Sementara, penanaman dengan bagian katak membutuhkan waktu lebih lama, berkisar 18 sampai 24 bulan sesudahnya. 

Proses panen bisa dilakukan dengan menggali umbinya.

Untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar, proses panen sebaiknya dilakukan di musim kemarau. 

Biasanya, harga porang akan jauh lebih mahal pada musim kemarau. 

Kamu bisa menjual umbi ini dalam kondisi basah maupun kering.

Jangan lupa kunjungi artikel.rumah123.com untuk dapatkan artikel menarik lainnya seputar properti. 

Kamu juga bisa mencari properti yang sesuai kebutuhanmu seperti The Riviera hanya di www.rumah123.com. 

Bagikan:
482 kali