Kolam Renang yang Didesain oleh Soyoun Kim (Rumah123/Dezeen)

Dua negara bertetangga, Korea Utara dan Korea Selatan masih berseteru. Perang Korea yang terjadi pada 1950-an memisahkan orang Korea menjadi dua negara.

Korea Utara menjadi negara fasis dan terkenal karena pemimpinnya Kim Jong Un. Sementara Korea Selatan menjadi negara liberal dan ngetop karena K-Pop mulai dari gaya busana, film, musik, dan lainnya.

Baca juga: Museum Perang yang Tersembunyi di Bawah Tanah

Perbatasan dua negara dipisahkan oleh zona yang dijaga oleh personel militer kedua negara. Ketegangan kedua negara memberikan inspirasi kepada Soyoun Kim.

Soyoun Kim yang baru menyelesaikan pendidikan di Design Academy Eindhoven, Belanda ini ingin membuat adanya interaksi lebih bersahabat antara masyarakat Korea Utara dan Korea Selatan. Soyoun Kim mendesain sejumlah bangunan yang berada di perbatasan kedua negara.

Baca juga: Sering Terjadi Kecelakaan, Jalan Raya Diubah Jadi Area Pejalan Kaki! Keren Ya Idenya!

Dia membayangkan ada 25 bangunan mulai kolam renang, café, restoran, salon, plaza, monumen, ruang bermain, ruang belajar, hingga pusat perbelanjaan! Setiap bangunan akan membentuk zona netral, warga dari kedua negara bisa bertemu dan berkomunikasi.

Bahkan, dia membuat sebuah biro perjalanan fiktif agar membuat orang mau berkunjung ke kawasan ini. Wah, niat banget ya.

Baca juga: Perangi Teroris di Perkotaan? Lawan Pakai Pepohonan Aja

Soyoun Kim mendapatkan gagasan ini ketika melakukan riset di Panmunjom, sebuah desa yang berada di perbatasan kedua negara. Desai ini menjadi tempat Korea Selatan dan Korea Utara menandatangani perjanjian damai pada 1953.

Saat ini, hanya satu bangunan di desain yang masih ada dan berfungsi sebagai museum perdamaian. Menurutnya, bangunan ini menjadi satu-satunya tempat di seluruh perbatasan di mana warga kedua negara bisa bertemu.

Baca juga: Sekolah untuk Murid Jaman Now Ini Dirancang Anti Teroris Lho!

Kemudian Soyoun Kim mendesain sejumlah bangunan dengan warna biru sesuai dengan logo Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Dia berharap kalau idenya bisa menjadi jalan untuk mendamaikan kedua negara.

Soyoun Kim menyadari kalau desainnya tidak mungkin menjadi kenyataan dalam waktu dekat, tetapi dia tidak mau dianggap berpikir hal yang tidak realistis. “Saya seorang yang optimistis dan yakin ini menjadi skenario masa depan. Tetapi, 10 tahun lalu, kami punya distrik bersama, saya berharap akan ada lagi,” ujar Soyoun Kim kepada laman arsitektur dan desain Dezeen.

Baca juga: Penembakan di Las Vegas Jadi Bukti Kalau Kota di AS Memang Ga Aman dan Nyaman

Hmm, lucu juga ya kalau di perbatasan ada kolam renang, taman bermain, dan lain-lain. Orang yang saling tegang soal politik negara malah bisa berbaur bersama. Mungkin berenang bareng, daripada perang kan?

Kira-kira kalau sudah jadi, kamu main main ke perbatasan Korea nggak? Mudah-mudahan kamu berani ya buat main ke sana.

Bagikan: 1053 kali