OK
Dijual
Disewa
Properti Baru
Panduan

Pengertian Batu Gamping (Batu Kapur) dan Manfaatnya. Bisa Digunakan untuk Konstruksi Bangunan!

21 Oktober 2022 · 4 min read Author: Nik Nik Fadlah

batu gamping

Batu gamping sering ditemukan di area pertambangan. Jenis batuan ini bisa dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan. Cek ulasan lengkapnya di sini!

Ada banyak jenis batu yang bisa digunakan untuk konstruksi bangunan, salah satunya adalah batu gamping.

Batu jenis ini mudah ditemukan di area pertambangan dan memiliki ciri-ciri berwarna putih yang mengandung kalsium karbonat (CaCO3).

Batu gamping merupakan batuan yang sering kali terbentuk dari perairan laut dangkal dan bisa digunakan sebagai bahan konstruksi.

Namun di samping itu, terdapat manfaat lain dari batuan ini. Apa saja? Berikut ulasan lengkapnya. 

Apa Itu Batu Gamping?

apa itu batu gamping

Sumber: Duniatambang.co.id

Melansir Wikipedia, batu gamping atau yang lebih dikenal sebagai batu kapur (limestone) adalah batuan sedimen yang terdiri dari mineral kalsit dan aragonit.

Kebanyakan batu kapur terbentuk dari akumulasi cangkang, alga, karang, sisa organisme.

Sekitar 50 persen batuan ini memiliki berat yang berasal dari kalsium karbonat, berbentuk mineral kalsit.

Sementara sisanya, berasal dari mineral lain seperti feldspar, kuarsa, pirit, siderit, mineral lempung, dan lain sebagainya.

Pembentukan Batu Gamping

Secara umum, batuan ini bisa terbentuk dalam dua cara, yakni melalui lingkungan laut dan evaporasi.

Lingkungan Laut

Sebagian besar batuan jenis kapur terbentuk di laut dangkal pada perairan yang hangat.

Sebab, area tersebut merupakan lingkungan yang ideal di mana organisme memproduksi cangkang kalsium karbonat dan skeleton.

Keduanya merupakan material utama pembentuk batu kapur.

Meski begitu, sebagian batuan kapur dapat terbentuk oleh pengendapan langsung kalsium karbonat yang berasal dari air laut.

Lingkungan Evaporasi 

Selain laut, batu gamping juga dapat terbentuk dari evaporasi atau proses penguapan dan biasanya terjadi di gua. 

Di gua, tetesan air yang berasal dari atas akan menguap sebelum jatuh ke bagian bawah.

Pada saat air menguap, kalsium karbonat yang larut dalam air akan tersimpan di langit-langit.

Semakin lama, penguapan tersebut akan menghasilkan deposit yang dikenal sebagai stalaktit.

Apabila tetesan air berkembang ke atas, ini disebut sebagai stalakmit. Sedangkan, batuan gamping yang membentuk formasi gua disebut dengan travertine.

Jenis-Jenis Batu Gamping

Batu gamping memiliki banyak jenis bergantung pada pembentukannya, komposisi mineral, hingga penampilannya. Agar lebih jelas, simak pembahasan berikut.

1. Coquina

Jenis batuan ini tersusun dari sisa-sisa cangkang organisme dan sering terbentuk di daerah pantai, tempat terjadinya pemisahan pecahan cangkang oleh gelombang laut.

2. Chalk

Memiliki tekstur yang lembut dan sangat halus. Ciri khas dari batu ini adalah warnanya yang putih atau abu-abu. 

Terbentuk dari cangkang berkapur organisme laut seperti foraminifera atau berbagai jenis ganggang laut. 

3. Fossiliferous Limestone

Sesuai dengan namanya, batuan jenis ini terdiri dari banyak fosil. Tetapi, lebih banyak tersusun atas cangkang atau skeleton suatu organisme.

4. Lithographic Limestone

Batuan jenis ini memiliki tekstur yang padat dengan butiran halus dan berukuran sama. Lithographic Limestone terbentuk dalam sebuah lapisan tipis.

5. Oolitic Limestone

Jenis batu gamping ini tersusun dari kalsium karbonat dengan bulatan kecil yang berasal dari butiran pasir atau cangkang fragmen.

6. Travertine

Travertine terbentuk dari evaporasi yang proses pembentukannya biasanya terjadi di dalam gua dan dapat menghasilkan stalaktit, staklamit, dan flowstone.

Kegunaan dan Manfaat Batu Gamping

batu kapur untuk rumah

Sumber: Orami.co.id

1. Bahan Konstruksi Bangunan

Jika dibandingkan dengan batuan jenis lain, batu gamping memang lebih sering digunakan banyak orang, misalnya saja untuk dijadikan bahan konstruksi.

Pada beberapa kasus, dapat dipotong menjadi balok yang bisa digunakan sebagai batu bangunan. 

Selain itu, batu kapur juga dapat digunakan untuk material konstruksi lain seperti pembangunan jalan raya hingga agregat dalam beton. 

Batu jenis ini juga merupakan bahan utama pembuatan semen portland.

2. Produksi Material dalam Industri Berat

Pada proses pembuatan baja, di beberapa negara batu kapur digunakan untuk menghilangkan kotoran selama fase pengurangan bijih besi.

3. Menahan Cuaca dan Panas

Ketika telah dihancurkan menjadi partikel halus, batu kapur dapat digunakan sebagai pelapis tahan cuaca dan panas pada atap bangunan.

4. Menetralkan Keasaman Tanah

Batu kapur juga bisa dimanfaatkan untuk sektor pertanian. Tetapi, hanya batuan yang memiliki kandungan kalsium karbonat sebesar 90 persen saja.

Di sektor pertanian, batu kapur biasanya akan dihancurkan terlebih dahulu menjadi ukuran kecil, kemudian dipasarkan dengan nama kapur pertanian.

***

Itulah informasi mengenai batu gamping yang bisa digunakan sebagai bahan konstruksi bangunan.

Semoga informasi ini bermanfaat ya, Property People!

Temukan informasi menarik seputar properti, selengkapnya di artikel.rumah123.com dan Google News Rumah123 sekarang juga!

Wujudkan rumah impian bersama Citra Maja Raya selengkapnya di Rumah123.com dan 99.co, yang pastinya #AdaBuatKamu!


Tag: ,


Nik Nik Fadlah

Content Writer

Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Pasundan yang kini menjadi penulis di Rumah123 dan Berita 99. Memiliki pengalaman menulis di bidang kesehatan, gaya hidup, fashion, teknologi, pendidikan, hingga properti. Hobi membuat digital collage art.
Selengkapnya

IKLAN

Tutup iklan
×

SCROLL UNTUK TERUS MEMBACA