batam jalan tol- rumah123.com Jembatan Barelang yang Menghubungkan Tiga Pulau Besar di Batam. Batam Akan Memiliki Jalan Tol Sepanjang 25 Kilometer. Sekitar 70 Persen Jalan Tol Dalam Kota Ini Akan Didesain Melayang Atau Elevated (Foto: Rumah123/Getty Images)

Batam akan memiliki jalan tol dalam kota. Rencananya, hampir 70 persen struktur jalan tol ini akan didesain melayang atau elevated.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sedang menyusun trase atau rute Jalan Tol Dalam Kota Batam. Penyusunan ini ditargetkan akan selesai pada akhir 2019.

Nantinya, pembangunan jalan tol akan dilakukan oleh PT Hutama Karya (Persero) yang juga merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Baca juga: Yogyakarta Akan Punya Tiga Jalan Tol, Salah Satunya Jalan Tol Yogyakarta-Solo

Laman berita online Kompas.com mengutip pernyataan Kepala Divisi Pengembangan Jalan Tol Hutama Karya Agung Fajarwanto bahwa 70 persen struktur jalan tol ini akan didesain melayang atau elevated.

Hal tersebut harus dilakukan lantaran rute atau trase jalan tol melewati kawasan padat penduduk. Jalan tol ini akan menghubungkan Bandara Hang Nadim hingga Batu Ampar sepanjang 25 kilometer.

Setelah trase ditetapkan, pemerintah daerah melakukan langkah berikutnya yaitu menetapkan lokasi. Tahap terakhir adalah menandatangani Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT).

Baca juga: Pemudik Boleh Buka Puasa di Bahu Jalan Tol, Tapi Ada Syaratnya Lho

Untuk investasi jalan tol ini masih dalam tahap perhitungan. Kompas.com memberikan ilustrasi bahwa untuk membangun jalan tol secara umum membutuhkan Rp100 miliar per kilometer.

Sementara untuk membangun jalan tol layang atau elevated memerlukan biaya tiga atau empat kali lebih mahal. Biaya pembangunan ini di luar anggaran pembebasan tanah.

Pembebasan tanah dilakukan oleh pemerintah, sedangkan pembangunan dilakukan oleh BUJT (Badan Usaha Jalan Tol) dalam hal ini PT Hutama Karya (Persero).

Potensi Bisnis Properti di Batam

Batam merupakan kawasan zona perdagangan bebas. Pemerintah Indonesia mulai mengembangkan Batam mulai 1970-an. Saat itu, pemerintah membuat Otorita Batam dengan BJ Habibie sebagai ketua. Badan ini berubah menjadi Badan Pengusahaan Batam pada 2007.

Kota Batam adalah satu satu daerah administratif Provinsi Kepulauan Riau. Provinsi ini merupakan hasil pemekaran dari Riau pada 2002.

Batam terdiri dari sejumlah kepulauan kecil dengan tiga pulau utama adalah Batam, Rempang, dan Galang. Ketiga pulau ini terhubung dengan Jembatan Barelang (Batam, Rempang, Galang). Jembatan ini juga menjadi ikon Batam.

Baca juga: Ada 71 Rest Area Sepanjang  Jalan Tol Trans Jawa, Mudik Lebaran Pun Bisa Lebih Tenang

Luas Batam hanya sekitar 715 kilometer persegi. Bandingkan dengan provinsi DKI Jakarta yang mempunyai luas 661 kilometer persegi.

Berdasarkan sensus pada 2017, jumlah penduduk Batam mencapai 1,2 juta jiwa. Jumlah penduduk Batam termasuk nomor tiga terbesar di kawasan Sumatera setelah Medan, Sumatera Utara dan Palembang, Sumatera Selatan.

Batam memiliki sejumlah kawasan industri. Pertumbuhan penduduk di kawasan ini memang cepat. Bayangkan saja sebelum dikembangkan menjadi kawasan industri, jumlah penduduk Batam pada era 1970-an hanya sekitar 6.000 orang saja.

Baca juga: Jalan Tol Terpanjang di Indonesia Masih Gratis Lho, Mau Lewat Sini Ga

Tidak hanya itu, Batam juga menjadi salah satu destinasi turis. Jumlah kunjungan pelancong mencapai 1,5 juta orang pada 2015. Sebagian besar turis berasal dari Singapura, sisanya dari Malaysia dan Korea Selatan.

Bandara Hang Nadim menjadi salah satu bandara tersibuk di Indonesia setelah Bandara Ngurah Rai di Bali dan Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten.

Potensi bisnis properti mulai dari residensial dan komersial pun terbuka lebar. Batam merupakan kawasan industri dan juga destinasi wisata. Investor bisa memiliki pilihan untuk menyewakan apartemen, rumah, ruko (rumah toko), kios, dan lainnya.

Baca juga: Bakauheni-Terbanggi Besar Jadi Jalan Tol Terpanjang di Indonesia, Sudah Tahu Belum

By the way, perusahaan pengembang asal Singapura, Pollux bekerja sama dengan keluarga BJ Habibie mengembangkan superblok Meisterstadt.

Salah satu tower pada kawasan mixed use ini adalah perkantoran dengan tinggi mencapai 100 lantai. Tower ini akan menjadi bangunan tertinggi di Indonesia.

Bagikan: 2394 kali